Lukaku Dibayar Nyawamu

Lukaku Dibayar Nyawamu
Murka


__ADS_3

Gelap, hanya itu yang jadi temanku setiap saat.


Kala hidup terasa hampa sebuah suara perlahan memeluk ku dengan erat.


Mataku terpejam kala angin menembus setiap inci ku dengan tepat.


Tiap kali ku berbisik.


Tiap kali juga ku menelisik.


Kau hadir bagai bintang tak berbinar.


Kau hadir bagai bulan yang tak bersinar.


Lihat wajahku.

__ADS_1


Lihat suaraku.


Kau bahkan tak tahu aku ada.


Sampai ki tampakan wajahku tepat di depanmu.


**************


Hari ini adalah hari yang cukup membuat jantung Naisila yang tak berdetak cukup terasa sesak. Ia bahkan harus tahu kebenaran tentang suaminya yang seorang pria hidung belang dari Azka yang saat ini sudah menjadi korban kejahatan suaminya tersebut.


"Apa kau tak pernah melihat suamimu yang selalu saja haus akan belaian wanita lain?" tanya Azka dengan penasaran.


Arwah pria itu bahkan tahu bahwa hati Naisila kini sedang sakit, namun demi membuat wanita itu semakin membenci suaminya dan membantu dirinya membalaskan dendam ini, Azka mampu membuat hati Naisila cukup panas dan terbakar.


"Aku benar benar tak tahu jika pria baji*n itu telah menyentuh banyak gadis dengan tangannya yang kotor. Jika saja aku tahu, maka aku takan pernah mau kembali menyentuh tangannya yang busuk itu"

__ADS_1


Sorot mata Naisila begitu merah. Terpancar jelas kebencian dari dirinya yang meluap dan belum di tuntaskan. Belum sembuh bahkan luka yang diberikan Fahmi untuknya, namun kini Naisila bahkan harus kembali terluka dengan kenyataan tentang hubungan suaminya dengan istri Azka.


"Entah apa yang harus kulakukan padanya Ka. Hatiku bahkan sudah menjadi debu setelah tahu hubungannya dengan kakakku. Tapi kini aku semakin terluka ketika tahu bahwa dia akan tetap menjadi seorang ayah dari bayi yang dikandung wanita lain. Kenapa kau baru mengatakan hal ini padaku bahkan setelah aku mati?!"


Wujud Naisila semakin terlihat mengerikan. Tapi Azka cukup santai dengan perubahan wajah Naisila yang begitu cepat karena amarah.


"Aku sebenarnya ingin sekali memberitahumu La. Hanya saja aku sedang berada di kota dan disibukan dengan pekerjaan. Aku pernah satu kali membuat sepucuk surat untukmu, namun Naura bahkan tahu tentang surat itu dan malah menyelamatkan aku yang ia bilang bahwa aku tak mampu melupakanmu. Saat itu bahkan ibuku sendiri yang membelanya dan malah memarahiku. Wanita itu benar benar bermuka dua dan juga ahli dalam membuat drama"


"Lalu kenapa kau tak datang langsung padaku dan mengatakannya tepat di hadapanku? setakut itukah kau pada ibumu ? sehingga kau malah membiarkan istrimu mengandung benih yang jelas jelas bukan darimu"


Perkataan Naisila cukup membuat Azka kembali mengingat rasa sakitnya lagi. Urat dimatanya cukup terlihat jelas hingga membuat bola matanya hampir keluar dan kepalanya sedikit terlihat bengkak.


Ya, kini Azka sedang merasakan amarah dihatinya dan ia pun menampakan wujud dimana saat ia ditemukan saat disungai kemarin.


"Awal kehamilannya aku sangat senang sebab ku kira itu adalah anakku, darah dagingku La! aku tahu hubungan mereka namun hanya dengan mata kepalaku saja tanpa bukti yang nyata dan kuat! aku harus mengumpulkan bukti tentang perselingkuhannya untuk diberikan pada ibuku dan juga keluarganya! aku marah aku benci dan aku pun jiji pada wanita muraha**n itu! tapi apa yang bisa kulakukan pada wanita manja sepertinya? ayahnya seorang saudara kaya yang tak segan segan akan mengeluarkan algojo yang akan membunuh siapapun yang membuat putrinya menangis. Dan ibuku bahkan sudah buta dengan rasa sayangnya pada sang menantu sehingga ia pun tak menghiraukan perkataanku tentang hubungan keduanya"

__ADS_1


__ADS_2