Love Is You

Love Is You
Part 56


__ADS_3

"Berhenti.. "


Akari dan kak ryu menoleh ke sumber suara.


"Kenapa kak.. " tanya akari.


"Perut kakak sakit, kalian duluan saja kakak pelu ke toilet.. " ucap kak reyka dengan wajah mulas.


"Apa perlu aku antar.. " ucap akari khawatir.


"Tidak.. Tidak.. Kakak bisa sendiri, kalian bersenang-senang saja, kakak pergi dulu.. " ucap kak reyka sambil berlari-lari kecil.


Akari dan kak ryu saling menatap dan mengedikkan bahu.


"Ayo.. " ucap akari menarik tangan kak ryu menuju kerumunan.


"Permisi.. " mereka berdua berjalan menembus kerumunan agar bisa melihat lebih dekat.


Terlihat sepasang muda-mudi sedang berduet menyanyikan lagu romantis, ywng membuat hati ikut berbunga-bunga.


Akari terdiam menikmati lagu yang di bawakan, lagu itu mengingatkan kenangannya bersama akira.


Tanpa sadar akari melihat wajah seseorang seperti akira.


"Akira.. " ucap akari tanoa sadar.


"Ada apa ri.. " tanya kak ryu, yang berdiri di belakang akari.


"Oh, enggak apa-apa kak.. " ucap gugup akari.


"Baiklah, ayo kita lanjutkan jalan-jalannya" ucap kak ryu sambil menggandeng tangan akari.


"Tidak mungkin, yang kulihat tadi pasti bukan akira. Akira tidak mungkin berada disini" batin akari berusaha menyadarkan dirinya.


"Akari kenapa kamu diam saja, apa kamu merasa lelah.. " tanya kak ryu, memperhatikan raut wajah akari.

__ADS_1


"Iya sedikit kak.. " ucap akari sambil meringis.


"Ya sudah, kita cari tempat untuk istirahat dulu.. " ucap kak ryu.


Akari mengangguk.


Akari dan ryu berhenti di depan penjual camilan.


"Kamu ingin makan apa ri.. " tanya kak ryu.


"Sosis goreng kayanya enak kak" ucap akari.


"Pak sosis gorengnya ya " ucap kak ryu.


"Kak aku lihat-lihat sebelah sana ya.. " ucap akari, menunjuk kearah penjual aksesoris di sebelah gerobak penjual camilan.


"Baiklah, jangan jauh-jauh" ucap kak ryu,


Akari berlari kecil ke arah penjual aksesoris.


"Akhhh.. " akari terjatuh karena terserempet sepeda.


"Akari.. " teriak kak ryu, berlari mendekati akari.


"Maaf nona, apa nona baik-baik saja" tanya pengendara sepeda berusaha membantu akati bangun.


"Iya, aku gak apa-apa kok.. " ucap akari.


"Baiklah saya permisi kalau begitu.. " ucap si pengendara sepeda, setelah akari kembali berdiri.


"Akari kamu baik-baik saja.. " tanya kak ryu, memastikan keadaan akari dari atas sampai bawah.


Akari berdiri dengan tumpuan satu kaki, kaki yang satunya berjinjit.


"Kakiku sedikit sakit.. " ucap akari mengernyit.

__ADS_1


"Ayo naik.. " ucap kak ryu, berjongkok di depan akari.


"Kakak ngapain.. " tanya akari bingung, dambil melihat sekeliling banyak orang yang memperhatikan mereka.


"Kaki kamu sakit, oasti gak bisa jalan. Kita cari tempat untuk mengobati lukamu" ucap kak ryu.


Akari dengan enggan naik ke punggung ryu.


Terlihat dari kejauhan seseorang memandangi mereka berdua dengan hati terbakar cemburu, tangannya mengepal menahan emosi.


Ryu mendudukan akari di bangku tangan, ia mulai memeriksa kaki akari.


"Kakimu terkilir lumayan parah ri, kita kerumah sakit ya " ucap kak ryu.


"Apa perlu kerumah sakit kak" ucap akari menunduk sedih.


Akari benar-benar merasa buruk, mendengar kata rumah sakit.


"Kamu pasti akan baik-baik saja akari.. " ucap kak ryu mengusap rambut akari.


"Aku tau aku akan baik-baik saja, tapi.. " ucap akari menggantung.


"Tapi.. " tanya kak ryu.


"Hatiku yang tidak baik-baik saja.. " batin akari.


"Enggak pa-pa kok kak, ayo kita pulang saja. Aku tidak mau ke rumah sakit.. " ucap akari manja.


"Hmhhh.. " kak ryu menghela nafas panjang.


"Kakak marah ya.. " tanya akari memasang wajah sedih.


"Enggak, tapi jika kak reyka tau kamu terluka pasti dia akan memarahi kakak habis-habisan karena tidak menjagamu dengan baik" ucap kak ryu, memasang wajah cemas.


"Kak ryu gak usah khawatir, aku pasti akan membela kak ryu.. " ucap akari bangga.

__ADS_1


__ADS_2