
Akari dan akira sudah mendarat di jepang semalam, mereka sengaja tidak memberitahu teman-temannya. Mereka berencana memberikan kejutan besok di sekolah.
Akari mematung di depan cermin, memastikan penampilannya rapi. Ia segera mengambil ranselnya dan bersiap berangkat.
"Ckleeekk.. " membuka pintu.
"Akira.. " ucap akari terkejut melihat akira sudah berdiri di ambang pintu.
"Morning kiss.. " akira mencium pipi akari.
"Iiihhh.. Akira malu tau, gimana lok tetangga ada yang liat.. " ucap akari menunduk malu.
"Biarin aja mereka liat, biar tau lok kamu itu pacar aku.. " ucap akira cuek.
"Terserah deh, ayo berangkat.. " ucap akari.
"Pakai ini.. " ucap akira, memakaikan helm berwarna pink pada akari.
Akari terdiam menatap akira.
"Biasa aja liatinnya, aku tau lok aku cakep.. " ucap akira, menutup kaca helm akari.
" iiichhh.. Pd banget, sapa juga yang liatin kamu.. " ucap akari kesal.
"Udah buruan naik, ntar keburu telat.. " ucap akira.
"Pegangannn, aku mau ngebut nih.. " ucap akira.
"Iya.. Iya.. " jawab akari malas, akari berpegangan pada pundak akira.
"Kok di pundak.. " ucap akira.
"Terus dimana.. " tanya akari kesal.
"Pinggang dong.. " jawab akira.
"Sama aja, yang pentingkan pegangan" ucap malas akari.
"Ya bedalah, lok kamu gak mau pegangan di pinggang aku gak akan jalan.. " ancam akira.
Karena malas berdebat, akari menurunkan tangannya ke pinggang akira.
__ADS_1
"Brmm.. Brmmm" akira mulai menstater motornya.
"Pegangan yang kuat.. " teriak akira.
"Brmmmmm.. " akira menancap gas.
"Akirraaaaa... " teriak akari terkejut, karena akira melaju dengan kecepatan tinggi. Akari reflek memeluk erat akira karena takut terjatuh.
Akira hanya tersenyum melihat muka kesal akari dari spion.
Yuriko, saki dan sena sedang berjalan beriringan sambil bercanda.
"Pagi girls.. " sapa tiga orang pria yang berjalan di belakang mereka, yang tak lain tatsuya, sora dan satoru.
"Pagi boys.. " jawab mereka bertiga bersamaan menoleh kesumber suara.
Mereka langsung mengubah posisi menjadi berpasangan.
"Yuri, gimana akari sudah memberi kabar belum.. " tanya tatsuya.
"Belum, lok akira gimana.. " ucap yuriko balik bertanya..
"Belum juga.. " jawab satoru, mengedikkan bahunya.
"Iya, kira-kira gimana keadaan akari sekarang ya.. " ucap sena.
"Pagi gaysss.. " sapa akari berjalan mendahului mereka sambil menggandeng tangan akira.
Mereka berenam melongo.
Akari cuek saja, terus berjalan tanpa menoleh.
"Akariiii... " teriak saki terkejut.
Yuriko, saki dan sena langsung berlari memeluk akari.
"Akarii.. Ya ampun ini beneran kamu ri.. " ucap saki menatap akari tidak percaya.
"Ini bukan mimpi kan.. " ucap sena mencubit lengan yuriko.
"Awww.. Sakit tau.. " ucap yuri, mengelus lengannya.
__ADS_1
"Ri aku rindu berat ma kamu.. " ucap yuriko.
"Aku juga rindu berat ma kalian.. " ucap akari. Mereka berempat saling berpelukan.
"Hai bro, kayanya sukses nih.. " ucap tatsuya menepuk pundak akira.
"Seperti yang kamu lihat.. " ucap akira puas, memandangi gadisnya yang sedang tertawa lepas bersama teman-temannya.
"Wahhh.. Bakal makan-makan dong kita.. " ucap satoru merangku akira.
"Tentu, kalian pesan saja tempatnya.. " ucap akira sombong.
"Waahh beres itu mah.. " ucap sora.
Mereka berjalan beriringan menuju kelas.
"Waaahhh... Pantaiii... " teriak akari.
Akari, yuri, sena dan saku berlari kearah laut.
akira, tatsuya satoru dan sora, membagi tugas untuk menyiapkan tempat dan hidangan untuk pesta malam ini, mereka membiarkan para gadis bermai air.
"Akira.. Ada yang perlu kami bantu.. " teriak akari.
"Tidak.. Kami sudah hampir selesai, kalian lanjutkan saja.. " jawab akira.
Setelahmemastikan semuanya beres mereka menyusul para gadis bermain air.
Tanpa terasa hari mulai senja, mereka duduk berjejer dengan pasangan masing-masing menikmati sanset.
"Indahnya, hari ini aku benar-benar bahagia.. " ucap akari menoleh menarap akira.
"Apa kamu mau sesuatu yang manis.. " tanya akira. Akari mengangguk.
"Pejamkan matamu.. " perintah akira.
Akari memejamkan matanya.
Akira mulai mendekatkan wajahnya.
Dan..
__ADS_1
"Duaarrr.. Duarr.. Duarrr... " suara kembang api. Akari menoleh saat bibir akira hampir menyentuh bibirnya.
"End.. "