Lukaku Dibayar Nyawamu

Lukaku Dibayar Nyawamu
Tertangkap


__ADS_3

Sri mulai mengumpulkan energinya untuk bisa membuat kedua remaja itu ketakutan dan mempertanggung jawabkan perbuatannya. Hingga saat energi Sri mulai terkumpul sempurna, ia menampakan wujud aslinya di depan kedua remaja itu.


"Hhihihihi, kalian bocah bocah sableng! Berbuat zina tanpa mau bertanggung jawab dan justru membunuh janin tak berdosa itu dengan sekeji ini! dasar bocah tak tahu diri!"


Kemunculan Sri sontak saja membuat keduanya tampak ketakutan dan diam seribu bahasa. Gadis remaja itu bahkan bersembunyi di balik tubuh pacarnya dan mulai menangis karna ketakutan melihat sosok Sri yang ada di depannya dengan wajah rusak dan banyak sekali belatung menempel di bagian pipinya.


"Pp...ergi dari sini setn!" ucap pria itu dengan ketakutan.


"Kau ingin aku pergi bocah tengil! hihihihi tak bisa! tak bisa kau mengusirku seperti ini sebelum kau merasakan pembalasan yang akan aku berikan pada kalian!"


Tawa Sri menggelegar membuat kedua remaja itu tampak ketakutan dan menangis tersedu sedu. Sri lantas mencengkram kuat tubuh remaja pria itu dan membantingnya dengan sangat keras. Dan tak lupa ia pun membuat wajahnya sendiri semengerikan mungkin agar keduanya ketakutan.


"Kalian berani melakukan hal menjijikan tanpa mau bertanggung jawab atas bayi tak berdosa yang tumbuh dengan sedirinya. Tidak kah kalian takut dengan hukuman yang akan kalian terima jika sampai orang tua kalian tahu dan siksaan di akhirat yang akan kalian dapatkan setelah melakukan hal menjijikan ini! lihat! lihatlah bayi yang sudah kau bunuh bahkan sebelum ia terlahir sempurna dan bisa merasakan indahnya dunia ini! kalian sungguh bocah berhati ibl* yang tega membunuh dan melakukan dosa seperti ini! bahkan aku pun malu ketika menatap kau melakukan hal kotor itu!"


"Kau sudah mati! kau bahkan tak bisa kembali ke alam mu dan malah diam disini!" ucap pria itu dengan gemetar.


"Hahahahah aku memang disini dan tak bisa kembali karena dendam ku belum terbalaskan. Tapi apa kau sadar bahwa mungkin kau juga akan bernasib sama sepertiku nanti? kau mungkin saja mendapatkan nasib yang lebih mengerikan daripada aku. Dan lihatlah kekasihmu yang malang. Hahahaha dia bahkan sudah gagal menjaga kehormatannya demi lelaki yang belum tentu mau menikahinya"


"Cukup! pergi kau dari sini seta"!"


Remaja pria itu bangkit dan mulai mengambil beberapa benda yang mungkin ia bisa lempar ke arah Sri. Namun, Sri bahkan bisa tembus pandang dan tak sedikitpun terluka akibat benda benda yang terlempar tepat ke arahnya.

__ADS_1


Wajah Sri kian memerah dan kini ia bahkan mulai menampakan wujudnya yang asli saat dirinya mati di bunuh suaminya. Bekas pukulan di area kening serta luka memar di pipi akibat tamparan membuat beberapa lukanya mengeluarkan darah yang berbau sangat busuk. Luka robek di area kepala serta beberapa giginya yang hilang sontak saja membuat kedua remaja itu panik dan berusaha keluar dari gubug yang sudah di kunci sri dengan sangat rapat.


"Kalian takan bisa lari dari tempat ini hihihihi!" tawa Sri kembali menggema hingga membuat remaja wanita pun lemas dan akhirnya tak sadarkan diri.


Berbeda dengannya, sang pria justru beberapa kali berusaha untuk membuka pintu gubug namun naas Sri malah melemparkan sebuah kursi kayu hingga membuat tangan si pria terluka dan mungkin saja patah akibat hantaman yang sangat keras.


