Lukaku Dibayar Nyawamu

Lukaku Dibayar Nyawamu
Terkejut


__ADS_3

Azka mencoba menerangkan semuanya pada Naisial secara detail tentang bagaimana dirinya bisa mati di tangan Fahmi. Namun Naisila yang memang tak percaya bahwa suaminya sudah membunuh Azka hanya bisa terdiam mendengarkan semua penjelasan pria di sampingnya.


"Itu hakmu membenciku dan itu juga kewajiban mu untuk membencinya. Aku bahkan sangat marah ketika tahu kau dibunuh olehnya karena dia ketahuan berselingkuh dengan kakak tiri yang selama ini kau beri nafkah hasil jeri payahmu menjadi pembantu di rumahku. oh ya, dan satu lagi. Kau bahkan akan terkejut ketika tahu jika suamimu sebemtar lagi akan menjadi seorang ayah dari bayi yang sedang dikandung seorang perempuan"


Naisila mengerutkan kening seolah tak percaya. Bagaimana mungkin Fahmi akan menjadi seorang ayah jika kini bahkan bayi di dalam perut Naisila sudah lama mati dibunuh oleh suaminya sendiri.


"Kau terlalu banyak bicara Ka. Kau bahkan sudah hilangan ingat sepertiku kemarin. Sudah jelas kau mati, lalu kenapa kau katakan bahwa suamiku akan menjadi seorang ayah? Ada ada saja kau ini" Naisila mencoba menyembunyikan luka di hatinya dengan senyuman.


Ia benar benar merasa tersinggung dengan perkataan Azka yang mengatakan bahwa Fahmi akan menjadi seorang ayah padahal Azka tahu Naisila pun sudah mati di tangan suaminya itu.


"Maaf Nai, jika kau merasa terkejut dengan kebenaran ini. Tapi aku harus katakan bahwa memang suamimu sebentar lagi akan menjadi seorang ayah dari bayi yang jelas jelas akan lahir bukan dari dirimu"


Bak disambar petir di siang bolong. Naisila kini diam mematung menatap sosok Azka yang masih mengenakan pakaian serba hitam seperti awal mereka bertemu. perlahan pipi Naisila merasakan ada sesuatu benda hangat yang menetes namun tak terlihat. ya, Naisila menangis.


"Ba…bagaimana mungkin suamiku akan memiliki anak? Aku bahkan sudah mati dan bayi di dalam rahimku oun sudah mati! Lalu Mas Fahmi akan mendapatkan anak dari mana? Oh tidak! Mbak Nindi jadi selama ini sedang mengandung? T…tapi kenapa perutnya masih terlihat rata seperti dulu" Naisila menutup mulutnya dengan tangannya.


Ia tak menyangka bahwa Fahmi akan melakukan hal srega ini padanya. Bahkan Fahmi melenyapkan bayi didalam perut Naisila hanya untuk mendapatkan bayi dari perempuan lain.

__ADS_1


Azka memegang tangan Naisila untuk membuatnya sedikit tenang dan mendengarkan perkataannya selanjutnya. hingga arwah wanita itu pun mulai murka dan terlihat sangat emosional.


"Aku ingin sekali melenyapkan pria itu dengan segera Ka. Aku bahkan ingin mem*tong setiap jari tangannya dan memakan semua dag**ngnya"


"Tenang La. Tenang! Kau bahkan belum tahu siapa wanita yang akan menjadi ibu dari anak suamimu"


"Si set**n Nindi itu pasti kini sedang merintih dan bahagia sebab sebentar lagi akan menjadi ibu dari benih yang suamiku tanam"


Azka kembali tersenyum mendengar ucapan Naisila. pria itu hanya bisa tersenyum dikala hatinya yang sudah hancur ketika dipisahkan secara paksa dengan Naisila dan bahkan kini hatinya hancur ketika sang istri berselingkuh dengan laki laki lain.


"Bukan Nindi yang akan melahirkan La. Bukan dia wanitanya"


"jika bukan si ibl* Nindi itu, maka siapa wanita yang akan melahirkan anak dari suamiku hah?! Siapa?!" Naisila berteriak dengan keras.


"Wanita itu adalah Naura La.Istriku"


Belum pulih rasa terkejut di hati Naisila, kini ia harus kembali dikejutkan dengan kenyataan bahwa suaminya itu telah berselingkuh dengan Naura yang tak lain adalah istri majikannya sendiri yang tak lain salah Azka.

