LOVE AND SACRIFICE (Cinta Dan Pengorbanan)

LOVE AND SACRIFICE (Cinta Dan Pengorbanan)
BAB 43


__ADS_3

Langit masih gelap, kala fajar menyingsing. Kaylee membuka pintu apartemen miliknya yang sudah ia tempati beberapa bulan terakhir.


Wajah gadis itu terlihat sangat lelah dan pucat. Bahkan rambut panjangnya di gelung acak ke atas. Menampakkan Kaylee yang tidak tidur semalaman. Tampak tubuh Kaylee menggigil menahan hawa dingin yang menusuk hingga tulang.


Semalaman ia hanya terdiam duduk di kursi taman di kota New York hingga sepi pengunjung. Kemudian kembali ke kota Queen's menggunakan kereta malam.


 Kaylee hanya menangis dan meratapi kepergian keluarga nya yang meninggalkan ia seorang diri di dunia ini. Di kala perlahan ia bisa melupakan kepergian Kaylaa dan papanya, sekarang laki-laki yang mulai di cintainya pun menyakiti hati nya.


"Hidup ini sungguh tidak adil pada ku".


Setelah pintu unitnya terbuka. Kaylee menarik nafas dalam-dalam, melepas sepatunya secara sembarangan.


Gadis itu hendak melangkah masuk ke kamarnya dengan langkah kaki begitu lemah seperti tak bertenaga. Bahkan Kaylee melangkah sambil berpegangan tangan pada dinding apartemen berukuran mungil itu.


"Sayang...


Langkah kaki Kaylee terhenti. Pendengaran nya menangkap jelas suara yang mulai akrab di telinganya. Kaylee menggelengkan kepalanya.


 "Aku bermimpi. Aku ingin tidur yang panjang, tubuh ku lelah. Aku akan kembali ke Chicago. Aku harus melanjutkan hidup ku, menjaga toko bunga mama", ucap Kaylee bicara pada dirinya sendiri. Terdengar begitu pilu.


Tiba-tiba ada yang mendekap kuat tubuh yang begitu lemah itu.


"Sayang...maafkan aku. Aku tidak tahu kau Kaylee saudara Kaylaa. Maafkan aku Kaylee–"

__ADS_1


Kaylee kaget, ia memaksa kedua netranya membesar walaupun tetap saja terasa berat karena gadis itu terlalu banyak menangis.


"A-pa yang kau lakukan disini? Lepaskan aku!"


Tubuh Kaylee memang lemah, tapi ia sadar. Kaylee tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Ia beberapa kali mengerjapkan matanya untuk menyadarkan dirinya dari mimpi.


Flint mendekap tubuh Kaylee dengan erat. "Kenapa kau tidak mengatakan yang sebenarnya pada ku, bahwa kau bukan Kaylaa? Tory menjelaskan semuanya. Ia memberikan kunci apartemen mu pada ku. Aku sangat menguatirkan diri mu Kaylee".


Flint mengendurkan pelukannya, tangan kokoh itu membingkai wajah pucat Kaylee yang terasa sangat panas. Netra Flint menatap lembut ke dalam iris Kaylee yang berair. Nampak jelas lingkaran hitam dan bengkak di bawah mata indah itu. Lelah. Ya Kaylee terlihat begitu lelah. Bibirnya pun bergetar. Flint melihat semua itu tepat di hadapannya.


"Maafkan aku, sayang–


"T-inggalkan aku sendiri! Aku tidak mau melihat mu lagi!", ucap Kaylee terdengar begitu lemah. "Aku tidak mau berurusan dengan mu lagi! Aku tidak mau melihat mu lagi! Tinggalkan aku–"


Tiba-tiba semua gelap bagi Kaylee. Kaylee merasakan tubuhnya tidak bertenaga lagi. Namun ia masih bisa mendengar Flint memanggilnya dan mengguncang-guncang tubuhnya.


*


"Bagaimana keadaan kekasih ku, Roger? Apa perlu aku bawa ia ke rumah sakit sekarang? Aku tidak mau kenapa-kenapa dengan nya", ujar Flint terlihat panik sekali mengetahui Kaylee pingsan dan suhu tubuhnya naik.


"Kekasih mu demam, tubuhnya panas tinggi. Ia mengalami dehidrasi. Sepertinya ia mengalami hari yang sangat berat, sampai-sampai tubuhnya kelelahan seperti ini", ucap Roger yang merupakan teman Flint.


"Kau berikan beberapa macam obat ini. Tapi pastikan ia makan terlebih dahulu, sepertinya perut kekasih mu terlalu lama kosong, itu tidak baik untuk kesehatan nya", ujar Roger sambil memasukkan peralatannya ke dalam tas.

__ADS_1


Flint menganggukkan kepalanya.


Setelah Flint mengantar Roger ke depan pintu, ia kembali ke kamar. Melihat keadaan Kaylee begitu mengenaskan. Tergolek lemah di atas tempat berukuran sedang.


Flint mendekati nya, duduk di tepian tempat tidur itu, pasat memperhatikan wajah Kaylee yang penuh oleh keringat.


Flint mengusap keringat itu dengan handuk kecil dan mengompres kening Kaylee untuk mengurangi demam nya.


"Apa yang sudah aku lakukan pada mu. Maaf kan aku, sayang. Aku menyesal..."


"Kenapa kalian meninggalkan aku, mama, papa, Kaylaa. Aku sendirian.."


Kaylee bergumam dalam ketidak sandarannya. Suara itu terdengar begitu lirih dan pilu seperti menanggung beban yang sangat berat. Flint mendengarnya dengan jelas. Bahkan dari ujung mata Kaylee mengeluarkan kristal bening.


Flint tidak bisa menahan dirinya, kedua matanya pun memanas melihat kondisi Kaylee seperti sekarang. Semua karena dirinya. Ya Flint sangat sadar gadis itu tergolek lemah tak berdaya karena dirinya.


Membuat Kaylee menangis semalaman, mungkin ia menangis sudah berhari-hari sejak Flint meninggalkan nya tanpa pamit kala di Maldives.


Flint mengusap wajah Kaylee masih terasa sangat panas. Laki-laki itu menggenggam erat tangan Kaylee, mengecupnya berulangkali. "Kau tidak sendiri sayang, aku akan selalu bersama mu. Maafkan aku karena sudah membuat mu menangis, Kaylee".


...***...


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya 🙏💙

__ADS_1


__ADS_2