Lukaku Dibayar Nyawamu

Lukaku Dibayar Nyawamu
Ditolak


__ADS_3

Azka berjalan menyusuri rimbunnya pepohonan didalam hutan tempat seorang wanita tua tinggal. Wanita itu adalah seorang dukun yang terkenal dan sengaja diasingkan oleh para warga agar tak membuat kekacauan lagi di kampung tersebut. Kesialan kerap kali terjadi kala nenek tua itu menginjakan kaki di rumah salah satu warga.


Entah sebuah pertanda ataupun sebuah pesan yang ingin ia katakan, namun kerap kali warga sekitar merasakan energi kurang baik yang dikeluarkan nenek tersebut sehingga memilih untuk mengacuhkannya ketika datang untuk sekedar meminta makan.


Azka adalah pria satu satunya yang sangat dekat dengan wanita tua bernama Mbok Darmi sebab pernah dulu saat Azka kecil, Mbok Darmi lah yang menolongnya saat tercebur kedalam sungai.


Dengan wajah yang pucat, serta hawa panas yang menyerang tubuhnya, Azka kini tah sampai di kediaman Mbok Darmi di dalam hutan belantara.


"Kami datang kemari nak" ucap lembut seorang nenek bak sedang menyambut anaknya.


Azka hanya mampu terdiam, selama ini bahkan ibunya sendiri tak mampu melihat sosok Azka yang kini telah berubah menjadi seorang arwah gentayangan. Pria itu terduduk lemas dengan mata yang mulut membengkak menahan tangis.


"Ternyata hanya Mbok yang mampu melihatku" ucap lirih Azka dengan senyum di wajahnya.


Mbok Darmi memang manusia biasa sama seperti orang orang dikampung tersebut. Hanya saja Mbok Darmi memiliki kelebihan yaitu mampu mengetahui ciri seseorang yang akan meninggal di hadapannya. Kelebihan itu bahkan Mbok Darmi rasa sebagai anugrah namun warga yang memang enggan menyapa ataupun akrab dengannya mengatakan dan mengira bahwa dengan mereka berinteraksi dengan Mbok Darmi, justru kematian akan menimpa mereka secara mendadak.


Padahal faktanya Mbok Darmi adalah seorang dukun beranak yang kerap kali membantu para warga dulu saat melahirkan di desa tersebut. Dan karena kematian suaminya, Mbok Darmi yang memang tak memiliki anak, menjadi seorang pendiam dan penyendiri yang tak ingin berbaur dengan siapapun karena kondisi ekonominya yang sulit.

__ADS_1


"Aku memang bisa melihatmu nak. Dan aku pun tahu, kau kini sudah berbeda alam denganku. Angin mengatakan bahwa kau mati di bunuh oleh suami sang penjaga hati. Kau kini bahkan sudah bersatu kembali dengan wanita itu"


Mbok Darmi kembali memasukan beberapa ranting kayu kedalam tungku pembakaran. Asap hitam mengepul didalam gubug tersebut tapi tak membuat wanita paruh baya itu merasa sesak.


"Kau bukanlah siapapun untukku. Namun kau mampu membuatku merasakan arti kasih sayang sesungguhnya. Maaf jika kehadiranku membuatmu takut, tapi aku hanya ingin bertanya mengenai istriku Naura"


Mbok Darmi tersenyum. Ia teringat kembali pada wanita yang Azka bawa satu tahun silam ke tempat ia bernaung. Wanita muda dengan dres hanya panjang selutut itu bahkan mendorong tubuh ringkih Mbok Darmi hingga tersungkur keatas lumpur sawah. Kala itu Azka sengaja mengajak Nuara untuk datang ke sawah tempat Mbok Darmi biasa menanam padi dan menyuruh Naura untuk menjabat tangan nenek tersebut.


Naura dengan sikapnya yang tak sopan justru mendorong tubuh Mbok Darmi kala wanita paruh baya itu tak sengaja menjatuhkan ponsel yang Naura pegang. Saat itu Azka sangat marah dan meninggalkan Naura tepat di tegah tengah jalan setapak sawah sebab ia memilih untuk membawa Mbok Darmi kembali ke gubugnya.


