
Kaylee menatap gedung pencakar langit yang berdiri menjulang di hadapannya. GHC. Kedua netra Kaylee menatap tulisan itu.
Sesaat gadis itu terdiam menundukkan kepalanya, kemudian melanjutkan langkah kakinya memasuki lobby salah satu perusahaan raksasa yang ada di kota itu.
Kalyee langsung menuju lift khusus. Kali ini Kaylee sengaja berpenampilan seperti dirinya sendiri. Celana jeans panjang dan kaos oblong berwarna putih. Gadis itu mengikat rambutnya. Kaylee terlihat lebih segar dan belia dengan polesan make-up tipis seadanya saja.
"Tingg!
Lift berhenti di lantai empai puluh lima di mana ruangan Flint berada. Kaylee langsung menghampiri Nicole yang sedang serius bekerja di depan laptop.
"Nicole, apa atasan mu ada di ruangannya?", tanya Kaylee tiba-tiba. Kehadiran nya mengejutkan Nicole.
"Halo nona Kaylaa", balas Nicole tersenyum ramah. "Tuan Flint ada di ruangannya tapi sedang menerima tamu", jawab Nicole.
"Baiklah aku menunggu di sini saja. Tidak apa-apa kan Nicole?", tanya Kaylee sambil melihat kursi di depan meja Nicole.
"Iya tentu saja boleh. Silahkan nona Kaylaa", jawabnya sopan. Mempersilahkan Kaylee duduk.
Waktu terus bergulir hingga dua jam lebih Kaylee menunggu, tamu Flint belum juga keluar.
__ADS_1
Bahkan sekarang sudah hampir tiga jam Kaylee menunggu tetap saja tidak ada tanda-tanda Flint dan tamunya selesai pertemuan di dalam sana.
"Nona Kaylaa, tidak apa-apa kan saya tinggal sebentar. Saya harus menyerahkan berkas ini ke divisi HRD", ucap Nicole sambil memeluk tumpukan berkas ke dadanya.
"Oh, tidak apa-apa Nicole lanjutkan saja pekerjaan mu", jawab Kaylee.
Setelah Nicole pergi, Kaylee berdiri mendekati ruangan Flint. Tak terdengar suara apapun dari dalam sana. Kaylee hanya berdiri di depan pintu berukuran besar tersebut.
"Bagaimana kalau aku langsung masuk saja ya? Aku harus mengejar pesawat ku jam empat sore", ucap Kaylee pelan sambil melihat angka di jam tangannya. Gadis itu hendak memegang handle pintu, namun ia ragu untuk melakukannya.
"Ahh terserah apa yang akan terjadi. Aku sudah datang jauh-jauh kemari, harus aku selesaikan sekarang juga!"
"Ceklek..
Keduanya sedang menatap layar Macbook di atas meja kerja Flint. Flint duduk di kursinya sementara Leah berdiri sambil menundukkan badannya di samping Flint. Keduanya begitu dekat.
Ketika pintu di buka Kaylee secara tiba-tiba, keduanya serentak menatap Kaylee yang terdiam di balik pintu.
"Maaf aku mengganggu kalian, tapi ada yang harus aku bicarakan pada mu tuan", ucap Kaylee berusaha setenang mungkin.
__ADS_1
"Katakan saja apa yang ingin kau katakan pada Flint, Kaylaa!", ketus Leah berdiri tegap di samping Flint.
Kaylee tampak ragu, ia menatap Flint yang menyandarkan punggungnya di kursi kebesarannya itu. Flint memperhatikan Kaylee yang terlihat berbeda di matanya. Tiga hari ia tidak melihat Kaylee. Dari sorot mata gadis itu, Flint dapat melihat kesedihan di sana. Tidak seperti biasanya mata itu selalu berbinar indah, kali ini nampak sendu.
"Kau keluar dari ruangan ku Leah! Ada hal penting yang ingin aku bicarakan pada Kaylaa Morgan", tegas Flint.
"Tapi, Flint. Kita belum selesai memilih foto-foto ini, mana yang harus kau pilih", balas Leah sambil menunjuk layar Macbook yang ada di atas meja.
"Besok saja kita bahas lagi. Sekarang pergilah!"
Leah tidak dapat membantah perintah Flint, ia tahu laki-laki itu seperti apa jika sudah memutuskan. Leah membawa barang-barang nya. Tiba di dekat Kaylee ia mengumpat. "Kau menganggu ku saja!"
Namun Kaylee tidak menggubrisnya. Kedua netranya lebih tertarik melihat foto di atas meja kecil di samping meja kerja Flint. Ia tak berkedip menatap foto itu. Kaylee baru melihat nya sekarang. Beberapa kali ia datang menemui Flint, tidak pernah melihat foto tersebut. Sepertinya baru di pajang di atas meja itu.
"Kenapa kau diam Kaylaa Morgan melihat foto itu? Apa kau mengenal Andrew adikku yang telah kau bunuh secara tidak langsung?!", tanya Flint menatap Kaylee dengan nanar.
"Apa kau tahu, adik ku tewas karena kecelakaan yang ia alami karena pengkhianatan yang kau lakukan!"
"Kau pembunuh Kaylaa Morgan!". Aku puas membalas kematian Andrew pada mu!
__ADS_1
***
Tinggalkan komentar yang banyak. Jangan cuma baca terus menghilang 😀