
Akari duduk di dekat akira sambil menggenggam tangan akira.
"Ra bangun, aku mohon.. " ucap akira frngan suara parau.
Kedua orang tua akira, menunggu di luar kamar, memberi waktu untuk akari dan akira bersama.
"Ra apa kamu tidak lelah terus tidur seperti ini, ra aku mohon bangun aku sangat merindukanmu, aku tau kamu tidak benar-benar membenciku, aku tau di hatimu yang paling dalam kamu pasti terluka saat berkata kasar kepadaku.. " akari terus mengajak akira berbicara, meskipun tidak mendapat respon apapun.
Akari membelai wajah akira, wajah akira terlihat lebih tirus dan pucat.
"Ra, aku akan pergi menyusul kak reyka malam ini, semua ini aku lakukan demi kebaikanmu jadi aku mohon ra kamu harus sadar, apapun akan kulakukan untukmu meski itu menyakitkan untukku.. " ucap akari terus menatap akira dengan mata berkaca-kaca.
Akari bangkit dari duduknya, dia sedikit membungkuk mengusap rambut akira.
"Ra aku pamit ya, aku mohon segeralah bangun dan semoga kamu bahagia bersama kaori.. Love is you " bisik akari di telinga akira dengan sedikit menahan isakan.
Akari memeluk erat akira dan mengecup keningnya sebagai tanda perpisahan.
Akari dengan berat meninggalkan ruangan tersebut.
__ADS_1
Disaat akari menutup pintu, mata akira mengeluarkan air mata, meski matanya terpejam akira bisa merasakan kedatangan akari dan mendengar semua yang akari katakan. Akira berusaha membuka mata dan menggerakkan tubuhnya, ingin sekali akira memeluk akari tapi apa daya, tubuhnya menolak untuk bergerak. Hati akira terasa tersayat-sayat di saat mendengar salam perpisahan itu, tubuhnya seakan ingin memberontak bangun tapi tidak bisa ia lakukuan.
"Nak akari, kenapa sudah keluar.. " tanya ibu akira melihat akari keluar.
"Iya tante, maaf aku tidak bisa berlama-lama dan aku ingin berpamitan.. " ucap akari.
"Pamitan, emang kamu mau pergi kemana nak.. " tanya ayah akira tidak mengerti.
"Saya mau ke london om, menyusul kakak saya, saya minta maaf karena tidak bisa menjaga akira.. " ucap akari menunduk sedih.
"Kami tidak perlu minta maaf sayang, kami mengerti apa yang terjadi ini pasti berat untukmu.. " ucap ibu akira memeluk akari.
"Kamu jqfa diri baik-bail ya sayang, semoga disana kamu bisa menemukan kebahagiaanmu.. " ucap ayah akira mengelus rambut akari.
"Wahh, akhirnya kamu sadar diri juga.. Semakin cepat kamu pergi itu semakin baik.. " ucap kaori tersenyum sinis.
Akari tidak menggubris kata-kata kaori.
"Om, tante akari pamit ya, jaga kesehatan kalian dan sampaikan salamku untuk akira.. " ucap akari sambil memberi pelukan perpisahan keorang tua akira.
__ADS_1
Akari berjalan mendekati kaori, ia berdiri di depan kaori sambil menatap tajam mata kaori.
"Kao, aku serahkan akira kepadamu karena aku yakin dia pasti akan bahagia bersamamu, jaga baik-baik akira.. " ucap akari berlalu pergi.
"Tentu saja, bye bye.. " ucap kaori tersenyum puas..
Akari berjalan dengan menunduk, ia tidak mau ada orang yang melihat matanya sembab.
"Akari.. " seseorang menepuk pundak akari dari belakang.
Akari terkejut, ia menoleh.
"Hhh.. Kak ryu, kamu mengagetkanku saja.. " ucap lega akari.
"Kenapa kamu sudah keluar.. " tanya kak ryu.
"Jika semakin lama aku disana, itu akan membuatku semakin lemah, aku tidak mau menjadi lemah.. " ucap akari.
" baiklah, kalau begitu ayo kita pulan.. " ucap kak ryu.
__ADS_1
Akari mengangguk.
"Ri.. Kami pasti akan sangat merindukanmu.. " ucap yuriko memeluk akari..