
"Saya terima nikah dan kawinnya Bunga Anggraini binti Broto Kusumo dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."
"Bagaimana bapak, ibu, sah?"
"SAH."
"Alhamdulillah."
"Bârakallâhu laka wa bâraka ‘alaika wa jama‘a bainakumâ fî khairin."
Artinya Semoga Allah memberkahimu dalam suka dan duka dan semoga Allah mengumpulkan kalian berdua di dalam kebaikan.
"Allâhummaj’al hâdzal ‘aqda ‘aqdan mubârakan ma’shûman wa alqi bainahumâ ulfatan wa qarâran dâiman wa lâ taj’al bainahumâ firqatan wa firâran wa khishâman wakfihimâ mu’natad dunyâ wal âkhirah."
Artinya: Ya Allah, jadikanlah akad ini sebagai ikatan yang diberkahi dan dilindungi, tanamkan di antara keduanya kerukunan dan ketetapan yang langgeng, jangan Engkau jadikan di antara keduanya perpecahan, perpisahan dan permusuhan, dan cukupi keduanya bekal hidup di dunia dan akhirat.
Setelah penghulu membacakan doa tersebut, Nathan pun mendekat ke arah Bunga yang masih setia memejamkan matanya. Air matanya mengucur deras, berlomba-lomba membasahi pipinya. Akhirnya, wanita yang sekian lama menggenggam hatinya telah resmi menjadi istrinya.
Kemudian Nathan mendekatkan wajahnya pada wajah Bunga yang sudah tidak sepucat sebelumnya. Lalu ia melabuhkan sebuah kecupan yang dalam dan lama di dahi Bunga.
'Bunga ... sayangku, cintaku, kasihku, belahan jiwaku, pemilik hatiku, istriku tercinta, aku mohon bangunlah. Aku menunggumu, sayang. Aku menantimu. Aku sungguh merindukanmu, sayang. Aku yakin, kau pun merindukanku kan! Bukan hanya aku, tapi Putri. Sama seperti putri kita, ia pun sangat merindukanmu. Putri selalu memanggil-manggil namamu,' bisik Nathan lirih di telinga Bunga.
Seakan merespon, setitik air mata jatuh dari sudut mata Bunga. Nathan yang menyadari hal tersebut lantas segera memanggil dokter yang memang ikut memantau sekaligus menjadi saksi pernikahan Nathan dan Bunga.
"Bagaimana dokter? Apa ada perkembangan?" tanya Nathan antusias.
Stefan yang paham lantas menepuk pundak Nathan.
__ADS_1
"Itu hanya respon alam bawah sadar pasien. Sepertinya kata-kata kamu tadi dapat didengarnya. Jadi saran saya, Anda sebaiknya lebih sering mengajak pasien berkomunikasi. Ingat-ingat, apa yang Anda bahas tadi, sepertinya hal itu cukup berpengaruh besar padanya," saran sang dokter yang diangguki Nathan dengan tersenyum tipis.
Hari ini, tepat satu Minggu setelah Nathan memberanikan diri melamar Bunga dari Pak Broto dan Bayu, akhirnya Nathan telah resmi menjadi suami Bunga. Rasa haru bercampur pilu menyeruak memenuhi ruangan serba putih dengan beberapa tirai berwarna biru muda.
Hari yang seharusnya istimewa dan dipenuhi kebahagiaan, kini justru dibayangi semburat sendu dari semua orang yang memenuhi ruangan itu. Kini para tamu yang jumlahnya tak seberapa, dihadirkan hanya untuk memenuhi syarat sebagai saksi mulai pulang ke rumahnya masing-masing. Hanya tinggal keluarga Nathan dan Bunga saja yang tengah termenung di ruangan itu.
"Oh ya Nath, papa dan dokter Agus semalam sudah membahas bagaimana baiknya penanganan penyakit Putri saat ini," tukas dokter Alan membuka percakapan.
"Apakah sudah ditemukan cara mengobati penyakit Putri, Pa?" tanya Nathan antusias. Bukan hanya Nathan, tapi semua orang mulai dari Stefani, pak Broto, Bayi, Kia, dan Karlina ikut antusias.
Dokter Alan menggeleng, "untuk cara pengobatannya maupun obatnya belum ditemukan hingga kini. Tapi ... kita bisa mengupayakannya."
"Mengupayakan? Dengan cara?"
"Kita bisa mengupayakannya dengan melakukan terapi BMT atau Bone Marrow Transplant atau yang lebih sering kita sebut dengan cangkok sumsum tulang belakang," ungkap dokter Alan.
