LOVE AND SACRIFICE (Cinta Dan Pengorbanan)

LOVE AND SACRIFICE (Cinta Dan Pengorbanan)
BAB 61


__ADS_3

Mobil mewah berwarna hitam, melaju dengan kecepatan tinggi menembus keramaian kota New York di sore hari menjelang senja.


Pengendara mobil itu tak lain Flint Myron Gladwyn yang sedang diliputi amarah yang membuncah.


"Brengsek kau Leah Gibson. Kau membuat istri ku kritis. Dan kau membunuh anak ku!".


"Brengsek...Brengsekkkk kau Leah!", teriak Flint sambil memukul-mukul setir mobilnya. Dengan wajah menggelap dan rahang mengetat, laki-laki itu terus memaki sepanjang perjalanan.


Flint memutar setir dengan tajam, membelokkan mobil yang dikendarai nya. Berhenti tepat di depan sebuah gedung berlantai tiga. Laki-laki itu memarkir mobil secara sembarangan. Tanpa membuang waktu ia keluar dan membanting keras pintu mobilnya.


Dengan langkah cepat Flint masuk ke gedung itu. Wajah Flint semakin mengelap dengan kedua tangan terkepal.


"Selamat sore tuan, apa yang bisa saya bantu?", sapa resepsionis ramah. Namun Flint tidak menghiraukan nya. Membuat wanita muda itu curiga dan berlari menghampiri Flint.


"Tuan anda mau kemana dan menemui siapa?", tanya resepsionis sambil melambaikan tangannya pada security yang berdiri di depan pintu masuk.


Dari kaca lobby nampak Thomas dan Aaron keluar mobil. Dengan tergesa-gesa keduanya berlari masuk melalui pintu lobby.


"Flinttt... tunggu!", teriak Thomas. Namun seakan tidak mendengar panggilan Thomas dan resepsionis, laki-laki itu menerobos masuk ke salah satu ruangan. Ia membanting keras daun pintu di hadapannya dan langsung masuk.


*


Leah yang sedang bekerja mengukur bahan kain di meja berukuran luas bersama tiga orang anak buahnya seketika melihat kearah pintu yang terbuka.


Wajah cantik itu langsung tersenyum sumringah begitu melihat Flint yang membuka pintu. "Flint–"


"Tidak perlu berbasa-basi dengan ku Leah Gibson! Kau mau main-main dengan ku, hah?!", teriak Flint menghampiri wanita yang terpaku di tempatnya.


Flint yang telah di kuasai amarah, tanpa ampun langsung mencengkram kuat leher Leah.


Ketiga anak buah Leah langsung menjerit ketakutan dan panik. Hal itu membuat karyawan yang ada di luar berhamburan masuk ke ruang produksi yang ada di Fashion house milik Leah.

__ADS_1


"Berani kau mencelakai istriku dan membuat ku kehilangan janin yang di kandung istri ku, brengsek!!", hardik Flint kian mengetatkan cengkraman tangannya pada leher Leah.


Kedua mata gadis itu seketika memerah dan mengeluarkan air di sudut matanya. Spontan tangan Leah berusaha melepaskan cengkraman keras Flint.


"Tuan apa mau anda? Lepaskan nona Leah! Polisi telah menuju kemari!", tegas keamanan.


"Flint...Kau bisa membunuh nya!", ucap Aaron. Ia dan Thomas berusaha melepaskan tangan Flint pada leher Leah.


"Jangan ikut campur! Aku memang ingin membunuh wanita ini, seperti yang ia lakukan pada istri dan anak ku!"


"Drt..


"Drt..


"Shittt. Shittt!!"


Flint mengumpat penuh amarah ketika handphone miliknya berdering.


Laki-laki itu melepaskan cengkraman tangannya dan melihat siapa yang menghubungi nya. Mulutnya mendecah.


Wajah Flint semakin dingin. Rahang laki-laki itu kian mengeras. Tatapan matanya tajam bak elang menghunus menatap Leah.


"Kau harus bertanggung jawab atas apa yang telah kau lakukan pada Kaylee. Kau akan membusuk di penjara Leah Gibson!", ucap Flint dengan penekanan kata-kata ketus.


Leah membalas tatapan itu. Kedua tangannya masih berada di lehernya.


"Aku puas...Aku puas menghabisi wanita itu. Kebetulan sekali ia sedang hamil anak mu. Hahhaa ternyata yang ku lakukan efektif dan efektivitas bukan?! Dengan satu peluru dua nyawa melayang", ucapnya sarkas sambil tertawa.


Flint mendekati Leah...


"Plakkkk!!!"

__ADS_1


"Akh–"


Dengan tangan terkepal Flint memukul wajah Leah. Seketika wajah itu memerah di sudut bibirnya mengeluarkan darah segar.


Anak buah Leah tidak bisa berbuat apa-apa, melihat atasan mereka terhuyung kebelakang setelah menerima tamparan keras di wajahnya. Mereka baru menyadari siapa laki-laki yang sangat marah pada bos mereka.


Flint segera keluar setelah itu, menuju mobilnya. Ia nampak menghubungi seseorang melalui handphone.


*


"Aku dan Aaron sudah sering mengingatkan mu Leah, tapi kali ini perbuatan mu benar-benar sudah keterlaluan. Wajar Flint marah seperti itu", ucap Thomas sambil menggelengkan kepalanya melihat kondisi Leah kini.


"Aku tidak butuh nasihat kalian berdua! Flint tidak akan menjadi milik siapa pun! Aku puas sudah membunuh wanita itu!"


"Ckckck. Kau salah Leah, Kaylee baik-baik saja. Ia kehilangan janin di kandungannya yang baru berusia satu bulan", jawab Aaron menggelengkan kepala sambil berdecak.


"Dan kamu harus mempertanggungjawabkan perbuatan mu. Flint tidak akan membiarkan kamu lolos, Leah. Kau tahu seperti apa teman kami itu!", sambung Thomas.


Mendengar perkataan teman-teman Flint seketika tubuh Leah gemetaran dan limbung. Beruntung kedua anak buahnya cepat memegangi nya.


"P-ergi!


"Pergiii kalian semua dari tempat ku. Pergiii! Tinggalkan aku sendiri", teriak Leah panik. Wanita itu menghamburkan semua benda-benda yang ada di hadapannya.


"Aku membencimu Flint Myron Gladwyn. Aku membencimu..."


...***...


To be continue


Novel ini akan segera tamat ya teman-teman, karena performa karya tidak meningkat juga sampai dengan bab 60.

__ADS_1


Emily selalu meminta bantuan kalian untuk tinggalkan komentar yang banyak dan saling berinteraksi sebagai salah satu promosi yang bisa meningkatkan performa karya di NT saat ini.


Terimakasih banyak buat pembaca yang selalu meninggalkan komentar positif di setiap karya Emily 🙏 Hugs and kisses🤗😚


__ADS_2