
Hari ini adalah hari dimana jasad Azka akan dikuburkan setelah melewati proses otopsi. Entah apa yang dilakukan Naura dan Fahmi, jasad Azka dinyatakan meninggal karena bunuh diri padahal sudah jelas jelas banyak sekali luka yang mencurigakan ditubuhnya ketika ditemukan.
Azka berjalan menyusuri jalanan hanya untuk menatap tubuhnya yang dulu sangat tampan dan tegap kini di kubur di bawah tanah begitu saja tanpa seorang pun teman yang dulu selalu menemaninya. Air matanya jatuh begitu saja kala melihat beberapa orang yang selama ini sangat ia sayangi turut hadir di acara pemakamannya sendiri.
"Andai kalian tahu aku ada disini" gumam Azka dengan pelan.
__ADS_1
Sri yang sejak awal menemani Azka hadir di tempat tersebut hanya diam. Ia tak terlalu banyak bicara kala banyak orang yang sedang mengerumuni liang lahat yang akan dijadikan tempat peristirahatan terakhir Azka. Mungkin ini yang ingin Sri katakan pada Azka mengenai kasus kematiannya.
Naura memang memiliki koneksi yang kuat hingga pihak berwajib pun enggan menangkapnya karena tahu ia adalah dalang pembunuhan suaminya sendirian. Begitu pun keluarga Naura yang tahu akan skandal putrinya. Ia tak ingin semua keluarga besar Azka tahu tragedi yang Azka alami karena ulah dari Naura.
"Lihat betapa malangnya dirimu. Wajahmu yang tampan kini tak berarti apapun kala semua orang yang kau cintai bahkan tak ingin menemanimu di sana" tunjuk Sri pada lubang yang siap diisi tubuh Azka.
__ADS_1
Ucapan Azka seolah menusuk dihatinya. kebenaran akan proses kematiannya benar benar tak pernah ia harapkan dan juga inginkan. Terlebih lagi ia harus dipisahkan dengan sang putra kesayangannya yang dulu seminggu lagi akan merayakan ulang tahun. Sri yang dulu baik dan lembut kini telah berubah menjadi pendendam dan juga jahat. Ia ingin menuntaskan semua balas dendam yang ada pada dirinya dan juga Naisila. Dan Azka pun kini turut harus ia bantu.
"Kau ingin lihat wajah wajah pendosa yang telah berbuat keji padamu kan? lihat! lihatlah dia!" Sri mengangkat jarinya yang tepat ke arah tempat Naura kini sedang berdiri.
Wanita itu tampak menangis dan bersedih sehingga membuat orang orang disekitarnya tampak menjaga tubuh wanita itu agar tak pingsan. Namun mereka tak tau bahwa wanita yang kini tengah mereka jagalah yang menjadi dalam pembunuhan suaminya sendiri.
__ADS_1
Bahkan Naura dengan aktingnya berhasil membuat ibu dan ayah Azka tampak sedih dan membuat beberapa warga iba dengan keadaan Naura yang kini tengah hamil besar.
"Aku tak tahu dia mengandung benih dari Fahmi. Aku hanya tahu bahwa dia tengah mengandung anakku hingga tragedi itu terjadi tepat di usia kandungan Naura kini hampir sembilan bulan. Aku tahu tentang Naura yang berselingkuh dan kerap melakukan hal menjijikan dengan banyak pria. Namun aku tak menyangka bahwa kecurigaanku atas kehamilannya benar. Dia hamil anak orang lain dan bukan anakku. Wanita itu bahkan ikut serta men*suk mataku dengan peniti kala Fahmi memegang erat kedua tanganku"