Love Is You

Love Is You
Part 59


__ADS_3

"Akiraaaaa.... " teriak akari tanpa sadar, akari memejamkan matanya. Ia sudah tidak sanggup lagi melawan, posisinya sudah berada di tindih oleh pria mesum itu.


"Bug.. Bug.. Bug.. " sang pria tersungkur di pojok ruangan, mukanya di penuhi lebam.


"Brengsekkk, berani sekali kau menyentuh wanitaku.. Akan ku bunuh kau.. "


"Suara itu.. " batin akari, perlahan ia membuka matanya.


Terlihat seorang pria tengah memukuli pria mesum itu, dengan membabi buta.


Pria mesum itu berusaha melawan.


"Bug.. "


"Akira.. " akari mendelik terkejut, melihat akira tersungkur di dekatnya.


Dengan cepat akira kembali bangkit dan langsung menyerang pria itu.


Terjadilah pergulatan sengit diantara keduanya.


Akari berusaha duduk, sambil menutupi dadanya, karena bajunya sudah terkoyak-koyak. Ia menunduk menyembunyikan wajahnya sambil menangis ketakutan. Dalam hatinya ia bersyukur bahwa akira datang menyelamatkannya.


"Aaakkkhhh.. " terdengar teriakkan akira. Akari segera mengangkat wajahnya, terlihat tangan akira meneteskan darah.


Pria itu, telah mengeluarkan pisaunya untuk menyerang akira.


Akira terus berusaha melawan sang pria, sampai akhirnya sang pria jatuh tersungkur dan tidak sadarkan diri.


"Cihhh.. " akira meludah, dan mengusap keras sudut bibirnya yang berdarah.

__ADS_1


"Buggg.. Buggg.. " akira menendangi pria yang sudah tidak berdaya itu.


"Rasakan ini, brengsekkk... " ucap akira penuh emosi.


Setelah puas melampiaskan emosinya, akira berjalan gontai hendak menghampiri akari.


Tapi betapa terkejutnya ia, saat berbalik akira melihat kaori sudah menodongkan pistol di kepala akari.


"Berhenti disana atau aku tembak dia.. " ucap kaori dingin, sambil menarik akari berdiri.


"Kao apa yang kau lakukan.. " tanya akira terkejut.


"Aku hanya ingin menyingkirkan penghalangku.. " ucap kaori.


"Gleeekkk... " akari hanya mampu menelan ludah mendengar kata-kata kaori.


"Kaori, lepaskan akari kita bisa membicarakannya baik-baik" ucap ryu.


"Ciihhh.. Tidak ada yang bisa di bicarakan lagi, selama ini aku sudah memberinya kesempatan, tapi dia sudah mengabaikannya.. " ucap kaori.


"Kao, tenanglah.. Apapun keinginan mu akan aku kabulkan asalkan kau mau melepaskan akari, kamu ingin kita bersama baik kita bersama dan aku akan melepaskan akari.. " ucap akira berusaha membujuk.


"Pembohong.. Sudah berapa kali kau bilang tapi tetap saja kau kembali mengejanya, sudah banyak cara aku berusaha memisahkan kalian, tapi apa.. Apa.. Kau tetap berlari mengejarnya, aku tidak bisa menerima itu, jika aku tidak bisa memiliki mu dia juga tak akan bisa.. " teriak kaori sambil terus menodongkan pistolnya ke arah akari.


"Baik, kalau begitu tembak saja aku. Lepaskan akari.. " ucap akira mendekat.


"Berhenti.. Aku pasti, pasti akan menembakmu tapi sebelum itu aku akan melenyapkannya terlebih dulu di depan matamu, agar kamu bisa merasakan betapa sakitnya kehilangan seseorang yang berarti untukmu.. " ucap kaori tersenyum sinis.


"Dooorrr... "

__ADS_1


"Tidaaaakkkkk... " teriak reyka, jatuh pingsan yang langsung di tangkap ryu.


"Bruuuukkk..."


Akari memejamkan matanya, terduduk lemas.


"Kaori... " ucap akira terkejut.


Akari menoleh, kaori tergeletak sambil meringis memegangi lengannya yang berlumuran darah.


Kaori hendak bangun dan mengambil pistolnya,


"Doorrr.. " tembakan keduapun mendarat di lengannya yang lain.


Polisi, segera mendekati kaori sambil menodongkan pistol, agar kaori tidak melawan.


"Nona kaori, anda di tahan karena melakukan tindakan penculikan dan percobaan pembunuhan.. " ucap pakpol, memborgol tangan kaori dan menariknya bangun.


Akira segera menghampiri akari, dan menyelimutkan jaketnya ketubuh akari.


"Nona akari, kami harap anda bisa ikut ke kantor polisi untuk menjadi saksi.. " ucap pakpol.


"Pak, apakah bisa besok saja. Kondisi akari sepertinya tidak memungkinkan untuk memberikan keterangan sekarang" ucap akira.


Akari menyembunyikan wajahnya di pelukkan akira.


"Baik tuan.. " ucap pakpol, undur diri.


"Tenanglah, semuanya sekarang sudah baik-baik saja.. " ucap akira, memeluk erat akari sambil menciumi rambut akari.

__ADS_1


__ADS_2