
"Kenapa kau diam Kaylaa Morgan melihat foto itu? Apa kau mengenal Andrew adikku yang telah kau bunuh secara tidak langsung?!".
"Apa kau tahu, adik ku tewas karena kecelakaan yang ia alami karena pengkhianatan yang kau lakukan?!"
"Kau pembunuh Kaylaa Morgan!" Aku puas membalas kematian Andrew pada mu!"
"K-alian bersaudara? K-au kakak Andrew?". Suara Kaylee terdengar kecil namun jelas di telinga Flint.
"Jadi benar dugaan ku, kau pura-pura tidak mengenal Andrew, ketika malam itu kau di kolam renang? Aku tidak pernah salah menilai mu Kaylaa".
Flint membuka lacinya, mengambil tiga lembar cek dan di letakkannya di atas meja.
"Ambil ini!!"
"Satu cek untuk membayar mu sebagai brand ambassador hotel ku. Satu lagi, aku kembalikan uang yang telah kau kumpulkan untuk membayar hutang ayah mu pada ku. Aku anggap itu selesai".
Kaylee berdiri terdiam di tempatnya dengan mata berkaca-kaca. Tak ada satu katapun yang terucap dari bibirnya. Yang ada hanya rasa sesak di dada gadis itu.
__ADS_1
"Dan cek satunya lagi..."
Flint terdiam sesaat. Terlihat Flint menarik nafasnya dalam-dalam.
"Anggap uang itu bayaran untuk keperawanan mu, Kaylaa. Dimata ku, kau memang masih perawan tapi bukan berarti kau gadis baik-baik. Dengan uang sebanyak itu kau bisa bersenang-senang, aku anggap hubungan kita selesai! Kau pun tidak perlu menyelesaikan kontrak kerjasama dengan perusahaan ku, semua yang berhubungan dengan mu aku anggap selesai! Sekarang pergilah, aku sibuk", ucap Flint dengan tegas tanpa menatap Kaylee yang diam membisu di tempatnya.
Mendengar kata-kata Flint jelas membuat hati Kaylee benar-benar hancur berkeping-keping. Seketika buliran-buliran bening jatuh menyentuh wajahnya walaupun ia sudah menahannya namun rasa sakit yang di rasakan nya begitu menghujam jantungnya. Ibarat batu gunung yang jatuh menimpa tubuhnya. Itulah gambaran perasaannya saat ini.
Bibir Kaylee keluh. Tenggorokan nya pun terasa kering.
"Kau tahu hari itu.. di mana aku memberikan keperawanan ku padamu adalah hari yang sangat membahagiakan sekaligus menyedihkan buat ku. Aku pikir kau lah laki-laki yang aku tunggu selama ini, tapi nyatanya aku salah. Aku bodoh begitu cepat membalas kata-kata cinta mu yang ternyata hanya kepalsuan belaka", ucap Kaylee lirih sambil mengusap air matanya dengan punggung tangannya sendiri.
"Brakkk!
"Jangan coba-coba memancing amarah ku, Kaylaa!", ucap Flint memukul keras meja kerjanya. Kau tidak layak menilai ku!", teriak Flint dengan suara menggelegar memenuhi ruangan tersebut.
Flint mendekati Kaylee dengan wajah menghitam karena emosi yang membuncah. Sorot matanya tajam bak singa yang siap menerkam mangsanya.
__ADS_1
"Apa? Kau mau memukul ku? Lakukan!", teriak Kaylee tak gentar sedikitpun menghadapi situasi seperti itu. Gadis itu pun membalas tatapan tajam Flint. Kaylee menegakkan wajahnya. Untuk terakhir kalinya ia berdiri dihadapan Flint. Ia tidak mau terlihat lemah. Kaylee menghapus air matanya dengan kasar.
"Asal kau tahu. Aku bukan Kaylaa. Saudaraku yang malang telah meninggal karena kebodohan Andrew adik mu!!"
Kaylee membalikkan badannya dan berlari keluar ruangan Flint.
Seketika tubuh Flint membeku. Kedua tangannya terkepal kuat-kuat, darah terlihat menetes dari tangannya membasahi karpet ruangan itu.
"Apa maksudnya..?
*
Kaylee berlari sambil menundukkan wajahnya. Sekuat tenaga ia menahan air matanya agar tidak keluar. Namun begitu keluar dari ruangan, tangisnya pecah juga. Kaylee tidak perduli dengan tatapan bertanya-tanya dari orang yang melihatnya.
Bahkan ketika menuju lift ia menabrak seseorang.
"Kaylaa...Ada apa dengan mu?", tanya Thomas yang baru saja keluar lift hendak menemui Flint di ruangannya. Kaylee tidak menggubris pertanyaan Thomas, gadis itu berlari masuk lift dengan berlinang air mata.
__ADS_1
...***...
Setelah ini langsung up lagi. Jangan lupa tinggalkan komentar yang banyak untuk part ini ya. Author pengen tau, kalian suka atau tidak 🙏