
"Tap.. Tap.. Tap.. " terdengar suara langkah kaki memasuki ruang kelas.
Seorang lelaki berpakaian hitam berdiri di depan pintu.
"Saki bukannya itu kak ryu.. " ucap sena.
"Mana.. Ya ampun iya.. Ngapain dia disini" ucap saki.
Seluruh siswa menatap ryu bertanya-tanya siapa dia.
"Selamat pagi semuanya" ucap ryu, berjalan ke meja guru.
"Pagi.. " jawab para siswa.
"Kalian pasti bertanya-tanya, siapa saya dan kenapa saya disini.. Baiklah saya akan memperkenalkan diri, nama saya ryusei yokohama panggil saja ryu, saya disini sebagai guru seni menggantikan ibu sany yang sedang cuti hamil" jelas kak ryu.
"Waaahhhh,, kayanya bakal betah aku sekarang ikut pelajaran seni lok gurunya kaya gini" gumam saki.
"Echmm.. " satoru berdehem.
Saki melirik satoru.
"Baik, apa masih ada yang ingin kalian tanyakan.. " tanya kak ryu.
Seorang siswi mengangkat tangannya.
"Pak, apa bapak sudah punya pacar.. " tanya siswi tersebut.
"Huuu... " para siswa tang menyorakinya.
"Apaan sih, akukan cuma pingin tau" hawabnya membela diri.
__ADS_1
"Baik tenang semuanya, saya akan menjawab pertanyaannya, saya masih single.. " ucap kak ryu tersenyum manis.
"Asyik jadi masih ada kesempatan dong" celetuk seorabg siswi yang lain.
Suasana di kelaspun mulai riuh.
"Ok, harap tenang semua.. Saya akan mulai mengabsen" ucap ryu, menatap sekeliling, tapi orang yang dia cari tidak ada.
"Reina, kyuri, kaori, tatsuya, sena, saki, akira, sora, satoru, yuriko, akarii.. Akarii.. " kak ryu mulai mengabsen..
"Kemana akari.. " tanya kak ryu.
"Ke toilet pak.. " jawab yuriko
"Oh, baiklah.. Kita mulai pelajaran hari ini.. " ucap kak ryu.
"Yuri, kenapa akari lama sekali, aku jadi khawatir.. " ucap saki.
"Iya, aku juga " ucap yuri.
Kak ryu mengangguk mengizinkan.
Sementara di kamar mandi, akari terus menggedor-gedor pintu sambil berteriak meminta bantuan. Dan terus mengumpat,
Karena letak kamar mandi yang berada di ujung ruangan dan keadaan jam belajar, maka jarang ada orang yang melewati kamar mandi.
Akira berjalan menyusuri lorong menuju kamar mandi. Suasana begitu sunyi. toilet wanita dan toilet pria bersebelahan.
Akira masuk ke dalam toilet pria untuk mencuci mukanya.
Dia menatap pantulan dirinya di cermin.
"Kenapa, kenapa dadaku terasa sesak setiap melihat akari.. "batin akira.
__ADS_1
"Dor.. Dor.. Dorr.. " terdengar samar-samar seseoarang menggedor pintu.
Akira menoleh ke kanan dan kiri mencari sumber suara.
"Tolong.. Tolong.. Siappapun.. Tolongg.. bukakan pintu.. " terdengar teriakan seorang gadis.
Akira segera keluar dari toilet mencari sumber suara. Akira berdiri di depan pintu toilet wanita, uya sedikit ragu untuk masuk kedalam.
"Hiks.. Hikss.. Tolong.. " gadis itu mulai terisak.
"Siapa disana.. " tanya akira sedikit ragu.
"Akira.. Akira.. Ini aku akari.. Tolong aku.. " ucap akari mulai bersemangat.
"Akari, apa yang terjadi. " tanya akira dari luar.
"Tolong aku, aku terkunci di dalam" ucap akari.
Akira segera menerobos masuk kedalam kamar mandi. Iya melihat satu pintu yang terkunci,
"Mundur sedikit, aku akan mendobraknya.. " ucap akira.
"Baiklah.. " jawab akari.
"Brakkk.. " pintu terbuka.
"Akira.. " teriak akari segera berhambur memeluk akira.
"Apa yang terjadi, kenapa kamu bisa terkunci dan pakaianmu.. " ucap akira mendorong akari melepaskan pelukkannya, menatap seragam akari yang basah kuyup.
"Akira.. Ini semua kaori yang melakukannya.. " ucap akari mentap dalam akira.
"Tidak.. Tidak mungkin kaori melakukan ini padamu.. " elak akira.
__ADS_1
"Akira, aku mohon percayalah kepadaku" ucap akari, matanya mulai berkaca-kaca.
"Tidak, mungkin kamu salah orang.. Kaori dari tadi terus bersamaku, jadi bagaimana mungkin dia bisa melakukan ini kepadamu" jelas akira sedikit ragu, ia mencoba berfikir..