Love Is You

Love Is You
Part 60


__ADS_3

Akari perlahan membuka matanya, kepalanya masih terasa berdenyut.


"Akari.. Kamu sudah sadar sayang.. " ucap reyka menggenggap erat tangan akari sambil mengelus rambutnya. Mata reyka berkaca-kaca menahan haru.


"Kak reyka.. " ucap pelan akari.


"Iya sayang, ini kakak.. Maafin kakak, kakak gak ngejaga kamu baik-baik. Kakak benar-benar takut kehilangan kamu.. " ucap reyka terisak.


"Kakak, kakak jangan menangis.. " ucap akari, mengusap air mata reyka dengan ibu jarinya. Matanya memanas, tetesan air mata menerobos keluar. Betapa sakit hatinya melihat kakaknya menangis karenanya.


Dokter datang bersama ryu,


"Permisi nona, saya akan memeriksa keadaan nona akari.. " ucap dokter.


"Baik dok.. " ucap reyka mempersilahkan.


"Bagaimana dok, keadaan akari.. " tanya ryu, setelah dokter selesai memeriksa akari.


"Nona akari sudah lebih tenang, dia hanya perlu beristirahat beberapa hari untuk memulihkan kondisinya.. " jelas dokter.


"Baik, terimakasih dok.. " ucap ryu.


"Kalau begitu saya permisi.. " pamit dokter meninggalkan ruangan. Ryu mengantarkan dokter ke luar.


Di sana ryu, melihat akira berdiri sambil bersandar di dinding tidak jauh dari kamar akari. Ryu berjalan mendekati akira.


"Temuilah dia.. " ucap ryu.


"Apa mungkin, dia ingin melihatku.. " ucap akira menunduk.


"Aku tau pasti, akari masih sangat mencintaimu.. Saat ini dia membutuhkanmu disisinya" ucap ryu.

__ADS_1


"Hmhhh... Baiklahh.. " ucap akira, berusaha menguatkan hatinya.


"Ayo, aku akan mengantarmu.. " ajak ryu.


Akira mengikuti ryu ke ruangan akari.


"Akarii.. " ucap ryu.


"Kak ryu, ada apa.. " tanya akari.


"Ada yang ingin bertemu denganmu.. " ucap ryu, ryu sedikit bergeser ke samping, memperlihatkan seseorang yang berdiri di belakangnya.


"Akiraaa.. " ucap akari terkejut.


"Jadi tadi yang ia lihat memang benar akira, dan bukan halusinasinya" batin akari, matanya berkaca, -kaca seakan tidak percaya melihat orang di depannya.


"Kalian bicaralah dulu, kakak menunggu di luar.. " ucap reyka, meninggalkan akari dan akira. Ryu mengikuti reyka keluar.


"Braakk.. " suara pintu di tutup.


"Apakah sebegitu bencinyakah dirimu padaku sampai kau tidak mau melihat wajahku.. " ucap akira, duduk di depan akari.


"Tidak.. Aku sama sekali tidak pernah membencimu.. " ucap akari gugup, tetap menunduk.


"Lalu mengapa kau tidak mau menatapku.. " tanya akira.


"Aku.. Aku malu, aku.. Aku merasa kotor.. " ucap akari, suaranya mulai bergetar.


Akira mengangkat wajah akari dengan menangkupkan kedua tangannya di pipi akari.


"Lihatlah mataku.. " ucap akira.

__ADS_1


Mata mereka saling bertemu.


"Maafkan aku.. " ucap akira, menempelkan keningnya di kening akari.


Akari terisak,


"Jangan menangis, hatiku terasa sakit melihatmu seperti ini.. " ucap akira.


Akari tidak mampu berkata-kata, akari hanya bisa menangis menumpahkan seluruh rasa sesak di hatinya.


"Baiklah kali ini aku akan membiarkanmu menangis, jika itu bisa membuatmu merasa lebih baik.. " ucap akira, menarik akari kedalam pelukannya.


"Ryu, apa kamu tidak menyukai adikku.. " tanya reyka. Mereka berdua duduk di kursi tunggu di depan ruangan akari.


"Aku, tentu saja menyukainya.. " ucap ryu tersenyum garing.


"Maksudku menyukainya sebagai seorang wanita.. " ucap reyka, menatap ryu serius.


"Emmm.. Aku memang menyukainya, tapi aku akan lebih bahagia jika akari bisa bersama dengan orang yang dia sukai.. " ucap ryu menunduk.


"Aku harap, kamu tidak menyesal nantinya. Karena kamu sudah menyia-nyiakan kesempatan dimana kamu seharusnya bisa mengisi hati akari.. " ucap reyka.


"Semoga saja.. " ucap ryu sambil tersenyum miris.


Sudah beberapa hari akari di rawat di rumah sakit, dan keadaannya kini sudah jauh lebih baik. Begitupun dengan hubungannya dengan akira meski mereka belum kembali berpacaran.


"Ri nanti sore kamu sudah boleh pulang.. " ucap reyka.


"Iya kak.. " ucap akari singkat,


"Kakak tidak bisa menjemputmu, kakak ada urusan kantor. Kakak akan menunggu di rumah.. " ucap reyka.

__ADS_1


"Terus aku pulang sama siapa.. " tanya akari.


"Ryu dan akira akan menjemputmu.. " ucap kak reyka.


__ADS_2