
"Jangan terkejut. Tracy dan istri ku Marie berteman", ucap Axton sambil duduk.
"A-pa nyonya mengenal mama ku?"
Tracy tersenyum mendengar pertanyaan Kaylee yang ingin memastikan. Wanita itu menuntun Kaylee agar duduk di sampingnya. "Tentu saja. Aku, Morgan dan Tracy adalah teman lama. Nama mu Kaylee bukan?", tanya Marie.
Kaylee menganggukkan kepalanya.
Perkataan Marie sungguh mengejutkan Kaylee. Karena kedua orang tuanya tidak pernah bercerita apapun, terutama ayahnya. Padahal hotel Axton sudah berdiri beberapa tahun yang lalu di kota itu.
"Aku dan istriku menetap di Kanada, jadi wajar kamu tidak mengenal kami. Bisnis yang kami punya sekarang di pegang putra ketiga kami", ujar Axton sambil menyesap minuman yang di suguhkan pelayan beberapa saat yang lalu.
Tiba-tiba Marie memeluk Kaylee. Wanita itu menangis haru. "Maafkan bibi tidak bisa datang saat Tracy dan ayah mu meninggal dunia".
Kaylee merasa kikuk di perlakukan seperti itu. Ia menatap Claire begitu juga sebaliknya.
"Tidak apa-apa nyonya Marie. Saya mengerti. Papa mendapat serangan jantung", ucap Kaylee sembari mengusap punggung Marie.
Wanita paruh baya itu mengurai pelukannya, Claire memberikan tisu untuknya. Mendadak rasa ingin ke toilet gadis itu bisa di tahannya.
Marie tersenyum. "Panggil aku bibi sayang", ucapnya mengusap lengan Kaylee. "Aku senang bisa kembali ke kota ini. Dan melihat mu sudah tumbuh dewasa. Bukan kah Tracy dan Morgan memiliki putri kembar?"
Sesaat Kaylee menundukkan wajahnya. "Kakak ku Kaylaa mengalami kecelakaan pesawat lima bulan yang lalu bibi, Kaylaa dan penumpang lainnya tidak selamat", jawab Kaylee haru.
"Selang berapa jam, papa meninggal juga karena serangan jantung setelah mengetahui pesawat Kaylaa mengalami kecelakaan", ucap Kaylee menitihkan air matanya.
Marie dan Axton menghela nafas panjang, mendengar cerita sedih Kaylee. Marie memeluk Kaylee. Ikut merasakan kesedihan gadis itu.
"Paman dan bibi turut berdukacita sayang. Semoga kamu bisa menerima dengan ikhlas kepergian papa dan kakak mu. Jika kau membutuhkan sesuatu datang lah kemari rumah ini terbuka untuk mu. Sekarang untuk waktu yang lama kami akan menetap di Chicago", ucap Marie tersenyum hangat.
"Terimakasih bibi Marie", jawab Kaylee pelan.
Beberapa saat kemudian, terlihat seorang pria menghampiri Axton, ia membisikkan sesuatu di telinga laki-laki paruh baya itu.
"Sayang aku harus bicara dengan asisten ku di ruang kerja, tidak apa-apa kan kau saja yang bicara dengan Kaylee mengenai perayaan pernikahan emas kita?"
"Iya tentu saja. Aku akan mendiskusikan nya dengan Kaylee", jawab Marie melirik suaminya.
Setelah Axton berlalu, Marie menjelaskan keinginan ia dan suaminya memakai jasa Kaylee untuk menyediakan semua bunga-bunga segar di hotel tempat acara mereka nanti, yang hanya tinggal beberapa hari saja.
Tentu saja Kaylee menyanggupi. Ia mencatat semua keinginan Marie, tema seperti apa yang diinginkan nya.
__ADS_1
Claire memperlihatkan beberapa contoh rangkaian bunga-bunga indah dari toko Kaylee pada Marie. Marie sangat menyukai karya Kaylee. Ternyata bakat merangkai bunga yang di miliki Tracy benar-benar jatuh pada putri bungsunya.
Sebelum Marie dan Kaylee berbincang lebih jauh, Claire permisi mau ke toilet pada Marie. Marie memberi tahu Claire agar mengunakan toilet di dekat pantry, letaknya paling ujung.
Kaylee melanjutkan pembicaraan dengan Marie. Keduanya sudah sepakat.