"Apakah artinya Putri harus dioperasi, Pa?" tanya Nathan dengan wajah pias. Tak dapat ia bayangkan, gadis sekecil itu sudah harus berjuang di atas meja operasi. Nathan meringis membayangkan tubuh Putri kecilnya dibedah dengan pisau bedah.
Dokter Alan menggeleng, "sayangnya cangkok sumsum tulang belakang tidak seperti cangkok hati atau ginjal yang harus melalui proses pembedahan."
"Lalu pak Alan, bagaimana cara cangkoknya?" timpal Pak Broto yang benar-benar penasaran. Karena hampir semua orang yang ada di ruangan itu tidak mengerti dunia kedokteran, jadi Alan pun menjelaskan dengan pelan agar dapat dengan mudah dimengerti.
"Hanya seperti transfusi darah. Nanti akan dipasang keteter di dada Putri untuk prosesnya dan untuk jalan masuknya obat juga. Jadi Putri tidak akan masuk ke ruang operasi."
Raut wajah bingung tercetak jelas di setiap wajah yang ada di ruangan itu. Meskipun begitu, sedikit ada kelegaan karena Putri tidak harus mengalami proses pembedahan.
"Untuk itu, untuk pertama-tama, beberapa dari kita akan melakukan pemeriksaan HLA. HLA sendiri adalah molekul yang memiliki peran penting dalam respon imun terhadap zat asing dalam tubuh. Tujuannya untuk mencari pendonor yang cocok untuk Putri," jelas Alan lagi membuat semua orang saling menoleh satu sama lain kemudian mengangguk sebagai pertanda suatu kesiapan.
__ADS_1
Tentu saja merasa siap kapan saja untuk melakukan pemeriksaan. Semua tentu demi kesembuhan Putri. Walaupun menurut Alan cara ini belumlah terbukti ampuh 100% untuk menyembuhkan penyakit Putri, tapi hanya BMT-lah satu-satunya optional untuk penyakit kelainan darah.
Bukankah sebagai manusia tugas kita adalah berusaha dan berupaya? Tak lupa pula kita berdoa dan menyerahkan segalanya pada yang Maha Kuasa. Apapun hasil akhirnya, biarkan Tuhan yang berbicara.
...***...
Malam ini Nathan berjaga seorang diri di ruangan dimana Bunga masih setia memejamkan matanya. Setelah dari menjelang sore hingga malam atau lebih tepatnya sampai Putri tertidur, Nathan pun segera kembali ke ruangan Bunga. Karena hari ini Bunga telah resmi menjadi istrinya, maka mulai hari ini tugasnya lah membersihkan seluruh tubuh Bunga setelah sebelumnya Kia lah yang melakukan itu.
Setelah kepergian semua orang, Nathan pun mengunci pintu kamar dan membuka satu persatu kain yang melekat di tubuh Bunga setelah sebelumnya ia menyiapkan baskom berisi air hangat dan sebuah waslap serta handuk kering. Ia menyeka seluruh bagian tubuh Bunga dengan begitu hati-hati. Nathan memperlakukan tubuh Bunga layaknya porselen yang rapuh dan mudah pecah. Ia menyekanya dengan lembut dan penuh kasih sayang. Tidak ada napsu di sana. Hanya ada binar cinta dan kasih sayang serta kehangatan.
Mata Nathan memanas saat tangannya bergerak dengan lembut, mengusap setiap inci bagian tubuh Bunga tanpa ada satupun yang terlewat. Tanpa sadar, sebuah isakan lirih keluar dari bibirnya yang bergetar.
"Bangunlah sayang, bangunlah. Aku mencintaimu. Aku sangat-sangat mencintaimu. Aku mencintaimu dengan segenap jiwa dan ragaku. Bangunlah, sayang. Aku mohon bangunlah. Aku menunggumu. Aku akan selalu setia menunggumu. Meski harus menghabiskan seluruh sisa usiaku, aku akan tetap setia menunggumu, menantimu kembali."
...***...
Readers : Othor panen bawang mulu sih!
Othor : Nggak kok. Bawang othor malah udah kritis. 🤣😂
Readers : Nggak lucu tau Thor.
Othor : Othor nggak bisa ngelucu. Bisanya ngajakin nangis jama'ah. 🤣😂😂🤣🤣🤣
Yang belum mampir ke karya othor yang baru berjudul BENALU DALAM RUMAH TANGGAKU, kuy mampir! Tenang aja, disana nggak ada drama nangis-nangis, yang ada justru ngomel-ngomel. 😂🤣
...***...
__ADS_1
...Happy reading 🥰🥰🥰...