
Akari sudah merasa jenuh diam di kamar sendirian selama ber jam-jam.
"Kenapa sorenya lama banget sih.. Kemana kak ryu dan akira kok gak ada yang nongol satupun nemenin aku.. " gerutu akari kesal.
Akari keluar dari kamarnya untuk mencari udara segar, ia berjalan-jalan sendirian di taman rumah sakit.
Akari duduk di pinggir kolam ikan hias, memainkan air kolam dengan kakinya.
Sebuah ice cream muncul di depan wajahnya.
"Akira.. " ucap akari tersenyum ceria, ia menerima ice cream tersebut dengan senang hati.
"Ini untuk permintaan maafku, karena baru bisa menemuimu.. " ucap akira.
"Karena suasana hatiku sedang bagus, permintaan maafmu aku terima.. " ucap akari, sambil menikmati ice cream kesukaannya.
"Oh ya, emang kamu keman aja kok baru kesini.. " tanya akari.
"Emm.. Aku baru menemui kaori.. " ucap akira sedikit gugup, mengamati ekspresi akari.
"Owhh.. " ucap akari, sedikit berubah raut wajahnya.
__ADS_1
"Iya, aku harap kamu tidak kecewa terhadapku.. " ucap akira.
"Iya aku ngerti kok.. " ucap akari berusaha baik-baik saja.
"Ri, sebenarnya kaori seperti itu karena dia mengalami banyak tekanan, kamu tau kan jika dia mempunyai masalah dengan mentalnya.. " ucap akira.
Akari terdiam sejenak, mencerna kata-kata akira, akari mengingat cerita ibu akira tentang kaori.
"Aku pikir dia sudah sembuh, karena selama ini sikapnya normal-normal saja, saat itu dia yang mengantarku kemari untuk menemuimu, dia bilang dia bisa menerima jika aku kembali bersamamu dan dia sudah menganggapku seperti seoarang kakak.. Dia benar-benar terlihat tulus saat mengatakannya kepadaku" akira mulai bercerita.
"Benarkah.. " tanya akari yang mulai tertarik dengan cerita akira.
Akira mengangguk,
"Lanjutkan saja, aku baik-baik saja.. " ucap akari menatap akira ingin tahu.
"Saat itu aku merasa cemburu melihat kemesraanmu bersama ryu, maka dari itu aku memutuskan untuk kembali ke hotel, yang tidak jauh dari taman. Saat aku kembali aku tidak sengaja mendengar percakapan kaori dengan seseorang di telfon. Aku segera menghampiri kaori dan meminta penjelasan darinya, setelah aku mengetahui keberadaanmu aku segera berlari mencarimu dan meninggalkan kaori menangis sendirian setelah berdebat denganku. Aku benar-benar tidak tahu jika kao akan menjadi senekat itu kepadamu.. " ucap akira.
Akari mengangguk mengerti, wajahnya terlihat sedikit murung. Hal itu benar-benar menjadi hantaman besar untuknya.
"Apa kamu baik-baik saja akari.. " tanya akira sedikit cemas, melihat raut sedih akari.
__ADS_1
"Tentu saja, aku baik-baik saja. Oh ya kapan ingatanmu kembali.. " ucap akari mengalihkan pembicaraan.
"Saat kamu pergi meninggalkanku.. " ucap akira menunduk, malu menatap akari.
"Maaf.. " ucap akari memegang pundak akira, menatapnya sendu.
"Tidak, dari awal memang aku yang sudah bersalah.. Aku yang seharusnya minta maaf, maaf aku telah melukai dan mengecewakanmu.. " ucap akira menatap dalam mata akari.
"Aku tidak pernah menyalahkanmu akira, aku bisa mengerti keadaanmu. Jadi kamu jangan merasa bersalah lagi.. " ucap akari.
"Akarii.. Aku tau mungkin ini bukan saat yang tepat untukku mengatakannya, tapi aku takut semuanya akan terlambat jika aku tidak mengatakannya sekarang.. " ucap akira.
"Katakan saja, aku akan mendengarkan.. " ucap akari tersenyum polos.
"Akari maukah kamu, memulai kembali hubungan kita dari nol lagi. Aku tidak bisa berjanji tapi aku akn berusaha membuatmu bahagia " ucap akira.
Akari nampak berpikir.
"Akira aku.. Sebenarnya aku.. " ucap akari menggantung.
"Heii.. Ternyata kalian berdua ada disini, akari ayo sudah waktunya pulang.. " ucap ryu, berjalan menghampiri keduanya.
__ADS_1
"Kak ryu, iya ayo.. " ucap akari berjalan mendahului ryu dan akira.