
New York city
Satu bulan kemudian..
"Sayang, kamu mau makan apa?"
"Sereal saja", jawab Flint sambil menyesap kopi susu minuman kesukaannya ketika pagi hari.
Sudah satu bulan Kaylee dan Flint membina rumah tangga. Pasangan itu selalu menunjukkan kebahagiaan.
Kaylee memutuskan ikut suaminya menetap di Manhattan, New York. Sementara toko bunga miliknya, Claire lah yang mengurusnya. Kaylee tetap rutin memantau.
Sejak menikah Flint tinggal di mansion yang jarang ia tempati. Karena terlalu besar bagi dia sendiri. Namun sejak ada Kaylee di sampingnya laki-laki itu memilih tinggal di mansion mewah berlantai tiga tersebut.
"Hari ini aku akan pulang agak malam, karena aku ada meeting penting dengan rekan kerja dari Dubai".
"Iya sayang. Tapi kamu harus menjaga kesehatan jangan terlambat makan", jawab Kaylee sambil menikmati sepotong cake coklat kesukaannya.
Flint menatap lembut istrinya sambil menopang wajahnya dengan tangan. Laki-laki itu tersenyum melihat istrinya. Selalu memilih coklat. "Apa kau tidak bosan menyantap coklat dan minum coklat panas seperti itu, hem?"
"Tidak. Kamu harus tahu kesukaan istri mu sayang, aku sangat menyukainya makanan ini. Tapi bukan berarti aku tidak suka yang lainnya", seru Kaylee tersenyum.
Flint mengusap ujung bibir Kaylee ketika ada lumeran coklat menempel di ujung bibir wanita yang terlihat semakin cantik setiap harinya itu.
"Jika kamu bosan di rumah, ajaklah Sofia berbelanja menemani mu".
Kaylee menaruh sendok di pinggir piring. Dan menatap Flint.
"Aku tidak butuh belanja apapun lagi, Flint. Semuanya sudah kau siapkan. Lebih baik aku mengunjungi suamiku nanti", jawab Kaylee sambil merapikan simpul dasi Flint yang sudah siap pergi kerja.
Flint tersenyum mendengar jawaban Kaylee. "Kalau begitu siang ini kau harus menepati janji mu itu, hem. Aku menunggu mu di ruangan ku", bisik Flint mesra di telinga istrinya.
*
__ADS_1
Kaylee baru saja selesai melakukan video call dengan Claire. Menurut Claire keadaan di Chicago baik-baik saja. Kaylee tidak perlu kuatir.
Sejak Kaylee menikah, ia memang rutin memantau keadaan toko bunga miliknya. Beruntung Claire tetap mau mengurusnya.
Saat ini Kaylee berada di kamar, sambil membaca buku kesukaannya. Saking asyiknya membaca sampai-sampai lupa waktu yang sudah menyentuh pukul satu siang.
"Tok
"Tok
Kaylee menutup buku bacaannya ketika ada yang mengetuk pintu.
"Masuk!"
Nampak Sofía, pelayan yang mengurus keperluan Kaylee di depan pintu.
"Nona, sudah pukul satu apa makanan nona mau saya antar ke kamar sekarang?", tanyanya dengan sopan.
"Baik nona", jawab Sofia sambil permisi.
"Huhh...semoga saja Nicole belum memesan makan siang Flint", gumam Kaylee bergegas menuju ruang wardrobe.
*
"Selamat siang nona Kaylee", sapa Nicole sekertaris Flint dengan senyuman hangat seperti biasanya.
"Siang Nicole. Apa suami ku ada di ruangannya?"
"Iya nona. Tuan Flint baru saja kembali dari ruang meeting".
"Aku langsung saja menemuinya", ucap Kaylee tersenyum. Dan memberi aba-aba pada Diaz yang membawa tote bag berisi makan siang mereka ke ruang Flint.
Diaz mengetuk pintu dan terdengar suara bariton mempersilahkan masuk keruangan nya.
__ADS_1
Kaylee tersenyum mendengar suara yang sudah sangat di kenalnya itu.
Flint terlihat fokus bekerja, bahkan ia tidak melihat siapa yang datang.
Kaylee menghembuskan nafasnya begitu Diaz pergi.
"Sayang apa pekerjaan mu sangat penting? Istri mu datang kau bahkan tidak melihat ku. Sebaiknya aku pulang saja ya", ujar Kaylee mencebikkan bibirnya.
Mendengar suara Kaylee, Flint langsung mengangkat wajahnya menatap Kaylee yang terlihat cantik mengenakan dress katun berwarna kuning muda dengan motif daun-daun kecil berwarna hijau yang sangat pas di tubuhnya.
"Kaylee, kamu yang datang? Aku pikir kau lupa janji mu. Kemari lah", ucap Flint menepuk pahanya agar istrinya itu duduk di pangkuannya.
Kaylee menurutinya. Wanita itu duduk dipangkuan Flint dan melingkarkan tangannya pada leher laki-laki itu. "Aku lapar. Aku membawa makan siang kita", ucap Kaylee.
"Hem. Sebentar lagi saja. Aku lebih tertarik memakan mu sekarang. Kau sangat cantik sayang dan datang di waktu yang tepat".
Tangan Flint menarik leher Kaylee, melahap dengan rakus bibir istrinya yang terbuka karena kaget mendengar ucapan Flint barusan.
Lidah laki-laki itu langsung menerobos masuk, menyapu lembut rongga mulut Kaylee bagian dalam. Di perlakukan liar seperti itu membuat Kaylee kelabakan. Bahkan Flint membuatnya sulit bernafas.
Kaylee merasakan bagian bawah suaminya itu sudah mengeras, membuat tubuh seketika merasakan gelenyar di sekujur tubuhnya.
Buaian Flint mempengaruhi Kaylee. Perlahan wanita itu membalasnya. Keduanya berciuman mesra tanpa perduli sedang berada di kantor.
"Ceklek!
"Lepaskan aku!"
"Nona.. Anda tidak boleh masuk keruang tuan Flint, saya bisa dapat masalah...
...***...
To be continue
__ADS_1