"Akhhhhh!" pria itu memekik dengan kencang.


Hal itu lah yang membuat Sri tampak senang dan ia pun semakin berusaha membuat pria tersebut merasakan ketakutan yang luar biasa. Perlahan lahan Sri mendekatkan wajahnya pada remaja pria di hadapannya dan membuat pria itu kini buang air kecil di celananya sendiri.


"Kau mau mengambil kehormatan gadis itu tanpa mau mempertanggung jawabkan semua kelakuanmu itu hah?!"


Sri mulai mengambil sebuah kendi air kecil dan menghantamkannya beberapa kali ke bagian kepala sang remaja pria hingga ia pun terkulai lemas dan tak sadarkan diri.


"Kalian pantas mendapatkan ini semua. hihihihi"


Sri pun akhirnya pergi kembali menuju pohon tempatnya tinggal dengan Naisila dan meninggalkan kedua remaja itu terkunci di dalam gubug tersebut tanpa sehelai benang pun.


"Kau sudah menemukannya Sri?" tanya Naisila dengan datar.


Sri bahkan terlihat sangat senang dan ceria ketika ia mulai membicarakan semua perbuatannya pada Naisila tentang kedua remaja yang baru saja ia takuti.

__ADS_1


"Kau tahu La, mereka adalah anak remaja yang masih bersekolah dan sebentar lagi menganyam jenjang pendidikannya yang lebih tinggi. Namun mereka bahkan melakukan hal tak sepantasnya tanpa memikirkan bagaimana perasaan ibu dan ayahnya yang mati matian mencari nafkah hanya untuk mereka bersekolah dan menikmati hidup yang lebih baik. Aku sendiri bahkan sangat malu ketika melihat keduanya tanpa dosa akan melakukan halnya lagi padahal sang gadis masih dalam keadaan pendarahan"


"Ku rasa akal mereka sudah terganggu dan otaknya sudah hilang sehingga tak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Aku bahkan sangat ingin bersekolah setinggi mungkin namun nasibku tak pernah membuat mimpi mimpiku terwujud "


"Kita akan mendengar berita tentang keduanya esok hari La. Aku yakin mereka pasti akan merasakan akibatnya atas semua tindakan buruk yang sudah dilakukan"


********


Hari ini salah satu petugas penjaga wisata yang kebetulan bertugas berjaga masuk kedalam area air terjun untuk membersihkan beberapa sampah yang mungkin di tinggalkan para pengunjung. Namun, saat ia bahkan akan melewati area gubug yang sering dijadikan tempat peristirahatan bagi para wisatawan, ia terkejut ketika melihat dari kaca jendela, dua orang remaja putra dan putri tengah tertidur tanpa menggunakan pakaian.


Petugas itu pun langsung berlari menuju rumah warga dan mengajak beberapa warga serta ketua RT untuk melakukan peggerebegan atas tindakan tak senonoh yang dilakukan para pelajar tersebut.


Dengan diiringi warga dan ketua rt, sang petugas pun mulai membuka pintu gubug dan menangkap keduanya yang terlihat kebingungan dan tak sadar bahwa pakaiannya sudah terlepas dari tempatnya.


"Nah! ketahuan! dasar bocah mesum! berani beraninya mengotori tempat ini hah!"


"Huhhh dasar bocah! berani beraninya berbuat mesun di kampung kami! sini biar saya laporkan ke kantor polisi!"


Pak rt dan beberapa warga langsung membawa kedua remaja itu dengan paksa. Keduanya bahkan di perintahkan untuk memakai pakaian terlebih dahulu sebelum di amankan dan di bawa untuk di arak keliling kampung tersebut.


Wajah keduanya tampak pucat dan kebingungan dengan kejadian yang sedang mereka alami. Bahkan sang gadis yang baru saja sadar langsung menangis dan meraung raung ketiak mendapati tubuhnya tak menggunakan kain apapun.

__ADS_1


"Tidak! kami tak melakukan apapun disini! jangan bawa kami! saya mohon!"


__ADS_2