Love Is You

Love Is You
Part 48


__ADS_3

Akari sudah terlalu lelah untuk menangis, matanya mulai sayu. Dan ia pun terlelap, kepala akari bersandar di pundak kak ryu.


Kak ryu membelai rambut akari lembut, hatinya terasa sakit melihat akari tang begitu rapuh.


"Sudah cukup akari, ini terakhir kalinya kau menangisinya, aku berjanji akan mengembalikan senyummu.. " batin kak ryu menatap dalm akari.


15 menit kemudian mereka sampai di rumah, hujan sudah mulai reda, setelah membayar taksi kak ryu membopong akari masuk ke dalam rumah.


Kak ryu merebahkan akari di kamarnya, akari tertidur begitu lelap, kak ryu tidak tega membangunkannya. "Bagaimana ini, bajunya basah.. Jika tidak di ganti akari bisa sakit.. " pikiran kak ryu bergelut.


" baiklahh, maaf akari kakak janji tidak akan melakukan apapun, kakak hanya berniat mengganti pakaianmu agar kamu tidak sakit" gumam kak ryu.


Kak ryu mengambil kemeja putih dari dalam lemari akari, setelah itu dia mematikan lampu kamar, di dalam kamar hanya ada cahaya remang-remang dari sorot lampu tidur.


Kak ryu duduk di sebelah akari.


"Hmhhh... " kak ryu menghembus nafas berat.


Kak ryu menarik selimut akari sampai batas leher, tangannya masuk menelusup ke dalam selimut, untuk membuka kancing kemeja akari.


"Dag.. Dig.. Dug.. " jantungnya berpacu tidak karuan, hawa panas menjalar di wajahnya, keringat menetes dari pelipisnya.


Perlahan tapi pasti kak ryu berhasil melepas kemeja akari.


Dan ia mulai memakaikan pakaian akari, kak ryu berusaha mengangkat tubuh akari agar bisa memakaikan lengan sebelahnya. Tanpa sadar akari menarik tubuh ryu kepelukannya, membuat ryu menindih tubuh akari.


"Glekkk... " kak ryu menelan salifanya, wajahnya hanya berjarak beberapa centi dari wajah akari. Kak ryu menatap lekat akari, jari kak ryu mulai membelai mata turun ke hidung dan berhenti di bibir akari, kak ryu mengamati beberapa saat bibir ranum itu.

__ADS_1


Kak ryu mendekatkan bibirnya ke bibir akari. Tapi berhenti sebelum sampai menyentuhnya.


"Sadar ryu, kamu tidak boleh bersikap seperti ini.. " kak ryu berusaha menyadarkan dirinya. "Hampir saja aku melakukan kesalahan fatal." batin ryu.


Kak ryu hendak bangkit dari posisinya yang menindih akari, tapi akari langsung menarik kembali ryu ke dalam pelukannya sambil terisak.


"Akira, aku mencintaimu.. Jangan tinggalkan aku akira. Aku mohon.. " lirih akari, mata akari masih terpejam. Sepertinya akari mengigau, setelah pelukan akari merenggang kak ryu segera bangun, dan merapikan pakaian akari.


"Cup.. " kak ryu mengecup kening akari.


Terlihat akari mengulas senyum.


"Sepertinya dia sedang mimpi indah.. " batin ryu ikut tersenyum.


" selamat malam.. " bisik kak ryu di telinga akari, setelah itu kak ryu pergi meninggalkan kamar akari.


"Tok.. Tok.. Tok.. " terdengar ketukan pintu.


"Akari apakah kamu sudah bangun.. " terdengar suara dari balik pintu.


Akari hendak menjawab tetapi suaranya tercekat di tenggorokkan. Akari hendak bangkit tetapi tubuhnya begitu lemah membuatnya terhuyung-huyung.


"Ceklek.. " akari membuka pintu.


" kak ryu.. " ucap akari, tubuhnya terhuyung kedepan dengan sigap kak ryu menangkap akari.


"Kamu kenapa akari.. " tanya kak ryu mengecek tubuh akari.

__ADS_1


Akari tidak menjawab iya kembali memejamkan matanya.


"Panass sekali, kamu demam akari kakak akan membawamu ke dokter" ucap kak ryu membopong akari.


"Tidak, aku ingin dirumah saja" ucap akari.


"Tapi kamu demam" ucap kak ryu.


"Aku mohon kak.. " lirih akari matanya mulai berkaca-kaca. Membuat kak ryu melemah.


Ia kembali membawa akari ke kamarnya. Mulai mengecek tubuh akari dengan termometer.


Kak ryu mengambil baskom berisi air untu mengompres akari.


"Kakak tak akan menyiapkan bubur untukmu sebentar.. " ucap ryu.


Akari mengangguk.


10 menit kemudian kak ryu kembali dengan semangkuk bubur yang masih mengepul di tangannya.


"Aaa... " kak ryu hendak menyuapi akari.


"Tidak kak, aku tidak lapar.. " tolak akari.


"Jika kamu tidak makan bagaimana kamu bisa minum obat.. " ucap kak ryu.


"Tapi aku.. " ucap akari mencari alasan.

__ADS_1


"Jika kamu tidak makan, aku akan membawamu kedokter" ancam kak ryu.


Dengan enggan akari akhirnya memakannya.


__ADS_2