Lukaku Dibayar Nyawamu

Lukaku Dibayar Nyawamu
Tak bisa


__ADS_3

Naura yang saat ini tak sadarkan diri mulai diperiksa oleh salah satu bidan di kampung tersebut. semua mata kini tengah memandang Naura yang terbaring dengan Fahmi yang setia menunggunya di sisi kanan sofa tempat Naura tidur.


"Bagaimana mungkin menantuku bisa jatuh seperti itu? apa mungkin ada hantu yang mendorongnya?" tanya Ibu Azka pada ketua Rt setempat.


"Saya kirang tahu bu. Sebaiknya kita doakan saja nak Azka semoga tenang disana. Dan kita harap juga arwah Azka bisa percaya pada kita untuk merawat istrinya yang te gah hamil ini. Saya harap ibu bisa merawat nak Naura dengan lebih hati hati lagi"


Lain halnya dengan pak rt, kini banyak sekali ibu ibu yang bergunjing dan bergosip tentang kematian Azka yang tiba tiba. Terlebih lagi ketika kejadian yang menimpa Naura tepat di saat proses jasad Azka dikebumikan. Sebagian dari mereka berfikir bahwa arwah Azka cemburu dengan kedekatan Naura dan Fahmi mengingat mereka sangat dekat setelah kematian Azka.


Namun Ibu Azka justru seolah acuh dan tetap percaya pada menantu pilihannya yang ia kira baik dan tak neko neko. Mereka berpikir dengan Ibu Azka berbicara seperti itu, para ibu menganggap bahwa arwah yang jahil pada Naura adalah arwah Azka. Tapi sebenarnya ia berbicara demikian karena teringat akan satu mitos tentang ibu hamil yang tak boleh ikut ke pemakaman karena pamali.

__ADS_1


"Bagaimana kondisi menantu serta cucu saya bu bidan?" tanya ibu Azka dengan panik.


Bu bidan pun tersenyum menanggapi pertanyaan dari ibunda Azka. Naura baik-baik saja beserta bayi di dalam perutnya hanya saja karena benturan yang cukup keras di bagian panggul membuat sedikit darah keluar dari area vitalnya. Bu bidan tah meracik sebuah obat untuk Naura minum agar kandungannya lebih kuat dan baik baik saja.


"Menantu ibu baik baik saja dan denyut jantung sang bayi juga masih ada. Saya sarankan agar menantu ibu dibawa ke rumah sakit di pusat kota saja untuk pemeriksaan lagi, karena keterbatasan alat membuat saya tak bisa terlalu detail tahu tentang kondisi sang bayi"


"Tentu saja bu bidan. Saya besok akan membawa menantu saya makasih kandungannya ke rumah sakit di pusat kota. Menantu saya dan bayinya harus baik-baik saja sebab ini mungkin yang almarhum putra saya inginkan. Saya akan merawat mereka dengan baik dan takan menyakiti mereka"


Arwah Azka yang melihat kejadian itu hanya bisa menahan amarah yang sudah memuncak di kepalanya. Sri mencoba membuat energi negatif Azka semakin keluar dengan hasutan hasutan yang ia berikan pada Naisila dan juga Azka. Sri benar benar ingin membuat semua orang yang sudah menyakiti sahabatnya itu merasakan akibatnya dengan setimpal.

__ADS_1


"Lihat istrimu itu. Dia tidur hanya sebentar karena ulahmu. Dan lihat lah pria di sampingnya yang setia menunggu kesadaran sang pemuas nafsunya . ia takan berhenti mendekati istrimu sebab tubuh istrimu adalah candu untuknya. Kau kalah Azka! kau kalah di pertarungan mu" ucap Sri dengan tawa melengkingnya.


Azka mengepalkan tangan. Jelas jelas ia tak terima di sebut telah kalah dari Fahmi, secara ia bahkan dibunuh secara perlahan oleh keduanya tanpa rasa iba sedikitpun. Azka benar benar ingin sekali mence*ik Fahmi dan Naura agar mereka merasakan sulitnya bertahan menjadi arwah penasaran sepertinya. Ia bahkan adalah korban dari kebiada*b dua manusia berhati ibl* s itu, namun jiwa Azka yang tak tenang dan tak terima dengan kematian ya yang mengenaskan memnuat ia terperangkap dan tak bisa kemanapun.


Azka mencoba mengumpulkan semua energinya agar bisa menyentuh Naura dan Fahmi namun usahanya sia sia dan gagal. Rencananya untuk menyakiti Naura dan Fahmi gagal bahkan ketika ia mencoba menyentuhnya.


"si*l! aku bahkan tak bisa menyentuh dua kepar* itu!" Azka mulai geram.


Otot otot dimatanya mulai terlihat sangat merah disertai dengan luka lukanya yang kian terlihat menganga di sekujur tubuh arwah pria itu. Bau anyir darah mulai menyeruak diseluruh ruangan sehingga membuat semua orang yang ada disana mencari cari sumber bau menyengat tersebut.

__ADS_1


"Ish bau sekali !'


"iya kaya bau ****** ayam!" timpal salah satu warga yang ada di ruangan tersebut


__ADS_2