
Keesokan harinya setelah insiden akira pingsan di bandara, yuriko bersama saki dan sena sedang duduk di kantin sekolah sambil membahas akira.
"Yuri, bagaimana ini kita beritahu akari atau tidak.. " tanya saki.
"Aku sendiri bingung sak.. " jawab yuriko sambil mengaduk-aduk minumannya.
"Tapi kasian akira jika tidak kita beritahu.. " ucap sena.
"Tapi kita juga harus memikirkan perasaan akari.. " sahut tatsuya yang datang bersama sora dan satoru.
"Iya benar kata tatsuya, akari pasti akan sangat khawatir jika mengetahui hal ini" ucap sora.
"Kasian akira dan akari, kenapa kisah cinta mereka menjadi serumit ini.. " ucap satoru menunduk lesu.
Yang lain menganggku membenarkan ucapan satoru.
"Akarii... " teriak reyka terkejut melihat akari berada dikantornya.
"Kak reyka, aku merindukanmu.. " ucap akari berlari memrluk erat sang kakak.
"Kakak juga merindukanmu.. " ucap kak reyka.
"Bagaimana kamu bisa sampai disini dan tidak memberitahu kakak.. " tanya reyka menatap mata sang adik.
Reyka dapat melihat siluet kesedihan dari mata sang adik, tapi reyka tahu akari sekuat tenaga menutupi lukanya tersebut.
"Dia datang bersama ku kak.. " jawab ryu, yang baru masuk sambil menyeret dua buah koper.
__ADS_1
"Ryu.. Apa kamu tidak menjaga adikku dengan baik, sampai dia berlari kemari menyusulku.. " ucap kesal reyka.
"Tidak kak, selama ini kak ryu selalu berada di sisiku, dia menjagaku dengan sangat baik. Aku kemari karena memang sangat merindukan kakak.. " ucap akari membela ryu.
"Lalu sekolahmu bagaimana..?? " tanya reyka.
"Itu.. " akari menunduk ia lupa dengan sekolahnya.
"Aku sudah membuat surat izin, untuk akari." ucap ryu.
"Sebaiknya, kita berbicara di ruanganku saja.. " ucap reyka.
Akira sudah kembali sadar, sekarang dia sedang duduk di ranjangnya sambil menatap kosong keluar jendela.
Hatinya terasa hancur berkeping-keping, karena akari pergi meninggalkannya.
"Cklekk.. " suara knop pintu terbuka.
Akira cepat-cepat mengusap air matanya.
Kaori masuk dengan membawa nampan berisi makanan.
"Kaori untuk apa lagi kamu kemari.. " tanya akira sinis membuang mukanya.
"Akira, makanlah dulu.. " ucap kaori tidak menghiraukan pertanyaan akira.
Kaori berjalan mendekati akira.
__ADS_1
"Tidak, aku tidak ingin makan, sebaiknya kamu keluar sekarang, aku ingin sendiri.. " ucap akira mengacungkan telunjuknya ke arah pintu.
"Akira, aku mohon kamu jangan seperti ini, jika kamu terus seperti ini kamu tidak akan cepat pulih.. Kamu makan ya biar aku suapi " ucap kaori menyodorkan sendok ke mulut akira.
"Prang... " akira menepis kasar tangan kaori.
"Akira, kamu benar-benar keterlaluan. Ini semua gara-gara perempuan sial itu, dia sudah pergi jauh tapi kenapa dia masih mengganggu hubungan kita.. " teriak kaori kesal.
"Ini semua gara-gara kamu kao, akari pergi meninggalkanku.. " teriak akira.
"Akari pergi dengan keinginannya sendiri, dia pergi karena sudah mendapatkan penggantimu, jadi aku mohon akira sadarlah, akari sudah tidak mencintaimu lagi, dan aku masih setia denganmu akira, lupakan akari dan kembalilah bersamaku.. " ucap kaori.
"Tidak, aku tidak percaya padamu, sekarang kamu pergi.. " ucap akira menyeret kaori keluar dari kamarnya.
Di saat akira membuka pintu, tatsuya dan yang lain berdiri di depan pintu, terkejut melihat akira yang mendorong kaori keluar.
"Kalian kapan tiba disini.. " tanya kak reyka sambil menyuguhkan secangkir coklat panas untuk akari.
"Kemarin malam kak.. " ucap akari.
"Lalu kalian bermalam dimana, kenapa tidak langsung datang ke apartemen kakak.. " ucap reyka.
"Menginap di apartemen kak ryu.. " ucap polos akari.
"Uhukkk.. " ryu tersedak.
Reyka langsung melirik tajam ryu.
__ADS_1
"Kak, karena kami tiba tengah malam dan kami sudah terlalu lelah, sementara jarak apartement kakak yang sangat jauh dari bandara, dan apartementku yang lebih dekat jadi kami memutuskan untuk beristirahat di apartementku.. " ucap ryu berusaha menjelaskan.