
Akari, Akira dan Ryu tiba di apartement Reyka.
Suasana apartement begitu sunyi.
"Kak aku pulang.. " ucap akari masuk kedalam apartement.
"Kemana kak reyka.. " ucap akari celingukan tidak mendapati orang yang di cari.
"Sebentar coba aku hubungi.. " ucap ryu, mengeluarkan ponselnya.
Akari merebahkan dirinya di sofa, di depan.
"Kamu mau minum akari.. " tanya akira.
Akari mengangguk, akira berjalan ke arah dapur untuk mengambilkan akari air minum.
"Halo.. "
...
"Kak reyka dimana.. "
...
"Iya, kami sudah pulang.. "
...
"Ok, baiklah.. "
...
"Sebentar, akan akau tanyakan.. "
...
__ADS_1
"Ri kamu mau pesan apa.. " tanya ryu.
"Aku ingin makan buah segar kak.. " ucap akari malas.
"Dia ingin buah segar katanya.. "
...
"Iya kak.. "
...
"Ini ri.. " ucap akira memberikan segelas air putih.
"Makasih.. " ucap akira tersenyum ceria.
Akira duduk di lantai di dekat sofa akari berada.
"Kakak dimana ka ryu.. " tanya akari, melihat ryu duduk di sampingnya.
"Sedang dalam perjalanan pulang.. " jawab ryu.
"Kamu jangan bicara seperti itu, dalam keluarga tidak ada kata merepotkan. Jika kakakmu mendengar dia pasti akan sedih, dia akan bahagia jika melihatmu bahagia dan dia akan sedih jika melihatmu terluka, karenhanya kamu keluarga yang dia punya.. " ucap ryu.
"Kak ryu.. Benar-benar kakak terbaikku setelah kak reyka.. " ucap akari merasa terharu, memeluk ryu.
"Deg.. " jantung ryu terasa berdenyut, mendengar akari hanya menganggapnya sebagai seoarang kakak.
Ryu berusaha mengontrol ekspresinya.
"Iya adikku sayang, jadi kakak harap kamu jangan bicara seperti itu lagi, dan kamu harus selalu bahagia.." ucap ryu, memeluk erat akari dan mengusap rambutnya.
"Echhhmmm.. " sebuah deheman membuat keduanya tersadar bahwa ada orang lain disana. Akari segera melepaskan pelukannya dari ryu.
"Aku mau keluar sebentar.. " ucap akira, berjalan keluar.
__ADS_1
"Akira tunggu.. " ucap akari berlari mengejar akira.
"Ada apa.. " tanya akira dingin.
"Tidak.. " ucap akari menunduk, dan kembali
ke tempatnya duduk semula.
"Hmhhh.. " akira menghela nafas panjang.
Akira berbalik menuju kamar mandi, ia butuh mendinginkan isi kepalanya.
"Akari, kak ryu harus membeli sesuatu sebentar. Kamu tidak apa-apa kakak tinggal" tanya ryu.
"Iya kak.. " ucap akari.
Ryu pergi, ia ingin memberikan ruang untuk akira dan akari. Dia harus berusaha melapangkan hatinya, demi kebahagiaan akari.
Akari berjalan menuju balkon rumah. Akari berdiri menatap bintang yang berkelipan.
"Akari kenapa kamu sendirian, dimana ryu.. " tanya akira berjalan mendekati akari.
"Emh, kak ryu sedang membeli sesuatu.. " ucap akari gugup.
"Owh, ayo masuk angin malam tidak baik untuk kesehatanmu.. " ucap akira menarik tangan akari.
"Akira.. " akiri menahan tangan akira.
Akira menoleh sambil mengangkat sebelah alisnya, seakan bertanya apa.
"aku mencintaimu, ayo kita kembali bersama" kata-kata itu yang ingin iya ucapkan. Tapi itu hanya terucap di dalam hati. Mulutnya terkunci rapat, dia hanya bisa menatap dalam mata akira. Karena tidak mendapat respon akira kembali berbalik, tapi akari dengan cepat menarik tubuh akira kepelukannya. Akari memeluk akira dari belakang, menyembunyikan wajahnya di punggung akira. Akari menangis karena tidak bisa mengutarakan isi hatinya, tenggorokannya terasa tercekat.
"Akari kenapa kamu menangis.. " tanya akira hendak berbalik, untuk menatap akari. Tapi akari menahannya ia tetap memeluk akira dari belakang. Akari tidak mau akira melihatnya menangis. "Akari kamu kenapa, apa kamu merasa sakit.. " ucap akira khawatir. Bukannya menjawab akari malah makin terisak. Akira berbalik cepat, membuat akari tidak bisa menahannya.
"Ada apa..? " tanya akira membungkukkan tubuhnya di depan wajah akari yang menunduk. Akari mengepalkan kedua tangannya mengumpulkan keberaniannya.
__ADS_1
"Cup... " dengan cepat akari menarik kerah baju akira dan mencium bibir akira, akira mendelik terkejut tubuhnya menegang. Akari memejamkan erat matanya. Setelah beberapa saat, ciuman akari mulai melemah, di saat itu akira segera mengambil alih. Iya memejamkan matanya dan mulai ******* lembut bibir akari meraih tengkuk akari dengan sebelah tangannya, dan tangan yang lain memeluk akari.
"Cup.. Cup.. Cup.. "💋💋💋