Maaf Ku Harus Pergi

Maaf Ku Harus Pergi
Bab. 11


__ADS_3

Adina sudah berjalan berhati-hati,tapi karena tiba-tiba ada seorang pria yang berjalan terburu-buru ke arahnya hingga dia yang sama sekali tidak mengetahui kedatangan pria itu, terlambat menghindar sehingga mereka tabrakan.


Pria itu sigap menolongnya karena semua itu kesalahannya. Adina yang hampir saja terjatuh ke arah belakang,tapi tangan panjang Pria itu segera menyelamatkan dirinya dari hantaman lantai keramik dengan punggungnya.


Tangan itu menarik kuat tubuhnya Adina agar tidak terjerembab karena, terlalu kuat tarikannya hingga mereka saling berpelukan satu sama lainnya. Adina hanya menutupi matanya saking takutnya terjatuh ke atas lantai.


"Ya Allah… aku hampir saja terjatuh untungnya ada yang menyelematkan aku," cicitnya Adina yang masih memejamkan matanya dalam pelukan seseorang.


Bahkan Adina saking asyiknya sampai-sampai melupakan apa yang dilakukannya itu. Padahal beberapa orang yang melewati area tersebut sudah menatap mereka dengan tatapan penuh menelisik dan tanda tanya.


"Ya Allah… enak banget dalam pelukannya orang ini, serasa tidur d atas matras," gumamnya Adina yang malah mengendus wangi parfum pria itu yang mampu membuatnya tenang dan nyaman.


Sang pria tersenyum smirk," kalau mau lanjutkan menghirup wangi tubuhku,kita lanjut di hotel saja," bisiknya pria itu yang mendekatkan wajahnya ke telinganya Adina yang tertutup hijab.


Adina yang merasakan geli segera tersadar dari apa yang dilakukannya itu dan tak lupa menginjak punggung kakinya pria itu.


"Hotel kepala loh!" Kesalnya Adina yang segera meninggalkan pria pecicilan yang baru ketemu dengannya dalam insiden yang tak terduga.


"Auhh sakit!" Keluhnya pria itu yang spontan memegangi kakinya yang cukup sakit terkena injakan ujung pentopel sepatunya high heelsnyaa Adina.


Adina tidak menolehkan kepalanya sedikitpun ke belakang, padahal pria yang diinjaknya itu masih mengerang kesakitan.


"Perempuan yang unik, aku akan mendapatkanmu dan menuntut pertanggungjawaban atas kelakuanmu hari ini," gumam pria itu yang kemudian berjalan terpincang-pincang ke arah mobil yang sejak tadi menunggunya di depan pintu lobi perusahaan.


Dua hari kemudian, Adina Mahika dan Adelia Mallya sudah berangkat ke Seoul Korea Selatan. Adina memutuskan untuk berangkat ke sana setelah beberapa pertimbangan yang matang.

__ADS_1


Sedangkan di dalam ruangan khusus yang mewah dan lengkap dengan fasilitas penunjangnya,dua orang pria yang saling duduk berhadapan satu sama lainnya. Dia adalah Azam Kaif Mahardika dan Abidzar Atalarik Syach dua pria yang cukup dewasa sedang berbincang-bincang mengenai perusahaannya.


"Bagaimana dengan pegawai yang ditugaskan ke Korsel apa mereka sudah berangkat?"


"Alhamdulillah tadi pagi mereka sudah berangkat menuju Seoul, kenapa emang dengan keduanya bos?" Tanyanya balik.


"Saya hanya ingin memastikan apa mereka pantas dan layak untuk bekerja dan mengemban tugas besar ini," imbuhnya.


"Sesuai dengan kinerja mereka selama ini, mereka memang pantas bos, menurut saya kesempatan yang kita berikan kepada mereka tidak mungkin akan mereka sia-siakan kesempatan langka ini apalagi banyak yang bersaing untuk mendapatkan kesempatan tersebut," ujarnya Abizar.


"Kalau gitu, belikan saya tiket pesawat ke Korea Selatan, saya ingin mengetes mereka berdua," pintanya Azam yang berdiri dari duduknya sambil berjalan ke arah lemari untuk mengambil beberapa berkas penting.


"Satu atau dua bos?" Tanyanya Abi.


Abizar segera bangkit dari duduknya setelah mendengar kata liburan perkataan yang sangat susah dilakukan dalam kehidupannya itu.


