
Akira berhenti di pinggir jalan mencari taksi yang lewat.
"Akari aku mohon tunggu aku.. " batin akira gelisah.
Sebuah taksi berhentu di depannya, akira segera masuk di ikuti kaori.
"Pak menunju bandara.. " ucap akira pada sopir taksi.
"Ra, aku mohon lupakan akari, mari kita mulai hubungan kita daro awal lagi, akari sudah melepasmu.. " ucap kaori berusaha membujuk akira.
"Diam atau kau turun kao.. " bentak akira.
"Tapi.. " kaori menggantung ucapannya karena mendapat tatapan tajam dari akira.
"Tolong lebih cepat pak.. " ucapa akira.
"Baik tuan.. "
"Akari kami akan sangat merindukanmu.. " ucap yuriko memberikan pelukan perpisahan.
"Aku juga yuri.. " ucap akari.
"Jangan lupa hubungi kami saat sampai.. " ucap saki.
"Pasti.. " ucap akari
"Akari jaga diri baik-baik.. " ucap sena.
"Kalian juga harus jaga diri.. " ucap akari.
"Ryu, kami titip akari tolong jaga dia.. " ucap tatsuya.
"Tanpa kalian minta, aku akan selalu menjaganya.. " ucap kak ryu.
"Aku titip akira ya pada kalian, tolong selalu awasi dia. " ucap akari.
"Kamu jangan khawatir ri, bagaimana pun akira sahabat kita, kita pasti akan selalu membantunya.. " ucap satoru.
__ADS_1
"Iya ra, akira begini karena dia sakit, kami bisa mengerti itu, kamu jangan terlalu mengkhawatirkannya ada kami disini untuk menjaganya.. " ucap sora.
Akari mengangguk tersenyum.
Akari dan kak ryu pergi menuju pesawat..
Yuriko saki dan sena melambaikan tangan mata mereka mulai berkaca-kaca. Mereka memeluk pasangan mereka masing-masing.
Saat hampir sampai di bandara, tiba-tiba taksi berhenti, karen ada kemacetan di depan.
"Pak kenapa berhenti.. " tanya akira saat taksi tiba-tiba berhenti.
"Maaf tuan sepertinya ada kecelakaan di depan, kita tidak bisa lewat.. " ucap supir taksi.
"Baiklah kalau begitu saya turun disini saja. " ucap akira turun dari taksi dan langsung berlari.
"Akira tunggu.. " teriak kaori hendak turun dari taksi.
"Nona maaf anda belum bayar.. " ucap dopir taksi menghentikan kaori.
"Oh, iya ini pak.. " ucap kaori memberikan uang sambil segera turun.
"Buat bapak saja.. " teriak kaori sambil terus berlari.
Akira sampai di depan pintu bandara sambil terengah-engah, akira berlari dengan gontai masuk ke dalam bandara.
"Braakkk... " akira menabrak seseorang.
"Maaf.. " ucap akira tidak memperhatikan orang yang di tabraknya, dan langsung berlari kembali.
"Akira.. " ucap tatsuya terkejut melihat akira.
Orang yang di tabrak akira adalah tatsuya.
"Ra berhenti.. " teriak tatsuya mengejar akira.
"Sayang kenapa.. " tanya yuriko panik melihat tatsuya berlari..
__ADS_1
"Itu akira,.. " ucap tatsuya menunjuk akira yang berlari diantara kerumunan orang.
Tatsuya dan yang lain berlari mengejar akira.
Akira berhenti di tengah kerumunan, melihatsekeliling mencari-cari.
"Akari... Akariii.. Akariiii... " teriak akira.
"Akari dimana kamu, aku mohon akari jangan tinggalkan aku.. "Teriak akira berlutut, menunduk sedih.
"Akira.. " seseorang menyentuh pundak akira.
"Akari.. " ucap akira menoleh sambil tersenyum.
Tapi senyum itupun langsung memudar melihat orang yang berdiri di hadapannya.
"Yuri.. " ucap akira sedih.
"Ayo pulang, akari sudah pergi.. " ucap yuriko membantu akira berdiri.
"Tidak yuri, aku yakin akari pasti tidak akan meninggalkanku, aku yakin itu.. " ucap akira melepas tangan yuriko.
"Akira, kamu harus menerima semua ini.. " ucap tatsuya.
"Menerima, apa yang harus aku terima, aku tidak bisa nenerima akari meninggalkanku seperti ini.. " ucap akira berlinang air mata.
"Sabar akira, kita akan membantumu agar akari kembali bersama mu, sebaiknya sekarang kita pulang tenangkan dirimu.. " ucap satoru.
"Tidak.. Tidakk.. Akari aku mohon maafkan aku akari, akari kembalilah padaku.. " tangis pilu akira.
"Akira tenanglah.. " ucap sora menepuk pundak akira berusaha menenangkan.
"Aaa.. " teriak akira memegangi kepalanya yang terasa berdenyut.
"Akira kamu kenapa.. " tanya saki panik.
Tiba-tiba akira tidak sadarkan diri.
__ADS_1
"Akira.. " teriak kaori daru kejauhan terkejut melihat akira pingsan.