LOVE AND SACRIFICE (Cinta Dan Pengorbanan)

LOVE AND SACRIFICE (Cinta Dan Pengorbanan)
BAB 45


__ADS_3

Kaylee melangkahkan kakinya menuju pintu kedatangan. Pesawat yang di tumpanginya baru saja mendarat di bandara Chicago. Setelah dua jam penerbangan.


Kaylee langsung menaiki salah satu taksi yang berbaris di tempat parkir yang sudah di sediakan pihak bandara. Kay menyebut alamat yang ia tuju.


"Akhirnya aku kembali kembali ke kota ini. Kali ini aku tidak akan meninggalkan Chicago dalam waktu yang lama lagi. Aku selalu merindukan suasana kota ini", ucap Kaylee melihat jalanan kota yang dicintai nya itu.


Setelah empat puluh lima menit, akhirnya ia sampai di depan rumahnya. Rumah bercat putih bersih berlantai dua, selalu di rindukan Kaylee. Di rumah itulah tempat ia dan Kaylaa di besarkan. Keduanya mendapatkan kasih sayang dari Morgan dan Tracy sepenuh hati. Kaylee dibesarkan dalam keluarga harmonis.


Sekarang hampir senja. Kaylee menatap rumahnya dengan senyum bahagia.


"Rumah dan toko bunga peninggalan papa dan mama akan aku jaga sebaik mungkin", ucapnya sambil melangkah kan kakinya. Bersamaan ketika sebuah mobil berhenti di depan rumah itu.


"Kaylee... Kau kembali teman ku?"


Claire berlari kearah Kaylee. Memeluk erat tubuh temannya itu.


Claire memegang pundak Kaylee, menatap pasat Kaylee. "Kau sangat cantik seperti biasa". Claire menyipitkan matanya menatap Kaylee. "Tapi kau tampak kurus Kay, apa pekerjaan mu sebagai model sangat melelahkan?"


Kaylee tertawa mendengar celotehan teman baiknya itu. "Aku sangat merindukanmu Claire, aku juga merindukan rumah ini dan tentu saja Kaylee florist”, seru Kaylee mengajak Claire masuk.

__ADS_1


"Kay tunggu. Aku lupa mengambil makanan untuk bibi Dorothy. Aku sudah janji padanya membuat pie apel. Hari ini aku baru sempat membuatnya. Kebetulan sekali kau datang, kita bisa menikmatinya bersama", ucap Claire berlari ke mobilnya yang terparkir tepat di depan rumah Kaylee.


*


Langit mulai menghitam, ketika Kaylee dan Claire selesai menikmati makan malam mereka.


Dorothy mengusap lembut kepala Kaylee, wanita paruh baya itu sangat senang melihat Kaylee datang. "Sayang apa kau mau menambah makanan mu?"


"Huh. Aku sudah sangat kenyang bibi, lihatlah masakan mu aku lahap habis", jawab Kaylee melebarkan kedua matanya menunjuk hidangan di atas meja.


Dorothy tersenyum melihat Kaylee. "Selama di sini bibi akan memasak makanan kesukaan mu. Kau terlalu kurus sayang. Mama nona pasti akan marah kepada bibi, melihat putri kesayangannya kurus begini", sambung Dorothy lagi.


"Huh...apa juga aku bilang, kau sangat kurus Kay. Aku mendukungmu bibi, beri Kaylee makanan yang banyak agar tubuhnya seperti dulu", cicit Claire.


"Hah... benarkah Kay?", tanya Claire tak percaya.


Dengan pasti Kaylee menganggukkan kepalanya sembari memberi simbol "Swear".


Melihat Kaylee menjawab dengan pasti membuat Claire dan Dorothy tertawa bahagia. Keduanya langsung memeluk Kaylee yang juga tertawa bahagia. Suasana hangat yang selalu di rindukan gadis itu.

__ADS_1


*


Malam semakin larut, Flint masih berada di ruang kerjanya di perusahaan. Laki-laki itu tidak sendiri, tapi di temani Roland yang sedang menerima telepon dari seseorang.


Beberapa saat kemudian, Roland menutup panggilan telpon nya.


"Apa ada yang harus kau informasikan pada ku Roland?", tanya Flint tanpa mengalihkan perhatian pada lembaran berkas yang sedang di tandatangani nya.


"Iya tuan. Nona Kaylee sudah aman, ia sudah sampai di rumahnya di Chicago. Saat tiba di rumah itu ada seorang wanita muda yang berkunjung, sepertinya ia kerabat atau teman nona Kaylee. Saya sudah mengirim semua foto-foto yang di kirim Mike orang yang saya sewa untuk menjaga nona Kaylee seperti perintah tuan", ucap Roland.


Flint langsung melihat foto-foto yang di kirim Roland ke handphone nya. Kaylee tampak tertawa bahagia ketika betemu gadis yang Flint tidak tahu siapa itu. Namun Kaylee terlihat begitu senang bersamanya.


"Perintah kan Mike mengikuti Kaylee dari kejauhan, jangan sampai ia merasa ada yang mengikuti nya. Kau cari tahu juga siapa gadis bersamanya itu? Aku ingin tahu informasi tentang Kaylee setiap waktu Roland. Semuanya. Apa yang di lakukan nya setiap hari".


"Aku menjauh karena ingin membuat Kaylee tenang. Aku sudah membuat hatinya hancur. Butuh waktu untuk menyatukan nya kembali. Tapi untuk melupakan Kaylee Morgan, tidak akan bisa aku lakukan. Aku sudah terlanjur mencintai nya. Sampai kapan pun", ucap Flint bersungguh-sungguh. Laki-laki itu menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi kerja nya.


Saat ini sebenarnya ia sangat merindukan Kaylee. Namun ia harus kuat menahan rasa itu. Meskipun terasa begitu berat. Makanya Flint mengalihkan nya dengan bekerja.


"Kita akan bersama lagi Kaylee. Aku janji kita akan memulainya dari awal. Aku janji tidak akan membuat mu mengeluarkan satu tetes air mata kesedihan lagi..."

__ADS_1


...***...


Kita buktikan janji Flint ya


__ADS_2