LOVE AND SACRIFICE (Cinta Dan Pengorbanan)

LOVE AND SACRIFICE (Cinta Dan Pengorbanan)
BAB 60


__ADS_3

Flint sedang fokus mendengar persentase yang disampaikan rekan kerjanya yang berasal dari Dubai. Ketika Roland menghampirinya dengan wajah terlihat begitu tegang.


Roland membisikkan sesuatu di telinga Flint yang seketika melonjak berdiri dan berlari meninggalkan ruang meeting.


Dengan langkah cepat Flint menuju lift. Wajah laki-laki itu terlihat dingin dengan sorot mata tajam.


"Bagaimana keadaan istriku? Periksa semua CCTV. Aku ingin tahu siapa yang berani mencelakai istriku sekarang juga!", perintah Flint tegas dan suara meninggi pada Roland.


Tiba di lobby, Flint berlari. Di luar sudah ramai orang berkerumun ingin melihat apa yang terjadi sebenarnya. Flint memberi perintah Roland untuk mengusir orang-orang yang tidak berkepentingan di sana. "Istriku bukan tontonan!"


Kaylee sudah di pindahkan ke dalam mobil ambulans, petugas medis sedang memberikan pertolongan pertama padanya yang terbujur kaku tidak sadarkan diri.


Flint yang panik langsung berlari menghampiri Kaylee. Seketika Flint memeluk Kaylee yang tidak bergeming sedikitpun.


"Sayang apa yang terjadi. Bangun sayang. Oh my God Kaylee...


"Apa yang kalian tunggu segera bawa istri ku kerumah sakit sekarang!", bentaknya pada petugas medis.


"Roland siapkan helikopter! Apa yang kau tunggu", perintah Flint begitu panik dan kacau dengan mata memerah.


Roland tidak pernah melihatnya seperti itu selama bekerja dengan Flint. Bos-nya sekarang nampak begitu sedih.


"Tuan semua sudah siap. Penanganan pertama istri tuan sudah selesai dilakukan, sebaiknya istri tuan segera di bawa kerumah sakit sekarang karena mengalami pendarahan", ujar salah satu petugas medis.


"Segera lakukan", jawab Flint langsung masuk ambulance.


Sirine berbunyi dengan keras membelah jalanan kota New York. Atas perintah Flint, ia meminta agar Kaylee di bawa kerumah sakit terdekat dulu agar segera mendapatkan penanganan cepat dari dokter.


Flint menatap istri nya. Tergolek lemah tidak sadarkan diri. Wajahnya lebam, terutama di pelipis sebelah kanan. Begitupun tubuh Kaylee lecet-lecet dan berdarah terutama di bagian paha hingga betisnya. Kondisi Kaylee sangat mengenaskan.


Melihat istrinya seperti itu jelas membuat Flint sangat terpukul sedih. Hanya hitungan menit saja kebahagiaan yang ia rasakan saat di ruang kerjanya lenyap berganti duka.

__ADS_1


Flint mengendurkan dasi dan mengusap wajahnya dengan kasar. Detik berikutnya jemari tangannya menggenggam erat tangan Kaylee. Flint menatap penuh kasih sayang Kaylee. Perlahan ia mengusap lembut wajah istrinya.


"Sayang bertahanlah, jangan tinggalkan aku", ucap Flint.


Kaylee tidak menunjukkan reaksi apapun, kedua matanya tertutup rapat.


"Tuan, kita sudah sampai", ucap petugas yang bersamanya di dalam ambulance menyadarkan Flint.


Pintu bagian belakang terbuka. Dengan cepat petugas mengeluarkan tempat tidur Kaylee dan memindahkan tubuh Kaylee ranjang dorong pasien yang sudah di siapkan. Beberapa perawat dengan langkah cepat langsung mendorong ranjang tersebut menuju ruang khusus.


Selama pemeriksaan di dalam, Flint menunggu di ruang tunggu. Ia nampak kacau seorang diri di sana hilir mudik sambil memijat keningnya. "Kenapa mereka lama sekali memeriksa istri ku–"


"Flint apa yang terjadi, bagaimana kondisi Kaylee".


Thomas dan Aaron baru saja tiba di rumah sakit setelah mendapat kabar musibah yang menimpa istri teman baik mereka itu. Keduanya bergantian memeluk Flint, ikut merasakan kesedihan Flint saat ini.


Menit berikutnya, Roland tiba.


"Tuan mobil itu pemiliknya Leah Gibson. Saya sudah mengonfirmasikan dengan showroom resmi tempat penjualan mobil mewah dengan seri yang sama hanya di keluarkan beberapa unit saja. Di pastikan mobil itu milik nona Leah Gibson", ucap Roland menjelaskan dengan rinci.


Mendengar penjelasan Roland membuat Flint naik pitam. Laki-laki itu mengepalkan tangannya hendak memukul dinding di depannya namun Aaron sempat mencegah temannya itu.


"Flint kendalikan emosi mu. Nanti lah mengurus hal itu. Yang terpenting adalah istri mu", ucap Aaron menyandarkan Flint yang sudah di kuasai amarah.


"Wanita itu sudah berani mengusik ketenangan ku. Aku tidak akan membiarkan nya–"


"Tuan Flint Myron Gladwyn? Dokter ingin berbicara dengan anda sekarang", ujar salah satu perawat. "Mari ikut saya".


Flint segera mengikuti langkah kaki perawat tersebut.


*

__ADS_1


"Bagaimana kondisi istri ku?"


Nampak dokter yang menangani Kaylee terdiam. Flint tahu ada sesuatu yang tidak baik-baik saja. Terlihat dokter itu menarik nafas dalam-dalam.


"Keadaan istri anda kritis".


Seketika Flint berkacak pinggang sambil menengadahkan wajahnya ke atas.


"Tapi ada hal lainnya yang harus saya sampaikan. Kondisi istri tuan semakin drop, karena sedang hamil. Akibat benturan keras dan usia kehamilan masih sangat muda, kondisi kandungan istri tuan sangat lemah".


"Apa? istri ku hamil?", ujar Flint seketika merubah gesture tubuhnya.


"Maaf saya harus menyampaikan berita ini. Dalam kondisi seperti ini anda harus mengambil keputusan, tuan".


Melihat kondisi pasien saat ini sangat lemah dan mengalami pendarahan tentu berdampak berdampak pada kandungan yang masih muda. Sangat sulit untuk menyelamatkan kandungan istri tuan".


Mendengar penjelasan dokter, membuat Flint memijat keningnya.


"Dampak pendarahan yang terus menerus bisa berakibat fatal, tuan. Istri anda bisa kehilangan rahimnya, yang artinya tidak bisa hamil lagi. Salah satu harus segera selamatkan", ucap dokter itu memberi tahu kondisi Kaylee yang sebenarnya tanpa ada yang di tutupi.


"Ya Tuhan".


Flint mengusap wajahnya dengan kasar.


"Apa yang harus aku lakukan .."


...***...


To be continue


Tinggalkan komentar kalian, author akan up lagi.

__ADS_1


__ADS_2