
Thomas melangkah cepat menuju ruangan Flint, ia ingin memastikan apa yang terjadi sebenarnya.
Pintu ruang kerja Flint masih terbuka. Thomas mengalihkan perhatian pada Flint yang duduk di kursinya. Terlihat sangat kacau. Ia melamun sambil mengigit ujung ibu jarinya Selama mengenal Flint, Thomas tidak pernah melihatnya seperti itu
"Flint ada apa sebenarnya. Kaylaa pergi dalam keadaan menangis seperti itu?"
"Kalian kenapa? Ya Tuhan Flint, tangan mu berdarah–"
"Ah shitt, apa yang sudah aku lakukan padanya?"
Tanpa menghiraukan pertanyaan Thomas, Flint berdiri setengah berlarian. Laki-laki itu keluar ruangannya, meninggalkan Thomas yang menatapnya kebingungan. "Ada apa dengan mereka?"
Flint berlari di lobby, memutar kepalanya ke sana kemari mencari sosok Kaylee. Namun Kaylee sudah pergi tak terlihat lagi.
Dengan langkah cepat Flint bertanya pada keamanan di depan, hasilnya pun nihil. Mereka mengatakan tidak melihat wanita yang di maksud orang nomor satu di perusahaan itu. Yang ada keamanan merasa bingung melihat keadaan bos mereka.
Flint kembali masuk ke lobby, berdiri di tengah-tengah perusahaan miliknya itu, kelakuannya kali ini membuat orang-orang yang ada di sana menatap kearahnya.
"Apa maksudnya dia bukan Kaylaa?"
Flint berkacak pinggang, berpikir, merunut perkenalannya dengan Kaylaa Morgan. Namun ia belum mendapatkan jawabannya.
Tak lama berselang Roland dan beberapa keamanan perusahaan datang. Mereka menerima kabar dari Thomas untuk melihat kondisi temannya itu. Thomas kuatir karena melihat darah di tangan Flint.
"Tuan apa yang terjadi?"
__ADS_1
"Kau cari Kaylaa Morgan, Roland. Cepat kalian temukan!", perintah Flint dengan tegas.
Roland segera memberi perintah pada beberapa keamanan mencari Kaylaa Morgan. Sebelumnya, Roland memperlihatkan foto Kaylee pada mereka.
"Aku yakin ia belum jauh. Aku tidak mau terjadi apa-apa dengan gadis itu", ucap Flint. "Bagaimana bisa, ia bukan Kaylaa Morgan? Berarti selama ini...
"Shitt!
Flint menyugar rambutnya. "Bagaimana bisa aku tidak menyadarinya, ternyata gadis itu bukan Kaylaa Morgan. Tapi kembarannya".
"Siapkan mobil ku Roland. Ikut aku ke agensi yang menaungi Kaylaa Morgan!", perintah Flint. Laki-laki itu benar-benar terlihat kacau sekarang. "Aku harus mendapatkan jawabannya sekarang juga. Apa maksudnya saudara nya telah tiada akibat Andrew?", ucap Flint nampak begitu frustasi sekali.
*
Ketika sudah di dalam taksi, Kaylee tidak bisa membendung air matanya lagi.
Ia menangis tersedu-sedu di dalam taksi yang tumpangi nya.
"Nona, kemana tujuan anda? Kita sudah lima kali berputar-putar di tengah kota", tanya sopir taksi yang merasa aneh dengan penumpang yang di bawanya.
"Hentikan saya di depan", jawab Kaylee.
"Baik nona".
Kaylee membayar ongkos taksi. Dengan langkah kaki terlihat lemah, ia menyusuri jalanan setapak di taman kota yang nampak masih ramai pengunjung menjelang sore ini. Tampak Orang-orang tertawa bahagia dengan keluarganya mau pun yang datang dengan pasangan masing-masing sekedar menikmati senja.
__ADS_1
Namun tidak halnya dengan Kaylee, wajah pucat pasi dengan kantung mata yang menebal karena menangis terus menerus.
Sudah dua hari ini ia sedih memikirkan Flint yang tiba-tiba pergi tanpa kabar, ditambah pertemuan nya dengan Flint beberapa saat yang lalu, benar-benar mempengaruhi mental Kaylee.
Kaylee duduk di salah satu bangku panjang, berhadapan dengan hamparan bunga mawar merah yang tertata sangat indah.
Pemandangan indah didepan matanya tetap tidak dapat membuat hatinya bahagia.
Yang dirasakan Kaylee saat ini hanya lah perasaan hampa. Ia merasa hidup sendirian di dunia ini.
Kristal bening kembali menganak di pelupuk mata nya. Udara dingin yang menerpa tubuhnya tidak dirasakannya lagi. Ia hanya menggunakan kaos oblong tipis berbahan halus, sehingga angin dingin begitu terasa.
Ia tidak tahu lagi bagaimana kelanjutan dari permasalahan yang dihadapinya. Kaylee begitu terpuruk sekarang.
Bahkan ia menyesali perasaannya yang tumbuh begitu cepat kepada Flint Myron Gladwyn. "Ternyata ia membohongi ku, niatnya hanya ingin membalas dendam atas kematian Andrew adiknya pada Kaylaa", ucap Kaylee terisak pilu.
"Aku memang bodoh dalam percintaan. Bagaimana mungkin aku berharap banyak dari hubungan ini", Isak Kaylee menyesali pilihan nya. "Bahkan ia membuat ku percaya hingga aku memberikan semuanya semudah itu".
"Flint berhasil mewujudkan keinginannya. Ia memang berhasil menghancurkan perasaan ku sampai ke relung hatiku yang paling dalam", isak Kaylee berurai air mata.
"Entah...apa kali ini aku masih bisa berdiri tegap. Kepergian Kaylaa... kepergian papa, aku masih bisa menegakkan wajah ku. Kali ini rasanya aku tidak kuat lagi. Bahkan ia membayar untuk keperawanan ku. Benar-benar tidak memberikan arti apapun bagi Flint. Ia tidak mencintai ku sama sekali. Yang ia lakukan hanya untuk membalas dendam dan menyakiti...
...***...
Tiga bab. Nantikan kelanjutannya, jangan lupa komentar yang banyak 🙏
__ADS_1