
Malam ini adalah malam yang cukup dingin untuk Naisila. Tubuhnya terlihat bergetar dengan wajahnya yang pucat akibat rasa dingin yang kian menusuk di kulitnya. Indra penciumannya yang masih berfungsi walaupun ia mati dalam keadaan tubuh yang sangat hancur.
"Sri aku sudah tahu kebenaran tentang suamiku dan tentunya tentang kematian Azka"
Sri menatap Naisila dengan cepat. Ia tahu bahkan Naisila adalah mantan kekasih Azka, namun Sri tak tahu tentang kebenaran apa yang sahabatnya itu katakan.
"Apa yang kau tahu La? apa pembunuh itu adakah suamimu?" tanya Sri penasaran.
Naisila hanya tersenyum seraya mulai menganggukan kepalanya. ia pun tak pernah berfikir bahwa Fahmi akan membunuh Azka, terlebih lagi Fahmi bahkan tak tahu masa lalu Naisila yang pernah menjadi pujaan hati Azka.
__ADS_1
"Kenapa Fahmi bisa melakukan hal sekejam itu pada Azka La ? padahal dia tak tahu bahwa kau adalah mantan kekasihnya dan kau pun pernah bercerita bahwa Fahmi dan Azka hanya saling tahu dan berteman biasa tak sedekat sahabat" Sri menimpali ucapan Naisila dan mulai berpikir tentang motif pembunuhan yang Fahmi lakukan.
"Aku pun saat ini baru tahu Sri bahwa Mas Fahmi ternyata tak hanya bermain gila dengan Mbak Nindi, melainkan telah banyak gadis yang menjadi selingkuhannya selama menjalin hubungan denganku. Dan Azka pun korban dari kebej**n pria itu Sri"
Sri tampak semakin bingung dan membenarkan seluruh rambutnya yang tampak kusut tak terurus. Wanita itu kini mulai memainkan rambutnya yang ia rasa sangat indah seraya bersenandung di atas pohon yang cukup tinggi itu.
"Aku sekarang tahu bahwa Mas Fahmi akan memiliki anak Sri dan anaknya sebentar lagi akan lahir"
"Apa kau telah membuat janin di perutmu itu pindah ke perut wanita gatal itu La? ko aku lihat perut si pelko* itu tampak biasa saja. Malahan dia tak terlihat seperti orang hamil sembilan bulan. Mataku masih bagus La jadi tak mungkin amu salah lihat"
__ADS_1
Sri terdiam mematung menatap langit langit yang berwarna hitam legam tanpa cahaya apapun diatasnya.
"Bukan Mbak Nindi Sri yang akan melahirkan, tapi Naura Sri. Wanita yang sangat cantik dan kaya raya di kampung sebrang yang tak lain adalah istri dari Azka"
Seketika wajah Sri tampak murung. Ia benar benar tak habis pikir bahwa ada pria seperti Fahmi yang pandai berselingkuh, bermain judi serta tak tanggung tanggung ia membunuh istri, anak serta suami dari selingkuhannya tersebut.
"Lalu apa yang akan Azka lakukan pada set**n itu La?! apa Azka akan membun*hnya juga?" tanya Sri dengan geram.
Wanita itu benar benar tak habis pikir pada Fahmi yang tak takut akan dosa uang yang sekaligus ia dapat dari perbuatannya yang saking keterkaitan.
__ADS_1
"Aku pun tak tahu Sri. Dendam ku saja belum terbalaskan padanya. Fahmi dan Mbak Nindi baru diarak warga saja, belum mat* sepertiku"
"Jadi, apakah kau mau membantu Azka menuntaskan dendamnya pada suamimu? Kalian memiliki dendam yang sama dan kalian pun harus menuntaskannya bersama sama. Ku tahu ini terdengar gila, tapi setidaknya kau mati tidak sia sia. Kau bahkan bisa merobek mu"*t manis pria itu hingga kau puas. Oh ya kau bahkan bisa membuat Fahmi gila setelah dirinya diteror oleh arwahmu dan juga Azka" Sri memberikan saran yang cukup membuat hati Naisila sedikit tenang.