LOVE AND SACRIFICE (Cinta Dan Pengorbanan)

LOVE AND SACRIFICE (Cinta Dan Pengorbanan)
BAB 48


__ADS_3

"Bagaimana bisa kau mengenal Thomas Axton, Kaylee?". Claire langsung memberikan pertanyaan-pertanyaan ketika keduanya sudah di dalam mobil.


"Thomas teman Flint Myron Gladwyn. Kami kerap bertemu karena mereka seringkali bersama. Mereka sangat akrab sama seperti aku dan kamu".


"Tunggu... tunggu, Thomas salah satu yang bersama Flint di club malam itu Kay?"


"Hem.


"Pantas saja aku seperti pernah melihatnya. Ternyata ia salah satu dari pria-pria itu", ujar Claire memangut-mangut. "Huh...aku pikir tadi ia tukang kebun keluarga Axton", sambung Claire menahan tawanya mengingat kejadian di rumah itu.


Kaylee melirik temannya yang terlihat tersipu. "Hati-hati, kau jatuh cinta pada tukang kebun mu itu, Claire".


"Apaan sih. Aku malu pada diri ku sendiri karena memangilnya begitu. Ternyata ia sangat kaya. Huhh".


"Thomas sangat tampan ya Claire? Hm...ia juga sangat baik", goda Kaylee.


Claire menggelitik pinggang Kaylee. Membuat mobil yang Kaylee kendarai sedikit melebar hingga terdengar klakson dari pengendara lainnya.


"Hentikan Claire, kau bisa membuat kita celaka!"


*


New York city

__ADS_1


Flint baru saja selesai menghadiri meeting di salah satu perusahaan milik rekannya.


Hari sudah menjelang sore. Saat ini mobil yang di kendarai Diaz sopirnya melaju dengan kecepatan sedang. Di sampingnya duduk Roland yang sedang menerima telepon.


Tak berapa lama Roland menutup panggilan telpon itu


"Apa Mike yang menghubungi mu, Roland?"


"Iya tuan. Menurut Mike nona Kaylee dan temannya yang bernama Claire mengunjungi mansion orang tua teman anda. Tuan Thomas. Keduanya cukup lama berada di mansion itu".


"Mansion paman Axton?"


"Iya tuan".


"Aku akan menghubungi Thomas sekarang", ujar Flint pada dirinya sendiri.


Laki-laki itu langsung menelepon Thomas. Namun sudah tiga kali ia menghubungi, Thomas tidak mengangkat telponnya.


"Shitt. Kenapa Thomas tidak mengangkat telpon ku", ucap Flint kesal.


Ia mengalihkan perhatiannya ke luar jendela mobil. "Diaz...antar aku ke apartemen saja", perintah Flint. Mendadak kepalanya pusing, tubuhnya pun terasa begitu penat.


"Baik tuan.."

__ADS_1


*


Ketika sampai di apartemen miliknya, Flint langsung membuka pakaian kerjanya.


 Satu persatu membuka kancing kemeja hingga celana panjang yang membungkus tubuh atletisnya. Hanya menyisakan boxer berwarna hitam menutupi tubuh bagian bawahnya.


Otot-otot tercetak begitu sempurna di tubuh yang memiliki tinggi kisaran 188 centimeter tersebut.


Flint kembali menghubungi Thomas, tapi lagi-lagi Thomas tidak menjawab panggilan itu. "Brengsek kau Thomas, kenapa kau tidak mengangkat telpon ku padahal kau tahu masalah yang ku hadapi bersama Kaylee.


Flint melempar handphone miliknya ke atas tempat tidur, laki-laki itu nampak kesal sekali. Ia menuang wine ke dalam gelas, langsung meneguknya hingga tandas.


Kepala ku benar-benar pusing sekarang. Sebaiknya aku berendam. Flint membawa botol wine dan gelas ditangan nya lalu ia melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.


"Aku sangat merindukan mu Kaylee", ucap Flint sembari memejamkan matanya bersandar di ujung bathtub berukuran luas itu.


"Mata mu... bibir mu... harum tubuh mu, de*ahan mu selalu membayangi ku. Kau benar-benar mempengaruhi otak ku Kaylee Morgan. Sampai kapan pun kau milik ku, aku tidak akan pernah bisa melepaskan mu... Kaylee!"


"Aku rasa cukup tiga hari saja, aku memberimu waktu untuk menenangkan diri mu. Menurut laporan yang aku terima kau baik-baik saja. Kita akan bertemu lagi. Aku tidak bisa lagi menahan diri ku jauh dari mu, sayang.."


...***...


To be continue

__ADS_1


__ADS_2