
Hari ini kak ryu mengantarku kesekolah.
"Makasih ya kak" ucapku sambil membuka pintu mobil.
"Loh kok kakak ikut turun" tanyaku heran melihat kak ryu turun dari mobil mengikutiku.
"Kakak ada urusan di sekolahmu" jawab kak ryu.
"Urusan apaan" tanyaku penasaran.
"Nanti juga kamu tau, ayo kakak antar kamu kekelas.. " ucap kak ryu menyeretku.
"Eee.. Ehh.. Kak, aku bisa kekelas sendiri" ucap ku gugup.
Banyak siswi yang terpesona melihat kak ryu, para siswa menatap tak suka. Dan ada juga yang saling berbisik melihat kami jalan berdua.
Di koridor aku dan kak ryu berpapasan dengan akira dan kaori.
"Aakira.. " ucapku gugup menyapanya.
Akira memandang tidak suka kak ryu.
"Udah punya gandengan sendiri, madih ganjen aja gangguin cowok orang" ucap sinis kaori.
"Jaga mulut kamu ya, sebelum ngomong ngaca dulu.. " ucap akari tak kalah sinis.
"Kamu.. " kaori hendak menampar wajah akira.
Tapi tangan kaori di tangkap oleh kak ryu.
"Sayang sekali, sikapmu tak secantik penampilanmu.. " ucap dingin kak ryu.
Wajah kaori memerah menahan emosi dan amarah, nafasnya sudah kembang kempis
"Lepaskan tanganmu.. " ucap dingin akira, menepis tangan kak ryu.
Kak ryu dan akira saling adu pandang, mata mereka membara.
"Kak ryu, ayo kita pergi.. " ucapku menarik tangan kak ryu.
__ADS_1
Akari mengajak kak ryu ke kantin sekolah.
"Ri, siapa lelaki tadi.. " tanya kak ryu penasaran.
"Pacarku.. " jawabku singkat.
"Pacarr.. Tapi kenapa sikapnya dingin sekali kepadamu dan dia bersama wanita lain, apa dia selingkuh darimu.. " ucap kak ryu mulai emosi.
"Hmmhh.. Panjang veritanya kak.. " ucapku malas.
"Pagi.. " sapa yuriko, yang datang bersama tatsuya.
"Pagi.. " jawab kak ryu.
Mereka berdua duduk bergabung bersama kami.
"ryu ngapain kamu disini " tanya tatsuya
"Aku ada urusan disini" jawab kak ryu.
"Urusan apa, jangan bilang kak ryu sekarang jadi bodyguardnya akari" tanya yuriko.
"Apaan sih kak ryu, sok misterius" ucap akari.
"Krinngggg.. " bel masuk berbunyi.
"Kak udah bel tuh, aku tinggal ya.. " ucap akari berdiri.
"Ok, lok ada apa-apa panggil kakak aja" ucap kak ryu.
"Siapp.. Ayuk yur.. " ucap akari.
"Kak kita duluan ya. " ucap yuriko sambil tersenyum manis.
Kak ryu mengangguk sambil tersenyum tak kalah manis.
"Echmm.. " tatsuya berdehem membuat yuriko salah tingkah.
Jam pelajaran pertama sudah di mulai 5 menit yang lalu, tapi masih belum ada tanda-tanda guru yang datang mengajar.
__ADS_1
"Guru nya kemana sih" ucap saki mulai bosan.
"Mana aku tau " jawab sena.
"Aduh perutku sakit nih, aku mau ketoilet dulu ya" ucapku pada yuriko.
"Mau aku anter gak" tanya yuriko.
"Enggak Usah aku bisa sendiri kok" tolakku.
Aku keluar kelas menuju toilet.
Tanpa ku sadari seseorang mengikutiku dari belakang.
"Akhh.. Leganya.. " ucapku sambil mengelus perutku yang terasa nyaman.
"Kok gak bisa dibuka" batin ku paik saat pintu kamar mandi terkunci dari luar.
"Dog.. Dog.. Dog.. " pintu di gedor.
"Buka.. Ada orang disini, siapa pun buka.. " teriak akari.
"Byurrr.. "
Seseorang menyiram akari dari atas pintu.
"Akhhh.. Woii buka.. " teriak akari.
"Buka aja sendiri kalok kamu bisa, ini pelajaran buat kamu karna sudah buat aku malu.. " ucap seseorang dari balik pintu.
"Kaori.. Kao.. Buka pintunya.. " teriak akari.
"Bye.. Bye.. Disini tempat yanhg cocok untukmu" ucap kaori berlalu meninggalkan akari.
"Kaori, aku akan membalasmu.. " teriak kesal akari.
"Kao, kamu dari mana.. " tanya akira.
"Dari luar, liat guru datang atau gak" jawab tenang kaori.
__ADS_1
Akira mengangguk, tapi dia menatap heran baju kaori yang sedikit basah.