
Akari sedang duduk santai di balkon apartement, sambil menikmati indahnya bintang.
"Akira, apa kau di sana baik-baik saja. Aku sangat merindukanmu.. " batin akari. Dadanya terasa sakit, air mata mulai menetes dari sudut matanya.
"Akari.. " panggil kak reyka. Akari segera mengusap air matanya lalu menoleh ke arah kak reyka.
"Iya kak, ada apa.. " tanya akari dengan suara di buat senormal mungkin.
"Ayo kita makan di luar, sekalian jalan-jalan.. " ajak kak reyka.
"Baiklah, aku siap-siap dulu." ucap akari.
"Kakak tunggu di bawah.. " ucap kak reyka.
15 menit kemudian akari selesai bersiap-siap. Akari segera turun mrnghampiri sang kakak.
"Kak ryu gak ikut kak.. " tanya akari celingukan.
"Dia masih ada urusan.. Setelah selesai dia akan menyusul.. " ucap reyka berjalan menuju mobilnya. Akari mengekori.
"Waahhh.. Pemandangan malam disini benar-benar indah ya kak, pantas aja kak reyka betah tinggal disini. " ucap akari, memandang keluar jendela.
"Itu salah satu alasan kakak betah disini, kalau bukan karena pekerjaan kakak pasti akan lebih memilih tinggal bersamamu.. " ucap kak reyka.
"Kakak.. " ucap akari, tersenyum menatap haru kak reyka.
"Kenapa kamu melihat kakak seperti itu, kakak akan baik-baik saja jika kamu juga baik, jadi pesan kakak kamu harus bisa jaga diri, dan jangan bergantung kepada orang lain" ucap kak reyka.
"Iya kak, aku janji akan menjaga diri baik-baik. Aku sayang kakak.. " ucap akari, bergelayut manja di lengan sang kakak.
__ADS_1
" kakak juga menyayangimu akari.. " ucap reyka. Mengelus sayang rambut akari dengan sebelah tangannya. Dan sebelah tangannya yang lain memegang setir.
Kami tiba di restaurant pinggir jalan.
"Ayo turun.. " ajak kak reyka.
Akari mengangguk.
"Kamu mau makan apa..? " tanya kak reyka membuka buku menu.
"Aku ingin makan yang pedas kak.. " jawab akari.
"Pelayan.. " panggil kak reyka.
"Iya nona, mau pesan apa? " tanya pelayan.
"Baik nona, akan segera siapkan" ucap pelayan berlalu pergi.
"Akari, bagaimana hubunganmu dengan akira.. " tanya kak reyka, memulai percakapan.
"Mmm.. Aku sedang berusaha melupakannya kak.. " ucap akira menundukkan kepalanya sedih.
"Apa dia belum bisa mengingatmu.. " tanya kak reyka hati-hati.
"Kamu yang sabar ya, jika kalian berjodoh kalian pasti akan di persatukan kembali.. " ucap kak reyka memberikan semangat sambil mengelus rambut akari.
Akari mengangguk sambil mengulas senyum manja.
"Nahh.. Gitu dong senyum. Ini baru akari adik kakak yang manis.. " ucap kak reyka mencubit kedua pipi akari.
__ADS_1
"Aahhh.. Sakit kak.." protes akari, mengusap pipi nya.
"Wahhh.. Senangnya liat adik kakak akur.. " ucap ryu yang baru datang.
"Kak ryu, sini duduk.. " ucap akari menepuk bangku di sebelahnya.
Ryu mengangguk sambil mengulas senyum dan duduk di sebelah akari.
"Bagaimana urusanmu apa sudah selesai.. " tanya kak reyka.
"Iya, aku buru-buru menyelesaikannya karena ingin mengajak akari berkeliling kota.. " ucap kak ryu bersemangat.
"Wahh.. Maaf ya kak aku jadi ngerepotin kak ryu, padahalkan masih bisa besok lagi kita jalan-jalannya.. " ucap akari.
"Kamu gak perlu minta maaf akari, kakak benar-benar senang hari ini bisa mengajakmu berjalan-jalan di kota kelahiran kakak.. " ucap kak ryu mengusap kepalaku gemas.
Kak reyka tersenyum melihat kedekatanku dengan kak ryu.
"Andai saja kalian bisa bersama, akan lebih baik dan aku yakin akari akan selalu tersenyum seperti ini jika terus bersama ryu.. " batin kak reyka.
Selesai makan kami, mengelilingi kota dengan berjalan kaki. kami melihat sekumpulan orang berkerumun di tepi jalan.
"Kak mereka sedan apa itu.. " tanya akari menunjuk ke arah kerumunan.
"Oh itu, pengamen jalanan sedang mengadakan konser.. Kamu mau melihat.. " tanya ryu.
"Iya ayo, sepertina bagus.. " ucap akari menarik tangan ryu.
"Berhenti.. "
__ADS_1