
Akari dan teman-temannya tengah asyik menyantap makanannya sambil bercanda. Tanpa ia sadari dua pasang mata memperhatikan mereka.
"Wahh.. Enak banget nih dagingnya.. " ucap saki sambil melahap makanannya
"Iya, sering-sering aja kamu ajak kita kesini ri" ucap sena.
"Tenang aja, selama ada kak ryu semuanya pasti beres.. " jawab akari santai.
"Maksud kamu.. " tanya kak ryu tidak mengerti.
"Udah kakak makan aja.. Sinu aku suapin.. Aaa" ucap akari mengalihkan perhatian, ia menyuapi sepotong dagibg kr mulut ryu.
Dengan tetpaksa ryu memakannya karena terus di paksa akari.
"Abis ini kita kemana lagi.. " tanya yuriko.
"Nonton aja yuk.. " ajak sora.
"Karaoke kayanya lebih seru.. " ucap satoru.
"Taman bermain aja, udah lama kita gak kesana" ucap tatsuya..
"Yang bener kita mau kemana.. " ucap yuriko.
"Ini udah malam, sebaikbya setelah in kita pulang, bukannya besok kalian harus sekolah" ucap kak ryu..
"Akhh.. Gak seru nih kak ryu.. " ucap akari.
"Lain kali kita pergi bersama, tapi malam ini kalian harus langsung pulang fan belajar, karena besok saya akan memberikan kuis.. " ucap kak ryu.
"Wahh parahh.. Parahh., " ucap saki sambil menggeleng-geleng.
"Ayo buruan habisin kita harus segera pulang. . " ucap sena, buru-buru menghabiskan makanannya.
__ADS_1
"Pelan-pelan aja sayang.. " ucap sora, mengelus punggun sena.
"Byurrr.. "
Seorang pelayan tidak sengaja menumpahkan minuman ke wajah akari.
"Maaf.. Nona.. Maaf.. Saya tidak sengaja.. " ucap prlayan tersrbut panik.
"Iya, gak papa kok.. " ucap akari mengelap wajah nya dengan tisu.
"Kamu gak papa ri.. " tanya kak ryu membantu mengelap wajah akari..
"Mbak lain kali tolong hati-hati ya, kasian teman saya jafi basah semua kaya gitu.. " ucap yuriko kesal.
"Yuri udah, aku gak papa kok, lagian dia gak sengaja.. " ucap akari.
"Tapi tetep aja ri, dia harus di kasih peringatan.. " ucap yuriko
"Sayang, udah dong kok jadi kamu yang emosi gini sih.. " ucap tatsuya.
Kak ryu melepaskan jaketnya, memakaikan ke akari.
"Mau di temani enggak.. " tanya kak ryu.
"Aku bukan anak kecil kak, aku bisa sendiri.. " ucap akari berlalu pergi.
Setelah selesai merapikan penampilannya akari keluar dari kamar mandi, tetapi seseorang menghadangnya.
"Kaori.. " ucap akari terkejut.
"Bagaimana rasanya.. " tanya kaori sambil tersenyum miring..
"Jadi semua ini ulah kamu, sebenarnya mau kamu itu apa sih.. " ucap akari kesal.
__ADS_1
"Hahaa.. Iya ini ulah ku, sampai kapanpun aku tidak akan membiarkanmu bahagia. " ucap kaori meletakkan telunjuknya pada dagu akari.
"Salah aku apa, aku sudah berhenti mendekati akira.. Tapi kenapa kamu terus menggangguku.. " tanya akari tidak mengerti.
"Kamu memang tidak mendekatinya lagi, tapi akira masih terus hidup di bawah bayang-bayangmu dan aku tidak bisa menerima itu" ucap kaori emosi.
"Plakkk.. " kaori menampar akari..
"Sudah cukuo kao, aku tidak akan menahannya lagi.. " ucap akari marah, mendorong keras kaori hingga terjatuh.
"Kaori.. " teriak akira terkejut melihat kaori jatuh. Akira berlari mendekat ke arah kaori
"Hiks.. Hkss.. Akira, akari.. Akari mendorongku.. " isak kaori di pelukan akira.
"Akari apa yang kamu lakukan, kenapa kamu menyakiti kao, apa salahnya.. " tanya akira menatap tajam akari.
"Tetapi dia yang memulainya.. " ucap akari menunjuk kaori.
"Cukup, aku tidak ingin mendengar alasan apapun darimu, jangan pernah kau muncul lagi di hadapanku.. " ucap akira. Akira dan kaori pergi meninggalkan akari yang terdiam, mata nya mulai berkaca-kaca.
"Jgellll... " bagaikan petir menyambar.
"Kenapa, kenapa kamu seperti ini akira, kenapa.. " batin akari terisak.
Akari berjalan menunduk.. Kembali menemui teman-temannya.
"Brakkk.. " akari menabrak dada seseorang.
"Maaf.. " ucap akari mendongakkan kepalanya.
"Akari.. Apa yang terjadi kenapa kamu menangis, dan wajahmu.. " ucap kak ryu mengelus pipi akari yang memerah bekas tamparan.
"Kak ryu, aku ingin pulang sekarang.. " isak akati di pelukan ryu.
__ADS_1
"Baiklah, ayo kita pulang.. " ucap kak ryu, membawa akari pergi dengan merangkul akari.