Lukaku Dibayar Nyawamu

Lukaku Dibayar Nyawamu
Pendarahan


__ADS_3

" Aku memang ingin sekali melihat semua orang yang sudah membunuhmu ikut merasakan rasa sakit dan sengsara nak. Hanya saja aku tak tega dan masih memiliki ketakutan akan dosa yang akan aku terima. Kau beristirahatlah dengan tenang. Agar kau bisa lebih cepat kembali pada penciptamu" Mbok Darmi terus saja menimpali perkataan Azka dengan pelan.


Suaranya yang kecil bahkan tak dapat terdengar oleh siapapun yang ada di dekatnya. Hanya saja Azka masih setia menunggu jawaban dari Mbok Darmi untuk bersedia membantunya membalaskan dendam pada Naura dan Fahmi.


Dari kejauhan bayangan arwah Sri mulai kembali terlihat. Azka yang sadar akan kehadiran sosok Sri yang kini bersama Naisila pun, segera berjalan kearahnya. Membelah kerumunan orang yang kini tengah menatap jasad Azka yang sudah lengkap dibalut oleh kain kafan.


"Baiklah mari kita mulai prosesi pemakaman Azka Wirdana bin Wirahma Wicaksono, semoga almarhum dapat diterima amal ibadahnya dan diampuni segala dosanya. Amin Ya Allah, Ya Rab'bal Alamin"


semua orang yang datang ke acara pemakaman Azka mulai menengadahkan tangan dan mulai melantunkan ayat suci al quran untuk ketenangan Azka. Seketika tubuh pria itu mendadak menjadi sangat panas, disusul dengan sensasi dingin yang menyejukan hati serta pikirannya yang tadi sempat terbakar oleh amarah dan rasa balas dendam.

__ADS_1


Sri yang sadar dengan apa yang dialami Azka pun hanya tersenyum tipis tanpa mau membantu pria itu bahkan memberitahu apa yang sebenarnya tengah terjadi.


Lain halnya dengan Naisila yang tampak diam memandang seseorang yang sangat ia kenal kini tengah memeluk erat tubuh wanita yang sedang hamil di depan orang tua Azka.


Semua orang tak ada satu pun yang curiga dengan apa yang dilakukan Fahmi pada Naura sebab mereka mengira bahwa Fahmi tengah mencoba menenangkan Naura yang syok ditinggal suaminya ketika sedang mengandung. Namun mereka tak tahu jika Azka bahkan dibunuh oleh Naura dan Fahmi hanya untuk melancarkan hubungan gelap mereka yang sudah terjalin selama ini.


"Lihatlah pria baji**n itu La! pria dan wanita itu sungguh tak tahu malu dan tebal muka. Mereka bis bisanya bermesraan dihadapan semua orang tanpa rasa malu sedikitpun. Ku tahu kau sangat sakit melihat pemandangan ini tapi ku harap kau bisa kuat dan teguh pada dendam mu La" Sri mencoba mengompori Naisila agar terus berusaha membalaskan dendamnya pada Fahmi.


Sri mulai mendekat kerah Azka yang saat ini mulai kembali normal. Sri tak henti hentinya membisikan sesuatu pada Azka agar emosi dan dendam di hati pria itu kembali naik dan menggebu.

__ADS_1


"Lihatlah pemandangan didepan mu. Istrimu yang telah bersekingkuh dan membunuhmu kini bahkan tengah berpelukan dengan pria yang menjadi ayah dari bayi yang ia kandung tepat di acara pemakan mu. Kau bahkan tampak sangat memprihatinkan saat ini. Kau kini harus menjadi arwah gentayangan sedangkan istrimu dan selingkuhannya bisa enak enakan diam di rumah yang selama ini kau bangun tanpa rasa salah sedikitpun. Harga dirimu sungguh rendah dimatanya Azka"


Sontak saja perkataan Sri membuat Azka naik pitam. Kekuatannya kini bertumpu pada telapak tangannya dan dengan satu dorongan saja berhasil membuat arwah pria itu mendorong dengan keras tubuh sang istri dari pelukan Fahmi hingga jatuh keatas tanah yang kotor.


"Aduhhh sakit!" pekik Naura dengan keras.


Semua orang yang melihat hal tersebut pun langsung beramai ramai membawa Naura pergi dari pemakaman, tak terkecuali Fahmi yang turut menggendong Naura untuk pergi ke salah satu rumah warga yang dekat dari pemakaman. Darah segar mengalir deras dari balik celana yang saat ini dikenakan oleh Naura .


Fahmi yang tahu akan hal itu hanya bisa panik dan segeramembaringkan tubuh selingkuhannya itu diatas kursi salah satu warga.

__ADS_1


"Saya rasa dia mengalami pendarahan" teriak salah satu pelayad yang kebetulan melihat darah dari sela sela kaki Naura.


"


__ADS_2