*
"Mansion sebesar ini kenapa tidak ada orangnya, apa yang tinggal di sini hanya nyonya Marie dan suaminya saja? Huh kalau aku sendirian bisa-bisa tersesat di rumah sebesar ini", gumam Claire sambil celingak-celinguk mencari toilet yang di maksud Marie. Namun ia tidak menemukan nya.
"Hi..Hello.. Tunggu!!"
Claire setengah berteriak ketika melihat seorang laki-laki masuk ke dalam ruangan. Tanpa pikir panjang Claire mengikuti laki-laki tersebut.
Kedua mata Claire melihat sekeliling ruangan. Sepertinya gudang. Banyak peralatan pertukangan yang tergantung di dinding.
"Kau membutuhkan sesuatu, nona?", tanya laki-laki yang di ikuti Claire.
Claire menatap laki-laki itu sedang memegang gunting tanaman, tubuhnya berkeringat. Ia juga mengenakan topi di kepalanya.
"Hm...kau pasti tukang kebun tuan Axton. Aku mencari toilet, bisakah kau membantuku?", tanya Claire dengan wajah meringis menahan rasa ingin pipis.
Claire langsung berlari ke sana.
"Awas kau tersesat lagi nona!"
"Tuan Thomas, apa yang anda cari di gudang biar saya yang mencarikan untuk tuan", ujar pelayan begitu melihat majikannya.
"Mendez...siapa gadis yang berada di toilet, apa ia pelayan baru di rumah ini?"
"Oh itu tamu nyonya Marie, ia dan temannya yang akan mengurus pesta lima puluh tahun pernikahan tuan dan nyonya besar", jawab pelayan yang bernama Mendez tersebut.
Sesaat kemudian, terdengar panggilan Marie pada Mendez. Ketika melihat putranya ada di sana wajah Marie langsung tersenyum.
"Sayang kebetulan sekali kamu ada di sini, ayo ikut mama. Kau harus berkenalan dengan putri teman mama", ujar Marie menarik tangan Thomas.
Jika sudah begitu Thomas tidak bisa mengelak lagi. Thomas melempar topinya. "Ma...aku berkeringat, habis berolahraga. Sebaiknya aku mengganti pakaianku dulu".
"Ah tidak apa-apa, anak mama tetap tampan seperti biasanya", jawab Marie.
Sesaat kemudian..
__ADS_1
"Kaylee..perkenalkan putra bungsu bibi. Thomas!"
Serentak berbarengan Kaylee dan Thomas saling bertatapan tidak percaya.
"Kaylaa?". Nama Kaylaa yang keluar dari mulut Thomas.
"Thomas?
Marie kaget melihat ternyata keduanya sudah saling kenal. "Wah ternyata kalian sudah saling mengenal?"
Claire yang sudah duduk di samping Kaylee pun di buat kaget, ternyata laki-laki yang ia sebut tukang kebun ternyata pemilik mansion ini. Ia juga sudah mengenal Kaylee. Gadis itu terlihat jadi salah tingkah menyadari kelakuannya saat bertemu Thomas di gudang.
*
Thomas mengantarkan Kaylee dan Claire ke mobil, ketika keduanya pamit pulang.
"Wah, dunia sempit sekali ternyata mama ku berteman dengan orang tua mu Kay", ujar Thomas tertawa.
"Iya, aku juga baru tahu", jawab Kaylee tertawa juga.
"Kaylee.. Kau tidak akan mengenalkan aku dengan temanmu?". Thomas melirik Claire yang lebih banyak terdiam di samping Kaylee.
"Oh tentu saja. Dia Claire teman baik sekaligus rekan kerja ku", jawab Kaylee tersenyum.
Thomas mengulurkan tangannya pada Claire. Gadis itu nampak ragu untuk menerima nya.
"Maafkan ucapan saya tadi tuan. Saya tidak tahu anda putra tuan Axton", ujar Claire yang membuat Kaylee menatapnya penuh selidik.
"Tenang saja, tidak masalah. Aku memang menyukai dunia perkebunan", jawab Thomas ramah membuat Claire tersipu.
Sebelum mobil Kaylee melaju, Thomas bilang ingin bicara padanya.
"Kau datang ke toko bunga ku saja Thomas, kita berbincang di sana", ujar Kaylee sambil melambaikan tangannya.
Setelah mobil itu melaju. Thomas berkacak pinggang. "Aku harus memberi tahu Flint berita ini".
"Claire. Hm..nama yang menarik!"
...***...
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya 🙏
__ADS_1