
"Berhenti... "
Akari dan ryu menoleh ke arah sumber suara.
"Ada apa kak.. " tanya akari.
"Kakak sakit perut, kalian pergi saja berdua kakak mau pulang istirahat.. " ucap reyka memegangi perutnya sambil memasang wajah menahan sakit.
"Kalau begitu, ayo kita pulang saja.. " ucap akari, menarik tangan reyka.
"Kakak gak papa kok, kalian jalan berdua saja. Kakak bisa pulang sendiri.. " ucap reyka, menahan tangan akari.
"Tapi kak.. " ucap akari hendak protes.
"Kakak serius, kakak bisa pulang sendiri.. " ucap reyka meyakinkan akari.
"Kakak serius.. " ucap akari tidak yakin.
"Dua rius malah.. " ucap reyka yakin.
"Hmhhh.. Baiklah, jika ada apa-apa cepat hubungi kami.. " ucap akari sambil menghela nafas panjang.
"Ok, selamat bersenang-senang.. " ucap kak reyka, berlalu pergi sambil melambaikan tangan dengan wajah sumringah.
"Bukannya tadi kak reyka bilang sakit perut, kenapa tiba-tiba wajahnya berubah jadi baik-baik saja.. " gumam akari menatap ryu. Akari dan ryu saling bertatapan.
"Entahlah, mungkin sakit nya sudah hilang" ucap ryu mengedikkan bahunya.
"Dasar kak reyka, ayo kita lihat kesana.. " ucap akari menarik tangan ryu, menuju kerumunan orang yang sedang menikmati konser jalanan itu.
"Permisi.. " ucap akari berusaha menembus kerumunan, sedangkan ryu berjalan di belakang akari seolah melindunginya.
Terlihat seorang gadis sedang menyanyikan lagu melow.. Akari terdiam meresapi setiap lantunan kata yang dinyanyikan oleh sang vokalis. Barisan kolase kenanganannya bersama akira berputar di otaknya. Begitu bahagianya saat itu,
__ADS_1
"terlambat sudah aku menyadari
Setelah hatiku kini terluka
Hatiku yang tulus selalu mencintai
Dan menyayangimu segenap jiwa
Kini kucoba untuk merenungi
Dalam hati ini kucoba bertanya
Apakah salahku hingga dirimu pergi?
Cintaku menjadi harapku sia-sia
Dalam diam kuterpaku mengingat kisah kita
Lemah diriku sungguh tidak berdaya
Kepergianmu membuatku tersiksa
Andaikan waktu bisa kuputar kembali
Kuingin dirimu tetap ada di sini
Melewati kisah cinta yang kita jalani
'Ku tak mampu bila dirimu pergi
Terdiam kutenggelam meniti sepi malam
'Ku sendiri menanggung semua beban kau berikan
__ADS_1
Mengalir air mata membasahi pipi
Kutepiskan semua dengan ikhlas hati
Andaikan waktu bisa kuputar kembali
Kuingin dirimu tetap ada di sini…
Tanpa akari sadari, air mata menerobos keluar dari sudut matanya.
"Akari kamu menangis.. " tanya ryu, mengusap air mata akari dengan ibu jarinya.
"Kak ryu.. " akari menubruk, memeluk tubuh ryu. Menyembunyikan wajahnya di dada ryu.
"Kak.. Aku teringat akira.. " ucap akari di sela isakannya.
"Tenanglah, perlahan pasti akan bisa move on darinya.. Kakak akan selalu disisimu menemani dan menjagamu, kamu jangan pernah takut jika kamu akan sendirian.. " ucap ryu menenangkan akari. Ryu mengusap sayang rambut akari.
Setelah lebih tenang, akari merenggangkan pelukkannya dan menatap wajah ryu.
"Kak ryu janji ya, jangan pernah tinggalin aku sendiri.. " ucap akari menatap mata ryu sendu.
"Kak ryu janji, akan selalu bersamamu.. " ucap mantap ryu.
"Cup.. " ryu mengecup kening akari.
Membuat akari melongo tidak percaya.
"Prok.. Prokk.. Prokkk.. " suara gemuruh tepukan tangan menyadarkan mereka, bahwa mereka berada di tengah-tengah kerumunan. Dan sedang melakukan live drama. Seketika wajah akari memerah karena malu.
"Ayo.. " ucap ryu, merangkul akari mengajaknya meninggalkan tempat itu. Akari berjalan menunduk, ia tidak berani menatap sekelilingnya.
Dari kejauhan, seseorang menatap tajam mereka berdua. Jantungnya berdetak tak karuan, dadanya terasa panas terbakar api cemburu. Tangannya mengepal keras menahan emosi.
__ADS_1