Love Is You

Love Is You
Part 47


__ADS_3

"Akari kamu dari mana aja kok lama banget.. " tanya saki, melihat akari kembali bersama kak ryu.


Akari tidak menjawab, ia menyembunyikan wajahnya di pelukan kak ryu.


"Akari apa yang terjadi, kenapa sikapmu aneh begini.. " tanya yuriko khawatir.


"Maaf semuanya, aku dan akari harus pulang duluan.. " ucap kak ryu.


"Tapi kak, apa akari baik-baik saja.. " tanya sena.


"Iya, dia baik-baik saja, dia hanya butuh waktu untuk menenangkan diri.. " jelas kak ryu.


"Baiklah kalau begitu, kalian hati-hati.. " ucap tatsuya.


"Kalian jangan pulang terlalu malam.. " ucap kak ryu mengingatkan.


Mereka mengangguk.


Akari dan kak ryu berjalan keluar restaurant, baru selangkah mereka keluar, hujan rintik-rintik mulai turun.


"Akari kamu tunggu disini sebentar, kakak akan memanggil taksi.. " ucap kak ryu.


Akari mengangguk.


Akari menatap langit mendung, sambil menengadahkan tangannya memainkan air hujan, setetes air meluncur dari sudut matanya. Hatinya begitu sesak, membuatnya kesulitan bernafas. Ia berusaha menenangkan hatinya, terdengar sayup-sayup pertengkaran yidak jauh dari tempat ia berdiri. Akari menoleh ke sumber suara.

__ADS_1


"Akira... " batinnya. Hatinya kembali sakit terlintas di benaknya perkataan akira tadi. Dia membuang wajahnya enggan melihat live drama itu.


Tetapi dia kembali mengamati akira dan kaori yang sedang bertengkar.


Yuriko dan yang lain berjalan menuju pintu keluar restaurant, mereka melihat akari yang masih berdiri di deoan restaurant seorang diri. Mereka hendak menghampiri akari, namun mereka terkejut melihat akari yang berlari dengan panik.


"Akari.. " teriak yuriko, berlari menyusul akari, diikuti yang lain.


Kaori mendorong akira membuatnya terdorong kejalan raya, pada saat itu sebuah mobil melintas mendekat ke arah akira, akira dan kaori tidak menyadari mobil tersebut. Akari yang berdiri tidak terlalu jauh dari mereka, melihat mobil yang mendekat ke arah akira, dengan secepat kilat akari berlari ke arah akira.


"Akira... " teriak histeris akari..


"Brukkk.. Brakkk.... " akari menubruk keras tubuh akira, membawanya jatuh berguling bersama ke pinggir menghindari mobil yang hampir mrnabrak akira.


"Akhhh... " akari meringis kesakitan.


Akari berada di atas akira, kepalanya bersandar di dada akira.


"Dag.. Dig.. Dug.. " terdengar lemah detak jantung akira.


Akari mendongakkan kepalanya, mentap wajah akira, mata akira terpejam tidak sadarkan diri.


Akari segera bangkit, mengubah posisinya menjadi duduk di samping akira.


"Akira.. Akira.. Bangun.. Akira.. " akari menepuk-nepuk pipi akira berusaha mebyadarkannya, tapi akira tetap tidak merespon.

__ADS_1


"Hikss.. Hikss.. Akira aku mohon sadarlah.. " akari menangis sambil mengusap wajah akira.


"Minggir, dasar pembawa sial. " kaori mendorong akari, sebelum tubuh akari terjatuh kak ryu debgan sigap menahan tubuh akari.


"Akari kamu gak papa.. " tanya kak ryu mengecek tubuh akari.


"Aku gak papa, kak cepat panggil ambulance akira tidak sadarkan diri.. " pinta akari panik.


"Tidak perlu, aku bisa mengurusnya sendiri.. Lebih baik kalian pergi.. " ucap sarkas kaori.


"Tidak aku tidak akan pergi, sebelum memastikan kondisi akira.. " ucap lantang akari


"Dasar tidak tau malu, apa kamu lupa apa yang di katakan akira tadi, atau aku perlu mengulangnya agar kamu ingat, jika kamu tidak ingin akira terluka lebih baik kau menjauh darinya.. " ucap kaori.


Akari hanya bisa terdiam sambil terisak, memandang wajah akira.


"Maksud kamu apa ngomong gitu.. Kamu yang sudah mendorong akira sehingga akira terluka, kami semua melihatnya, kenapa kamu melemparkan kesalahanmu pada akari. " ucap tatsuya yang mendekat bersama teman-temannya.


"Jelas ini salah cewek sial itu, kalau bukan karena dia aku dan akira tidak akan bertengkar dan hal ini tidak akan terjadi.. " ucap kaori tidak mau kalah


"Dasar cewek gila.. " ucap yuriko hendak menyerang kaori.


Tetapi tatsuya menghentikkannya


"Lebih baik, kalian semua pergi.. Akira tidak membutuhkan kalian, hanya aku yang bisa berada di sisinya.. " ucap kaori..

__ADS_1


__ADS_2