
Para warga datang berbondong bondong dan mulai semakin banyak terlihat irang yang datang hanya sekedar untuk mencaci dan melihat kedua remaja tak tahu malu itu. mereka bahkan menyiram dan menyeret tubuh keduanya seraya mulai bersorak seolah olah keduanya adalah binatang untuk membuat semua orang takut dengan hukuman sosial jika berbuat seperti demikian.
Para ibu yang melihat pun ikut mencaci dan mengutuk kelakuan keduanya dengan mulut yang tajam dan tak hnti hentinya menyalahkan wanita yang tak mampu menjaga kehormatannya.
"Semoga anakku dijauhkan dari perilaku beja* seperti mereka" ucap salah seorang ibu sontak saja memancing jawaban dari yang lainnya.
"Tentu saja bu. Anak anak kita didik dengan baik jadi takan mungkin melakukan hal kotor sepertinya"
"Sudah tahu berbuat salah dan mengandung bukannya tobat malah makin jadi. Kita tak bisa bayangkan bagaimana hancurnya hati kedua orang tua mereka ya ibu ibu"
Para warga sibuk mencaci dan menggunjing keduanya hingga tak sadar mereka kini telah berada di depan kator polisi yang ada di dekat desa.
Para polisi yang sedang bertugas pun lantas merasa keheranan dengan kedatangan banyak sekali warga yang tak lama kemudian mendorong dua remaja yang saat ini dalam keadaan memprihatinkan. Sontak saja para polisi membawa kedua remaja itu dan mengamankan nya di salah satu ruangan untuk di introgasi lebih lanjut.
Selain itu polisi juga meminta beberapa orang warga yang akan di jadikan saksi dalam kejadian ini dan yang lebih penting ada mengumpulkan data mengenai informasi siapa dan kenapa mereka sampai di bawa ke sana.
Para warga yang senantiasa berkumpul di depan kantor polisi pun mulai di giring untuk membubarkan diri karena untuk mengantisipasi kejadian yang lebih buruk lagi. mengingat para orang tua dari kedua pelajar itu tak tahu tentang apapun dan di takutkan akan melakukan tindakan yang tidak di inginkan.
Hingga saat di rasa semuanya sudah mulai aman dan terkendali, para polisi pun mulai menanyai kedua remaja tersebut dan membuat laporan atas keduanya dari warga sekitar dan perangkat desa yang tahu tentang kejadian yang menimpanya.
"Jadi apa yang mereka lakukan pak sehingga kalian membawanya kemari?" Tanya salah satu anggota pada ketua rt di hadapan para saksi lainnya.
__ADS_1
"Jadi begini pak. Pagi ini saya dipanggil oleh beberapa orang warga yang datang mengatakan bahwa ada dua remaja tak memakai busana di dalam gubug dekat sungai tempat wisata di kampung kami. Saya pun bersama para warga yang memang sudah tahu akan hal ini segera datang untuk memastikan ke tempat kejadian dan memang benar kedua remaja itu sedang tidur di gubug tersebut tanpa menggunakan sehelai kain apapun. Saya dan para warga sontak saja marah dan mendobrak pintu gubug tersebut untuk menangkap kedua pelajar tersebut"
"Lalu siapa orang yang pertama kali melihat mereka?" Polisi itu kembali bertanya dan langsung di jawab oleh petugas wisata yang memang saat itu mendapatkan giliran berjaga.
"Saya pak, saya yang pertama melihat mereka di sana saat akan membereskan beberapa sampah di area sungai"
"Pukul berapa anda melihat keduanya di dalam gubug tersebut?"
"Saya melihat keduanya kira kira pukul setengah tujuh saat saya berjalan melewati gubug untuk mengecek kondisi kebersihan sungai yang sering dijadikan tempat berenang oleh wisatawan. Saat itu saya bahkan tak sadar bahwa ada orang di area wisata sebab sebelumnya rekan saya yang menjaga loket pembayaran tak mengatakan bahwa ada dua pelajar yang datang dan belum pulang"
Polisi itu pun mengernyitkan kening sebab merasa heran dengan keterangan saksi tersebut.
"Jadi mereka datang sejak kemarin dan rekan anda tak memberitahukan tentang keduanya yang belum pulang?"
Polisi itu pun lantas menyuruh saksi tersebut untuk memanggilkan saksi lainnya yang berada di tempat kejadian saat keduanya datang untuk masuk ke area wisata. Dan di sisi lain para polisi pun juga sedang mengintrogasi pasangan muda mudi itu di ruangan tertutup.
"Jadi apa sebenarnya yang kalian lakukan di tempat tersebut? Apa kalian tak sadar bahwa tindakan kalian termasuk tindakan kriminal dan dilarang oleh agama?" Ucap salah satu polisi wanita yang bertugas menanyai kedua pelajar yang kini hanya dapat tertunduk malu.
"Tatap mata saya ! Jangan menunduk! Kalian bahkan melakukan itu tanpa rasa malu dan bersalah. Lalu kenapa kalian menundukkan kepala jika saat itu kalian bahkan menghiraukan dosa yang ada di depan mata? Apa kalian tahu konsekuensi dan hukuman yang akan kalian jalani setelah ini? Hukuman di sosial dan tentunya hukuman akhirat sedang menunggu kalian"
Remaja wanita itu pun mulai menangis dan meminta agar di bebaskan. Lain halnya dengan remaja pria yang tampak malu dan menundukkan kepala.
__ADS_1
"Saya mohon bebaskan saya. Saya melakukan ini karena dia yang memaksa bu. Pacar saya mengancam akan menyebarkan video saat daya berganti pakaian di kosannya"
Sontak saja polisi tersebut terdiam tak menyangka bahwa remaja di hadapannya mendapatkan ancaman dari pacarnya.
"Jadi apa benar yang dikatakan dia?"
Sontak saja polisi itu beralih bertanya pada remaja pria yang kini mulai berani menatapnya.
"Jawab! "
Pria belia itu bahkan terlihat gemetar tak seperti sebelumnya yang bahkan berani mengancam kekasihnya untuk beberapa kali melakukan hubungan pasangan suami istri di beberapa tempat.
"I…iya bu"
Polisi itu pun memijat keningnya yang terasa berdenyut. Ia benar benar tak menyangka bahwa anak remaja di depannya bahkan berani melakukan hal tak senonoh dan bahkan mengancam kekasihnya sendiri untuk melakukan tindakan yang lebih lagi.
Tak lama datang salah satu petugas lainnya yang membisikan hal yang paling membuatnya merasa sedih dan kecewa dengan tindakan kedua remaja tersebut.
"Apa kalian mau saya tahan selama puluhan tahun dengan kaki dan tangan yang akan saya ikat?"
Sontak saja keduanya menggelengkan kepala dengan cepat sebab tak ingin di penjara di usianya yang masih belia.
__ADS_1
"Apa kalian tahu berbuat zina dan membunuh itu adalah dosa yang besar dan paling jahat? Apa kalian berpikir bahwa tindakan kalian selamanya takan diketahui siapapun bahkan kedua orang tua kalian sendiri? Kalian pernah berpikir tidak bagaimana beratnya beban seorang orang tua untuk menghidupi dan membesarkan seorang anak? Bahkan jika aku menjadi orang tua kalian aku akan memilih untuk mati dan tak ingin menganggap kalian sebagai anakku"