
Azka yang kini mulai menampakan wujud aslinya hanya bisa terdiam dengan mata yang hampir keluar. Bersamaan dengan hal tersebut, Fahmi kini mulai ikut mencari sumber bau tersebut dan matanya kini tertuju pada sosok menyeramkan yang berdiri di samping Naura.
Fahmi yang ketakutan seketika berjalan mundur dengan nafas yang tersenggal karena terkejut. matanya terus saja tertuju pada sosok menyeramkan di pojok ruangan hingga beberapa warga bahkan melihat raut wajahnya yang tampak pucat pasi.
"Ada apa kamu Fahmi?" tanya ibu Azka dengan heran.
Fahmi menggelengkan kepala seraya mulai menunjuk kearah tempat arwah Azka berdiri. Raut wajahnya tampak begitu pucat pasi sehingga membuat Ibu Azka semakin kebingungan.
"apa yang kau lihat Mi? jangan buat orang orang beranggapan bahwa anak saya mati dan gentayangan!" bentak Ibu Azka dengan kencang.
__ADS_1
"I..iiitu Bu, se. .setan!" ucap Fahmi kencang seraya mulai bangkit dan pergi dari rumah tersebut.
Beberapa warga yang mendengar Fahmi berteriak pun segera ikut pergi dari tempat tersebut sehingga hanya ada Naura, Bu bidan dan juga Ibu Azka saja disana. Orang orang semakin yakin bahwa Azka memang melakukan bunuh diri, secara proses kematian Azka yang begitu mendadak dan juga misterius.
Ibu Azka berjalan menuju tempat menantunya berbaring dan segera mengusap pelan pucuk kepalanya.
Naura hanya bisa terdiam tak tahu harus mengatakan apa pada mertuanya. Dulu Ia memang ingin mendapatkan Azka dan merebutnya dari Naysila. Tapi seiring berjalannya waktu dan kebersamaan antara dirinya dan Fahmi, Naura berubah dan lebih menginginkan suami Naysila itu.
"Aku dan Azka baik baik saja Bu. kami tak ada masalah apapun. Tapi beberapa bulan kebelakang, Azka sering memainkan ponselnya dan kerap mengumpat ketika ia sedang bermain ponsel. Aku tahu ini mungkin aib Mas Azka, tapi ku tahu Azka sudah masuk kedalam perjudian secara online dan mungkin saja dia frustasi karena sering kalah Bu" Naura berbohong pada Ibu Azka untuk menutupi semua kejahatan yang telah ia lakukan.
__ADS_1
sontak saja arwah Azka yang mendengarnya semakin murka hingga kini sorot mata tajamnya tak mampu membuat bau bangkai itu menghilang. Tubuh Azka seketika menjadi sangat panas dengan kulit kulitnya yang begitu tampak mengelupas. Energi negatif yang ia miliki mampu membuatnya kini dapat terlihat oleh perempuan yang selama ini ia benci.
"Ma....mas Azka..bbbuuu" ucap Naura dengan terbata bata sebelum akhirnya ia pun jatuh pingsan.
Ibu Azka yang sejak tadi merasa merinding, mulai menatap sekitar ruangan tersebut bersama sang bidan yang kini ada di dekatnya. Bidan itu pun segera membuka pintu rumah tersebut dan menyuruh pemilik rumah untuk tetap tinggal disana.
"Azka, nak. ini ibu. ibu mohon jangan takut takuti warga nak. Ini hari pemakamanmu, ibu ingin kamu tenang disana ya nak" bibir wanita paruh baya itu bergetar kala mencoba berkomunikasi dengan arwah anaknya yang kini tampak menyeramkan di pojok ruangan tersebut.
Azka yang mendengar ucapan sang ibu pun langsung pergi dengan amarah yang masih berkobar dihatinya. Arwah pria itu benar benar sangat marah pada Naura dan juga Fahmi, terlebih lagi setelah kematiannya yang cukup tragis ditangan sang istri kini wanita itu pun mengatakan kebohongan besar tentang dirinya yang suka bermain judi.
__ADS_1