"Seriusly bos pengen ngajak saya juga?" Tanya yang bernada harapan yang sudah berdiri di depan teman kuliah sekaligus atasannya itu.


Azam menatap jengah ke arah Abizar, "Emangnya tampang aku ini sering bercanda apa! Kalau kamu enggak setuju aku ajak Ameer saja mungkin dia juga pasti akan antusias ikut bersamaku," ucapnya Azam seraya merogoh sakunya untuk mencari keberadaan benda pipih berbentuk persegi panjang yang mempermudah komunikasi manusia dijaman modern seperti sekarang ini.


"Gimana kalau pesan tiketnya jadi cukup tiga saja Bos, supaya lebih ramai lagi kalau Ameer juga ikut bersama kita," sarannya Abidzar.


Azam yang sudah duduk di atas kursi kebesarannya itu membuka berkas cv yang cukup membuatnya penasaran beberapa hari belakangan ini. Dia menatap serius dan persatu membaca kertas itu dengan tulisan yang cukup membuatnya semakin tertarik dan penasaran.


Azam melirik sekilas ke arah Abidzar," kamu pesan empat saja jangan lupa hubungi Azhar Idrus karena saya juga memiliki urusan penting dengannya," tuturnya Azam yang kembali menatap CV seorang perempuan yang membuatnya terkagum dan terpesona dengan perempuan itu.

__ADS_1


"Adina Mahika Maheswari Gunawan, namaku bukan Azam Kaif Mahardika jika dalam jangka waktu tiga bulan saya tidak bisa menghalalkanmu," bathinnya Azam dengan senyuman penuh maksudnya itu.


Abi dengan gembira dan antusias akan ke Korsel dan akan menyusul kekasihnya yang dipindah tugaskan ke Seoul. Adelia Mallya yang rencananya akan menetap di luar negri selama tiga tahun terpaksa mereka akan LDR-an.


Sore harinya, keempat pria muda berjalan beriringan menuju ke arah dalam terminal keberangkatan bandara internasional Soekarno Hatta. Mereka seperti boy band asal Taiwan China Taipei saja yang terkenal beberapa tahun silam F4.


Aura keempatnya mampu menyihir beberapa perempuan muda maupun ibu-ibu yang melihat kedatangan mereka.


"Apa mereka artis dari Korea Selatan yang ingin konser di Jakarta yah?" Celetuk seorang perempuan.


"Iya mungkin saja mereka oppa-oppa Korea yang sengaja datang ke sini untuk mengadakan tur konser mungkin," imbuhnya perempuan lainnya.


"Mereka mampu menyihir para kaum hawa seperti saya yang masih jomblo ini,tapi ngomong-ngomong mereka masih single gak yah?"


"Begitu indah ciptaan Allah SWT yang berbentuk pria itu," pujinya yang lain lagi.


Azam, Abidzar, Ameer dan Azhar sama sekali tidak menggubris teriakan dan sorakan pujian dari banyaknya wanita yang mengagumi ketampanan mereka berempat.


Sedangkan jauh dari tanah air Indonesia tercinta,dua perempuan muda dengan berbeda status, sangat senang dan bahagia karena akhirnya menginjakkan kakinya ke negeri ginseng asal negaranya Jhi Chan Wook aktor idola kedua wanita yang selalu mereka puja-puji.


Adina merentangkan kedua tangannya sambil menghirup udara di musim gugur musim peralihan dari musim salju ke musim hujan, "Syukur Alhamdulillah akhirnya saya bisa ke Korea, berasa mimpi saja dan sepertinya ini berkah saya bercerai dengan Aksa Muhammad, jika enggak cerai mana mungkin aku bisa bebas datang ke sini," cicitnya Adina.


"Saya juga Mbak, sudah sejak sekitar lima tahun lalu saya punya rencana setelah umroh tujuan negara kedua yang akan saya jabanin adalah ini nih negaranya Lee Min-ho," terangnya Adelia yang mengikuti apa yang dilakukan oleh Adina.


Apa yang keduanya lakukan mendapatkan tatapan tajam dengan arti yang berbeda-beda itu. Tapi kedua perempuan itu sama sekali tidak peduli dengan mereka, yang paling penting bisa menikmati sisa hidup mereka dengan baik itu sudah cukup bagi mereka.

__ADS_1


__ADS_2