
"Ryu kenapa kamu di luar, ayo kita masuk.. " ajak kak reyka.
"Sebentar kak.. " ucap ryu, mencekal tangan reyka.
"Ada apa.. " tanya reyka heran.
"Lihat itu.. " ucap ryu, menunjuk ke arah balkon dengan dengan dagunya.
Kak reyka melihat ke arah yang di tunjuk ryu.
"Omoo... " reyka terkejut menutup mulutnya,
Terlihat akira dan akari sedang berciuman dengan penuh gairah.
Reyka spontan menutupi matanya dengan sebelah matanya.
"Oh no.. Mataku ternodai.. " ucap reyka.
"Ayo ryu kita pergi.. " ucap reyka menarik ryu pergi.
"Kemana kak.. " tanya ryu mengikuti reyka.
"Mencari pasangan untukmu, kakak mengerti bagaimana rasanya jadi jones.. " ucap reyka tanpa melihat ryu dan terus berjalan.
"Kak, tidak perlu aku baik-baik saja dengan keadaanku yang sekarang.. " ucap ryu menarik tangannya enggan mengikuti reyka.
"Ryu kamu jangan menolak, kakak tidak akan membiarkanmu menjadi perjaka tua.. " ucap reyka keras kepala.
Perasaan ryu tiba-tiba merasa tidak tenang.
Ryu berpikir harus segera kabur dari cengkraman reyka jika tidak bisa gawat.
__ADS_1
"Kak lihat itu.. " ucap ryu menunjuk kesebrang jalan.
"Ada apa.. " tanya reyka, menoleh kesebrang jalan. Di saat reyka lengah, secepat kilat ryu berlari menjauh dari reyka.
"Ryuuuuuuuu... " teriak reyka kesal, karena dibohongi.
Ryu berbalik sambil, menangkupkan kedua tangannya meminta maaf. Dan melambaikan tangan berlalu pergi.
"Awas saja jika lain kali kamu memohon kepadaku minta dicarikan jodoh, aku tidak akan membantumu" teriak reyka.
Akari dan akira duduk sambil berpelukan di balkon..
"Kak ryu dan kak reyka kenapa lama sekali ya" ucap akari.
"Entahlah.. Mungkin mereka tau apa yang kita butuhkan " ucap akira.
Akari menatap akira tidak mengerti.
"Akira, apa yang kamu lakukan.. " tanya akari.
"Kamu gemesin sih, lok belaga **** gitu.. " ucap akira.
"Belaga ****.. " akari melongo.
"Tu kann.. Cup.. " akira mengecup bibir akari.
"Akira.. Apaan sih.. " ucap akari malu, wajahnya merona, akari hendak bangun. Tapi akira menariknya, membuat akari jatuh di pangkuan akira.
"Jangan pergi, aku masih ingin bersamamu" ucap akira memeluk akari dari belakang, meletakkan dagunya pada pundak akari.
"Kakak pulanggg.. " teriak reyka keras, sengaja membuat akari dan akira terkejut.
__ADS_1
"Echmm.. " akari berdehem segera melepaskan pelukan akira gugup.
Akira melirik tak suka dengan sikap akari, akari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Maaf.. " gumamnya pelan, berlari menyambut sang kakak.
"Kakak.. Kok lama banget sih.. " ucap manja akari.
"Oh iya, itu tadi macet.. " ucap reyka mencari alasan.
"Owhh, kakak gak ketemu sama kak ryu.. " tanya akari sambil menggeledah plastik belanjaan sang kakak.
"Kabur tu anak, kesel kakak ma ryu.. " ucap kesal reyka.
"Haaa.. Kabur.. Kok bisa.. " tanya akari heran.
" udah deh jangan bahas tu anak, males.. " ucap kak reyka masuk ke dalam kamar.
Akari menghampiri akira yang masih setia duduk di balkon. Akira berbaring santai sambil memejamkan matanya.
Melihat akira terpejam bangkitlah jiwa jahil akari. Akari mendekatkan wajah nya ke wajah akira, seolah olah hendak mencium. Akira yang merasakan keberadaan akari tetap diam menunggu apa yang akan di lakukan akari selanjutnya.
Akari memainkan jarinya di wajah akira meniup beberapa kali mata akira, tapi akira tetap tidak bergerak. Saat akari hendak mencolok mata akira, tiba-tiba tangan akari langsung di tahan oleh akira dan menarik akari jatuh ke dalam pelukannya.
Mata mereka saling bertemu. " akira lepaskan, jika kakak melihat bagaimana.. " ucap akari berusaha menarik tubuhnya.
"Biarkan saja jika, kak reyka melihat tidak ada yang salah dengan kita.. " ucap akira santai.
"Tapi.. " ucap akari.
"Kamu gak perlu malu ri, kakak sudah melihat kalian lebih dari sekedar pelukan.. " ucap santai reyka, yang baru keluar dari kamarnya, setelah selesai mandi.
__ADS_1
"Ayo makan.. " ajak reyka.