
Akari sedang sibuk mengemas pakaiannya ke dalam koper.
"Akariii... " teriak yuriko tiba-tiba sambil berlari memeluk akari dari belakang.
"Yuri, kamu kok bisa disini.. " tanya akari terkejut.
"Kamu tau gak, setelah aku denger kabar kamu mau pergi aku langsung kesini, kamu jahat bangaet sih mau pergi gak bilang-bilang" gerutu yuriko.
"Iya ri, kamu kik tega banget ma kita, apa kamu udah gak anggep kita sebagai sahabat kamu lagi.. " ucap saki yang datang bersama sena.
"Maaf aku gak bermaksud begitu, aku nanti akan memberitahu kalian tapi kalian sufah tahu duluan.. " ucap akari merasa bersalah.
"Ri, kamu jangan pergi ya.. " ucap sena memeluk akari.
"Hikss.. Hikss.. Iya ri, kamu disini aja, kita gak akan terasa lengkap lok gak ada kamu" rengek saki ikut memeluk akira.
Kami berempat saling berpelukan.
"Maaf, sebenarnya aku juga berat untuk pergi, tapi jika aku terus di sini aku akan susah move on dari akira.. " ucap akira.
"Tok.. Tok.. Tok.. " suara ketukan pintu, mengalihkan perhatian mereka.
"Kak ryu.. " ucap akari melihat ryu berdiri fi ambang pintu.
"Maaf mengganggu, aku hanya ingin memberitahumu akari, pesawat akan berangkat pukul 7 malam.. Sebelum pergi apa kamu mau pergi ke suatu tempat" ucap kak ryu.
"Emm.. Iya.. Aku ingin berpamitan dengan akira untuk yang terakhir kalinya.. " ucap akari.
"Baiklah jika kamu sudah siap aku akan mengantarmu. " ucap kak ryu.
"Iya kak.. " jawab akari.
"Ya sudah, kalian bisa lanjutkan lagi kegiatan kalian.. " ucap kak ryu.
__ADS_1
"Ri kamu yakin, mau menemui akira lagi.. " tanya yuriko.
"Iya.. " ucap akari.
"Apa perlu kami temani.. " tanya saki.
"Tidak perlu, aku bisa sendiri.. " ucap akari.
"Baiklah kalau itu mau mu, apa kamu akan kembali kesini lagi ri.. " tanya sena.
"Entahlahh.. " jawab akari menggantung.
"Jika kamu sudah di sana, kamu harus sering menghubungi kami ri, jangan sampai kamu melupakan kami.. " ucap yuriko.
" tentu saja, aku akan selalu menghubungi kalian dan tidak akan melupakan kalian.. " ucap akari.
"Kami akan sangat merindukanmu akari.. " ucap sena.
"Aku juga, akan sangat merindukan kalian" ucap akari, mereka berempat kembali berpelukan enggan berpisah.
Akari mengangguk.
Akari tiba di rumah sakit bersama kaka ryu.
Akari merasa sedikit gugup, saat berjalan menuju ruangan akira.
"Kamu baik-baik saja ri.. " tanya kak ryu melihat raut cemas di wajahku.
"Iya, aku baik.. " jawab akari.
Akari bertemu kaori, di depan kamar akira.
"Mau apa kamu kesini, aku sudah bilang jangan pernah kamu mendekati akira lagi.. " ucap kaori sinis.
__ADS_1
"Aku ingin bertemu akira sebentar saja.. " ucap akari.
"Tidak bisa.. " ucap kaori.
"Biarkan akari bertemu akira.. " ucap ayah akira yang datang bersama ibu akira.
"Tante, om.. " ucap akari memeluk mereka berdua.
"Nak akari, bagaimana keadaanmu.. " tanya ibu akira.
"Aku baik tante, maaf kan aku, karenaku akira jadi seperti ini" isak akari dipelukan ibu akira.
"Tidak nak, kami tidak pernah menyalahkanmu.. " ucap ibu akira membelai rambut akari.
"Apa kamu ingin menemui akira.. " tanya ayah akira.
"Iya om.. " jawab akari.
"Baiklah.. Kami akan menemanimu.. " ucap ayah akira.
"Makasih om.. " ucap akari tersenyum tulus.
Kaori marah, ia pergi meninggalkan ruangan tersebut.
"Oh iya, om tante kenalkan ini kak ryu.. " ucap akari mengenalkan pria yang sedari tadi berdiri diam menjadi penonton.
Ayah dan ibu akira mengangguk tersenyum ke arah kak ryu. Kak ryu balas tersenyum.
"Kak, kakak mau ikut masuk atau.. " tanya akari menggantung.
"Kakak akan pergi keluar sebentar, kamu disini sendiri gak apa-apa kan" ucap kak ryu.
"Iya.. " ucap akari.
__ADS_1
"Baiklah, 1 jam lagi kakak akan menjemputmu.. " ucap kak ryu.
Akari mengangguk. Kak ryu berpamitan kepda kedua orang tua akira dan berlalu pergi.