
Keesokan harinya Akira datang menjemput Akari, hari ini jadwal akari datang ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan mengenai insiden beberapa waktu lalu.
Setelah 3 jam pemeriksaan selesai. Akari memutuskan agar kaori tidak di penjara, dan di kirim ke rumah rehab untuk pemulihan mentalnya, meski akari memaafkan kaori akari enggan menemui kao. Karena semua insiden yang di sebabkan kao membuat akari trauma. Jadi akari meminta akira, untuk menemui kaori sebagai gantinya.
"Bagaimana pemeriksaannya tadi.. " tanya akira.
"Semuanya berjalan lancar.. " ucap akari.
"Syukurlah, semuanya telah selesai sekarang. Akari kaori menitip salam untukmu dan iya meminta maaf atas semua kesalahan yang terjadi. Dan dia benar-benar menyesal. " ucap akira.
Akari hanya mengangguk sambil tersenyum miris.
"Kak ryu.. " teriak akari dari sebrang jalan, ryu tampak sedang bertengkar dengan seorang gadis. "Ayo kesana.. " ucap akari menarik tangan akira mendekati ryu.
"Ada apa kak.. " tanya akari.
"Bagus kamu datang ri.. Nih kenalin dia pacarku.. " ucap ryu merangkul akari, sementara tangan akari masih menggandeng tangan akira. Akari mendelik terkejut mendengar kata-kata ryu, begitupun akira.
"Pacar.. Aku tidak percaya jika dia pacarmu" ucap gadis itu tersenyum sinis.
"Kenapa tidak.. " tanya ryu bingung.
"Jika dia memang benar pacarmu, mana mungkin dia menggandeng pria lain saat bersamamu.. " jawab sang gadis melirik tangan akari dan akira yang bergandengan.
__ADS_1
Ryu terkejut melihatnya, " siall.. " umpat ryu. Dia sudah kehabisan cara untuk membuat gadis itu menyerah terhadapnya.
"Akari, kakak mohon tolong kakak satu kali ini saja.. " bisik ryu di telinga akari.
Akari melirik ryu, ryu memasang wajah memelas. "Hmhhh.. Hai kenalin aku akari, aku pacar kak ryu, dan dia akira sahabatku.. Kami memang selalu bergandengan kemanapun kami pergi. Karena kami sudah seperti lem yang saling melekat dan itu pun tidak masalah buat kak ryu.. " ucap akari memperkenalkan diri.
"Begitukah.. " ucap sang gadis masih curiga.
Saat akira, hendak protes akari segera merangkul akira " tentu saja, kita semua sudah seperti keluarga.. " ucap akari merangkul ryu dan akira.
Gadis itu melirik ryu sinis, berdecak kesal lalu pergi meninggalkan mereka bertiga.
"Akhirnyaaa.. " ucap ryu tersenyum legaa...
"Ok.. Ok.. Aku akan jelaskan, sebelumnya ayo kita ke cafe itu.. " ucap ryu, menunjuk cafe yang khusus menjual ice cream yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri.
"Silahkan dinikmati.. " ucap pelayan menghidangkan ice cream.
Akari dan akira tidak bergerak masih menunggu penjelasan dari ryu.
"Makan dulu, ini untuk mencairkan suasana di cuaca yang terik ini.. " ucap ryu.
"Siapa dia kak, dan kenapa.. " tanya akari sudah tidak sabar.
__ADS_1
"Baiklah, kakak akan ceritakan. Namanya calista dia gadis yang selalu mengejar-ngejar kakak dari masa lalu, ini semua gara-gara kakakmu jika bukan karena kakakmu menghubungi dia, dia tidak akan kembali mengejar kakak. Jadi terpaksa kamu yang harus bertanggubg jawab atas ulah kakakmu itu.. " ucap ryu.
"Maksudnya.. " akari masih tidak mengerti.
"Kakakmu itu ingin sekalu menjodohkan kakak, kakak gak mu.. " ucap ryu memperjelas.
Akari terkikik mendengarnya.
"Jangan ketawa kamu.. " ucap kesal ryu.
"Ryu kamu masih berhutang maaf padaku.. " ucap akira datar.
"Owh iya, sorry aku lupa lok kamu dah balikan sama akari.. " ucap ryu.
"Dari mana kak ryu tau.. Perasaan aku belum bilang sama siapa-siapa deh.. " ucao akari.
"****** keceplosan.. " umpat ryu.
"Kakak kamu lah yang cerita, sapa lagi coba" ucap ryu asal.
"benar juga ya, yang baru tahukan cuma kak reyka.. "Ucap akari sambil menikmati ice creamnya.
"Selamet.. Selamet. " batin ryu lega.
__ADS_1
"Oh ya kak, lusa kita bakal balik ke jepang.. Kak ryu ikut enggak.. " tanya akari.