__ADS_1


Naisila seolah tak percaya dengan indra pendengarannya hingga mencoba menanyakan hal itu kembali pada Azka untuk mengonfirmasi kebenaran nama yang ia dengar barusan.


"Tolong katakan nama itu sekali lagi Ka. Aku benar tak benar tak mendengar nama yang kau ucapkan. Ku kira indra pendengaranku mulai rusak" Naisila mencoba mengorek telinga yang kini bahkan mulai mengerut.


"Kau tak salah dengar La. Wanita yang sudah berselingkuh dengan suamimu bukan hanya Nindi saja, melainkan ada beberapa wanita yang sudah menjadi simpanan suamimu itu salah satunya istriku" Azka menundukan kepala seolah menahan rasa kecewa di hatinya 


Naisila bahkan tak mampu berkata apapun pada pria itu sebab Naisila tahu bagaimana hancurnya perasaan Azka yang sudah dikhianati istrinya sendiri bahkan istrinya itu kini sebentar lagi akan melahirkan anak dari pria lain.


"Kau mungkin salah Ka. Suamiku tak mungkin bermain gila dengan istri bosanya sendiri. Kau pasti salah"


"Mungkin kau memang menganggapku salah La. Tapi itulah kebenarannya. Kau memang istri dari Fahmi dan kau menag sepatutnya membela pria bajin**n itu. Aku takan marah padamu karena tak mempercayai perkataanku. Tapi jika memang kau ingin tahu maka datanglah ke rumahku yang ada di dekat kebun dan lihatlah suamimu yang setiap siang hari melakukan hal menjijikan dengan istriku. Aku bahkan dibujuh oleh mereka karena tak sengaja melihat aksi gial tersebut"


Naisial tak tahu harus berbuat apa sekarang. Kehadirannya di tempat ini hanya untuk tahu tentang pelaku pembunuhan Azka yang da kaitannya dengan kematian Naisila. Namun kejutan malah Naisila dapatkan ketiak dirinya dengan sengaja mencari tahu tentang hal yang seharusnya tidak ia tahu.


"Entah aku harus marah ataupun harus menangis. Yang jelas hatiku sudah beberapa kali dipatahkan olehnya hingga bukan ragaku saja yang sudah mati namun hatiku pun juga ikut mati . Dan aku pun sudah tak ingin tahu seberapa menjijikan lagi dirinya sebab kini ku tahu bahwa saat bayiku mulai tumbuh dirahimku, bersamaan juga tumbuh benih suamiku di rahim wanita lain"


Naisila memandang wajah Azka yang kini tersenyum seraya menatap kosong ke arah aliran air di depannya. Pria itu bisa menyembunyikan luka sebesar itu dengan senyuman tanpa meluapkan amarah sekalipun di setiap ucapannya tentang istrinya sendiri.

__ADS_1


"Kenapa kau tak marah saat tahu istrimu berselingkuh?" Tanya Naisila dengab heran.


"Aku takan marah hanya karena wanita mura**n itu berselingkuh dengan pria manapun. Dan aku pun takan sudi menyentuhnya jika bukan karena kewajibanku. Aku hanya kecewa dengan dirinya yang berpura pura menginginkanku sehingga aku pun bahkan harus kehilanganmu dan merelakanmu dengan pria itu yang jelas jelas seorang penjahat. Harga diriku sudah habis diinjak injak olehnya sehingga tak ada apapun yang tersisa kini di dalam diriku bahkan setelah aku mati. Dia berselingkuh sejak seminggu setrlah kami menikah karena kesalahanku yang tak mau menyentuhnya. Hingga kau pun kerap memaafkannya hanya karena sadar dia begini juga karena diriku. Tapi dia malah memanfaatkan keadaan suamimu yang kerap berkunjung kerumah kami untuk mengirimkan padi. Mereka kerap menghabiskan waktu berdua di kamarku selagi aku pergi bekerja mencari uang untuk menghidupinya. Awal kehamilannya aku senang sebab aku pun telah menyentuhnya dan ku kira hanya aku satu satunya yang melakukan itu dengannya setelah kejadian menjijikan sebelumnya. Namun bukti percakapan keduanya di ponsel semakin membuatku curiga dengan bayi yang ia kandung"


__ADS_2