
Hujan deras mengguyur bumi. Sebenarnya Flint ingin mengajak Kaylee jalan-jalan hari ini, namun terkendala dengan cuaca buruk. Jadilah mereka berdua hanya mengunci diri di kamar hotel saja.
Sementara Thomas dan Claire sudah kembali ke USA.
Flint dan Kaylee masih menikmati masa-masa indah sebagai pengantin baru.
Sekarang sudah menunjukkan pukul dua belas siang, namun langit begitu gelap seperti jam tujuh pagi.
Kaylee memejamkan matanya, menikmati aroma terapi. Tubuhnya terasa lebih segar sekarang. Bahkan rasa remuk akibat bercinta secara intens dengan Flint hilang seketika. Hampir tiga puluh menit berlalu. Ia masih ingin berlama-lama dengan aktifitasnya itu.
Bahkan saking nyamannya aktivitas saat ini, Kaylee tidak menyadari suaminya telah masuk ke kamar mandi dan melucuti pakaiannya.
Flint menundukkan wajahnya mencium istrinya yang tertidur dengan kepala bersandar pada ujung bathtub.
Perbuatan Flint membangunkan Kaylee. "Sayang apa yang kau lakukan. Aku belum selesai. Aku sedang berendam memulihkan tubuh ku. Aku sangat lelah", ucap Kaylee lirih.
"Aku tahu. Aku akan menemanimu", bisik Flint di telinga istrinya itu.
Kaylee tidak bisa apa-apa kala suaminya itu bergabung dengannya dalam bathtub berukuran besar yang mampu menampung tiga atau empat orang.
Wajah Kaylee merona seperti buah Cherry yang baru matang di pohon. Ia masih malu jika Flint melihatnya dalam suasana seperti itu.
Kaylee mengusap punggungnya sambil menundukkan wajah. Kay sangat malu Flint memperhatikan ia dari belakang tubuhnya.
Jemari Flint mengusap leher jenjang Kay, mengambil sponge dari tangan Kaylee. Mengusap perlahan punggung putih itu dengan sponge yang mengeluarkan banyak busa.
__ADS_1
Kaylee memejamkan matanya, usapan Flint terasa sangat lembut dan membuat tenang.
Flint menyandarkan kepala Kaylee pada dadanya, memeluk istrinya itu seraya mengecup lembut wajahnya. Harum bunga mawar dari essential aromaterapi begitu menyejukkan jiwa dan raga.
*
Sudah menjelang sore, tapi cuaca Maldives belum bersahabat. Awan hitam masih menyelimuti langit.
"Huh...seharian hujan turun", ucap Kaylee berdiri di balkon menatap panorama dari kamar ia dan suaminya. Meskipun cuaca tidak mendukung, namun tidak mengurangi keindahan Maldives. Hanya saja hamparan laut luas yang biasanya berwarna biru terang, kini sebagian tertutup kabut.
Bathrobe berwarna abu-abu membungkus tubuh Kaylee. Wanita itu bersandar di belakang pagar besi. Wajah Kaylee nampak bahagia. Sesekali ia memejamkan matanya, merasakan hembusan angin menerpa wajahnya.
"Apa yang kau lihat, hem? Nanti kau kedinginan".
Suara Flint berada tepat di belakang telinga Kaylee. Laki-laki itu memeluk pinggang Kaylee sambil mendaratkan sebuah ciuman pada leher jenjang istrinya.
"Apa kau menyukai tempat ini?"
Kaylee tersenyum sambil menyadarkan kepalanya pada dada bidang Flint yang sedang memeluknya hangat.
Kay, mendongakkan wajahnya menatap suaminya. "Iya. Aku sangat menyukainya. Terlebih di tempat ini kisah kita di mulai. Di tempat ini juga kita membuat janji sehidup semati", ucap Kaylee tersenyum bahagia.
Flint menatap mesra Kaylee, laki-laki itu menundukkan wajahnya me*umat bibir Kaylee. Pasangan yang tengah berbahagia itu berpangutan begitu dalam dan penuh perasaan.
"Sayang... setelah kembali dari honeymoon ini aku ingin melihat makam ayahmu dan saudara mu. Aku akan meminta izin pada tuan Morgan mengajak putri bungsunya tinggal bersama ku", ucap Flint memeluk Kaylee dengan erat.
__ADS_1
Kaylee tersenyum bahagia mendengarnya. "Tuan Morgan pasti akan memberikan restunya. Papa pernah bilang, ia sangat bangga menjadi bagian perusahaan Gladwyn milik mu, Flint. Siapa sangka putri bungsunya menikah dengan pemilik Gladwyn. Papa pasti senang dan bangga melihat dari sana", ucap Kaylee sambil menunjuk langit berselimut awan hitam.
"Aku yang bangga memiliki mu, Kay. Kamu bukan saja cantik, kamu juga wanita mandiri. Aku ingat betul bagaimana kau menancapkan kata-kata mu pada ku".
"Kau memiliki wajah malaikat tapi hati mu seperti iblis", ujar Flint menirukan ucapan Kaylee waktu pertama kali menemui ia secara paksa di ruang kerjanya.
Kaylee membalikkan badannya menghadap Flint. Jemari lentik wanita itu mengusap lembut kerah bathrobe yang membalut atletis suaminya. "Sayang...benarkah aku mengatakan itu? Aku lupa", ucapnya pelan.
"Tentu saja. Aku tidak pernah melupakan ucapan mu itu. Tapi setidaknya kau mengatakan aku tampan", seru Flint tertawa.
Kaylee melingkarkan tangannya memeluk leher Flint. "Iya, kamu memang tampan. Tapi bukan karena itu yang membuat ku jatuh cinta pada mu, Flint. Kegigihan mu untuk meyakinkan aku lah yang membuat ku jatuh cinta".
"Aku tidak mudah memberikan hati pada siapapun. Aku akan memberikan segalanya pada seseorang yang ku cinta".
"Termasuk memberi ku anak yang banyak?", tanya Flint menatap manik Kaylee.
Kaylee membalas tatapan itu. "Tentu saja sayang, aku akan memberi mu banyak anak", jawab Kaylee pasti.
Flint menganggukkan kepalanya. "Yes. Aku setuju dengan mu. Sekarang mari kita membuatnya", ucap Flint tiba-tiba menggendong Kaylee ala bridal style.
Tindakan Flint tentu mengagetkan Kaylee. "Flinttt, apa yang kamu lakukan. Turunkan aku!"
"Buktikan bahwa kau akan memberi ku banyak anak, sayang. Semuanya butuh usaha bukan?", balas Flint sambil me*umat bibir istrinya dengan liar.
...***...
__ADS_1
To be continue