"Aku inga betul dengan istrimu yang cantik itu nak. Dan kau pun tahu sekarang ia tengah mengandung putra dari suami orang yang kau cintai. Ku tahu ini terlalu rumit. Tapi aku tak bisa melakukan apapun untukmu. Ikhlas kan semua yang tah terjadi. Ku yakin kau pun akan tenang dan kembali ke tempat seharusnya kau berada tanpa batuan siapapun" Mbok Darmi mencoba membuat Azka mengerti akan takdir yang menimpanya.


Namun pria itu telah berbeda dengan Azka yang sebelumnya. Hatinya telah mati bersamaan dengan raganya yang mati. Azka kini tengah diliputi rasa benci dan dendam pada istrinya terutama Fahmi. Dan terlebih lagi ia pun kini ikut menyalahkan sang ibu yang tega memisahkannya dari Naisila dan menjodohkannya dengan wanita tak tahu diri itu.


"Kau mampu membantuku Mbok. Ku tahu kau itu istimewa sehingga kau bisa melihatku. Kumohon bantu aku menuntaskan balas dendam ini. Aku ingin mereka merasakan kesakitan yag aku dan Naisila rasakan. Aku sungguh tak rela jika aku mati dengan cara seperti ini. Terlebih lagi kedua pelaku itu bisa dengan tenang hidup tanpa rasa takut akan dosa yang telah mereka perbuat"


Kehidupan Naura semenjak ditinggal Azka cukup baik dan bisa dikatakan jauh lebih baik. Kekayaan yang ia miliki dari sang ayah, dan juga mertuanya mampu membuat Naura hidup dengan tenang dan nyaman dengan glamornya.

__ADS_1


Ia bahkan tak takut kelaparan mengingat sang suami yang telah tiada tak bisa memberinya nafkah. Terlebih lagi kini ia bisa melakukan hal seleluasa mungkin bersama Fahmi di rumahnya yang menjadi pusat pemasaran padi di ibu kota.


"Aku hanya manusia. Dan aku pun takut akan tuhan. Aku takan melakukan dosa yang kau perintahkan. Ku tahu lukamu itu cukup dalam, terutama di hatimu. Tapi ingatlah tuhan pun sudah menyiapkan rencananya atas kematianmu. Kau hanya perlu ikhlas dengan hidupmu dan kau bisa kembali kepadanya"


"Mbok memang mudah mengatakan hal itu padaku karena mbok tak pernah merasakan sakitnya ketika mata di*suk dengan peniti dan tak meraskan sakitnya hati kala harga diri tak pernah di hargai. Aku hanya perlu seseorang untuk membantuku dan aku akan menjamin dosanya untukku"


Mbok Darki tertawa. Ia tak tahu bahwa Azka sudah menjadi sangat berbeda.


"Dosaku akan kau tanggung begitu nak? apa kau bisa dan sanggup menanggung semua dosaku ? kau yakin? lihatlah dirimu yang sekarang luntang lantung tak tentu arah. Kau bahkan belum mampu menanggung dosa yang kau lakukan sendiri dan dengan santainya akan menanggung dosaku jika aku membantumu menbunuh mereka? tidak seperti itu konsepnya nak"


Mbok Darmi mulai memasukan beberapa ubi jalar kedalam air yang sudah mendidih dan mulai menambahkan beberapa kayu lagi kedalam tungku.


"Lihatlah api ini. Kau tahu semakin kau membencinya semakin sengsara juga kehidupanmu sekarang"


Azka terdiam dengan perasaan kesal. Ia benar benar ingin membu*h Fahmi dan membuat Naura menderita dengan bantuan Mbok Darmi yang jelas jelas masih hidup. Tapi, wanita itu malah menolaknya mentah mentah dengan semua saran serta ceramah yang ia ucapkan.


"Baiklah kalau mbok tak mau membantuku. Aku akan lakukan semuanya sendiri" Azka berjalan pergi meninggalkan Mbok Darmi yang masih fokus memasak ubi untuk makan malamnya.

__ADS_1


__ADS_2