
Selesai makan kak ryu membantu akari minum obat.
"Sebaiknya hari ini kamu tidak perlu kesekolah, kamu istirahat saja.. " ucap kak ryu.
"Tidak kak, aku ingin kesekolah aku ingin tahu bagaimana keadaan akira.. " ucap akari.
"Kebapa kamu selalu mengkhawatirkan orang yang tidak pernah mempedulikanmu akari. " ucap kesal kak ryu.
"Kak, akira sakit dia tidak bisa mengingatku makanya dia bersikap seperti itu, akira dulu begitu peduli padaku.. " jelas akari lemah.
"Tapi akari kamu juga harus memperhatikan kesehatanmu, kamu sedang sakit, kakak tidak mau sakitmu bertambah parah" ucap kak ryu berusaha mengontrol emosinya.
"Aku janji kak aku akan baik-baik saja.. " ucap akari memelas.
"Hmhh.. Baiklah, segeralah bersiap-siap kakak menunggu di bawah.. " ucap kak ryu, sambil mengusap rambut akari sebelum pergi.
"Ri kamu kenapa, kenapa wajahmu pucat sekali.. " tanya yuriko khawatir melihat akari datang.
"Aku gak papa, cuma sedikit gak enak badan." ucap akari tersenyum simpul.
Yuriki membantu akari duduk, akari duduk dan langsung merebahkan kepalanya di atas meja, akari merasakan kepalanya berdenyut.
"Ri kamu yakin, kamu baik-baik saja" tanya yuriko.
"Aku cuma sedikit pusing.. " ucap akari lemah.
" kamu pulang aja ri.. " ucap saki tidak tega melihat akari yang begitu lemah.
"Enggak, aku ingin melihat akira.. " ucap akari.
__ADS_1
"Ri udah dong jangan mikirin akira terus, kamu harus jaga kesehatan kamu.. " ucap sena kesal.
"Aku hanya khawatir dengan keadaan akira, apa dia baik-baik saja.. " ucap akari.
"sepertinya akira dan ular berbisa tidak masuk, ini sudah hampir ham masuk tapi kami belum melihatnya datang.. " ucap tatsuya, yang lain mengangguk mendengarkan.
Akari mengernyit, kepalanya seakan berputar-putar.
"Yuri,.. " ucap akari.
"Iya ri, apa kamu baik-baik saja.. " ucap yuriko.
"Tolong bantu aku ke uks.. " ucap akari.
"Baiklah, ayo.. " ucap yuri. Yuri dan saki membantu akari berjalan.
"Hei.. Berhenti.. " terdengar seseorang berteriak.
"Brukkk.. " akari terjatuh, karena di dorong kaori.
"akhhh.. " rintih akari saat rambutnya di jambak kebelakang oleh kaori.
"Dasar pembawa sial, gara-gara kamu sekarang akira koma, jika terjadi hal buruk kepada akira aku tidak akan melepaskanmu.. " ucap kaori menatap tajam akari. Mata akari mulai berkaca-kaca merasakan sakit lahir dan batinnya.
"Heii.. Lepaskan akari.. " teriak yuriko, mendorong kaori.
Saki membantu akari berdiri.
"Dasar ular, berani sekali kamu mengancam akari.. " ucap yuriko mencekal tangan kaori.
__ADS_1
"Lepas ini bukan urusanmu, dan kau akari lebih baik kau menjauh dari akira.. " ucap kaori menghempas kasar tangan yuriko, dan berlalu pergi.
Akari mulai terisak, matanya berasa berkunang-kunang dan mulai menggelap, akari tidak sadarkan diri.
"Akari.. Akarii.. " terdengar suara seseorang memanggil namanya.
Akari perlahan membuka matanya, cahaya lampu membuat matanya silau.
"Akari kamu sudah sadar.. " ucap kak ryu, menggenggam tangan akari.
"Kak ryu, dimana aku.. Apa yang terjadi.. " tanya akari, kepalanya masih sedikit pusing.
" kita di rumah sakit, kamu tadi tidak sadarkan diri.. " jelas kak ryu.
Akari mengernyit.
"Ada apa akari, apa kepala mu masih sakit, sebentar aku akan panggilkan dokter.. " ucap kak ryu.
"Bagaimana dok.. " tanya ryu setelah dokter selesai memeriksa akari.
"Dia hanya perlu istirahat, dan tidak boleh banyak pikiran, setelah minum obat dia akan lebih baik.. " jelas dokter.
"Baik dok, saya mengerti.. Terimakasih.. " ucap kak ryu.
"Baiklah kalau begitu saya permisi.. " ucap dokter.
"Kak ryu, aku ingin menyusul kak reyka.. " ucap akari tiba-tiba.
"Maksud kamu.. " tanya kak ryu duduk di samping akari.
__ADS_1
"Hikss.. Hikss.. Aku rindu kak reyka.. " ucap akari terisak.
"Tenang lah, jangan menangis kita akan menyusul kak reyka setelah kamu sehat.. " ucap kak ryu menarik akari kedalam pelukannya.