LOVE AND SACRIFICE (Cinta Dan Pengorbanan)

LOVE AND SACRIFICE (Cinta Dan Pengorbanan)
BAB 49


__ADS_3

Kaylee florist, terlihat begitu ramai hari ini. Pengunjung memilih-milih bunga segar yang terpajang di depan toko. Letak toko yang strategis di pinggir jalan dan dekat dengan taman kota membuat toko itu selalu ramai dikunjungi orang-orang, penduduk setempat maupun wisatawan yang hendak ke taman untuk rekreasi.


Nampak mobil pickup mengantar berbagai macam bunga segar. Kaylee terlihat memeriksa pesanannya. Setelah sesuai dengan apa yang ia pesan barulah Kaylee memerintahkan untuk di turunkan dan di tata pada tempat-tempat yang sudah di sediakan. Gadis itu sangat teliti dan gesit. Ia tidak mau menerima barang yang rusak, bagi Kaylee kepuasan klien lah yang utama untuk meningkatkan kualitas toko bunganya.


"Kay, ini barang-barang tambahan yang harus kita beli untuk rangkaian bunga klien kita tuan Axton", ucap Regan menunjukkan list pada Kaylee.


Kaylee membacanya. Keduanya masih berdiri di depan toko.


"Iya segera beli semua yang dibutuhkan, besok kita harus mengerjakan rangkaian bunga untuk paman Axton. Aku ingin hal sekecil apapun harus diperhatikan, kita harus turun tangan langsung memeriksa pekerjaan Lucy dan pekerja lainnya, Regan", ucap Kaylee.


"Oke bos. Seperti biasa saat mendapatkan proyek aku tidak bisa memejamkan mataku", ujar Regan sambil main mata pada Kaylee.


Gadis itu tertawa lepas sambil mencubit lengan Regan melihat tingkah teman baiknya itu. Keduanya terlihat sangat akrab.


Tanpa Kaylee dan Regan sadari sepasang mata begitu nyalang menatap ke arah mereka. Mata milik seseorang yang duduk di jok belakang mobil mewah yang terparkir di seberang jalan toko bunga Kaylee.

__ADS_1


Manik dengan sorot tajam itu tak lain milik Flint Myron Gladwyn yang sejak tadi memperhatikan toko bunga Kaylee, hingga Kaylee memeriksa bunga pesanannya datang dan sekarang bercengkrama akrab dengan seorang laki-laki.


Kedua rahang Flint mengeras, wajahnya begitu dingin menyaksikan semuanya.


"Roland...pecat orang sewaan mu itu sekarang juga! Kenapa ia tidak memberikan informasi yang lengkap kepada ku!", perintah Flint jengah.


Roland terdiam di kursi depan, ia mengerti apa yang di maksud bos-nya itu.


"Pria muda itu teman nona Kaylee tuan, namanya Regan. Mereka selalu bersama sejak dulu, satu lagi nona Claire. Mereka bertiga berteman baik", ucap Roland memberikan penjelasan pada atasnya itu.


Roland menganggukkan kepalanya. "Iya tuan. Regan seorang pengacara muda di kota ini, ia juga yang waktu itu berusaha mencegah eksekusi rumah tuan Morgan yang dilakukan Wilson dan Henry sesuai perintah anda. Saya pernah memberi tahu tuan ketika itu, seorang pengacara mencoba menghalangi eksekusi itu. Regan lah orangnya", ujar Roland menjelaskan secara rinci.


Flint menghembuskan nafas dalam-dalam. Roland benar, ia ingat laporan asistennya itu. Flint juga masih sangat ingat, Kaylee mendatangi nya untuk yang pertama kali di ruang kerjanya.


Flint mengalihkan pandangannya pada Kaylee yang masih fokus memeriksa bunga-bunga di depan tokonya, ketika mobil berwarna putih berhenti tepat di depannya.

__ADS_1


Flint menegakkan duduknya. Ia sangat mengenal mobil itu. Flint menatap fokus ke ke arah sana. Tak lama berselang turun seseorang dari dalam mobil. "Thomas...Apa yang di lakukannya? Bagaimana bisa ia ke toko bunga Kaylee menemui Kaylee?"


Raut wajah Flint semakin menggelap ketika menyaksikan Thomas mencium wajah Kaylee. Dan Kaylee tidak menolak nya. Malah gadis itu tersenyum ramah menerima kedatangan Thomas di toko bunganya.


"Shitt. Kau brengsek Thomas Axton, kau mengambil keuntungan dari masalah ku dan Kaylee. Kau berani main-main dengan ku, brengsek!", ucap Flint terdengar begitu marah. Kedua tangan nya terkepal menahan emosinya.


"Pergi dari sini!", perintah Flint pada sopir.


Flint memijat keningnya. Dadanya terasa bergemuruh. Panas. Menyaksikan dengan mata kepala nya sendiri, Kaylee dan Thomas sangat akrab.


"Sejak di Maldives aku sudah curiga pada Thomas, ia sangat dekat pada Kaylee, seperti sudah lama saling mengenal. Sekarang, bajingan itu mengambil keuntungan dari masalah aku dan Kaylee. Awas kau Thomas Axton, aku tidak akan akan membiarkan mu merebut milik ku!", gerutu Flint dengan kesal.


...***...


Kalian tinggalkan komentar yang banyak, author pasti rajin up 🤗

__ADS_1


__ADS_2