
Adelia Mallya berbisik-bisik di telinganya," Mbak apa makanannya di sini semuanya halal?" Bisiknya Adelia.
"Insya Allah… aman halalnya coba lihat sana ada kan tulisannya dijamin halal," ucap Adina sambil menunjukkan ke arah tulisan yang tertera di tembok.
Mereka kemudian berjalan bersama menuju mobil yang sudah sejam lebih lalu terparkir di depan lobi bandara Incheon Airport Korea Selatan. Mereka segera menuju ke salah satu restoran yang letaknya tidak terlalu jauh dari bandara.
Mereka sama-sama tidak sungkan untuk saling bercengkrama satu dengan yang lainnya. Tawa bahagia terdengar dari meja mereka. Park dan Shin sama-sama memiliki kemiripan dengan kedua perempuan asal Indonesia itu. Seperti layaknya kawan lama.
"Alhamdulillah kalau gitu yuk nikmatin makanannya yang sungguh menggugah selera makanku," gumamnya Adelia yang segera menyeruput mie khas Korea Selatan pilihannya itu.
Park dan Kim saling bertatapan melihat reaksinya Adelia ketika menikmati semangkuk mie yang masih mengepul asapnya. Mereka berempat sudah menikmati makanannya yang terhidang di hadapannya sembari menyantap makanannya masing-masing.
"Makasih banyak atas traktirannya, kami cukup senang hari ini bisa bertemu dengan kalian," ucapnya Adina.
"Sama-sama Bu Adina kalau gitu kami akan antarin ke rumahnya, tidak jauh dari sini kok," ujarnya Park.
"Iya Bu Anda tidak perlu khawatir karena kami akan mengantar Ibu sampai di depan pintunya rumah itu," timpalnya Kim.
__ADS_1
"Alhamdulillah makasih banyak atas bantuannya, untungnya kalian ada tepat waktu," imbuhnya Adina.
Berselang beberapa menit kemudian, mereka sudah sampai di depan rumah yang cukup besar sederhana, cantik, rapi dan bangunannya bergaya modern khas Eropa itu.
"Rumahnya sesuai apa yang kita inginkan, pasti akan nyaman tinggal di sini," ujar Adelia yang memperhatikan sekitarnya rumah itu.
"Iy benar sekali apa yang kamu katakan, semoga kedepannya akan nyaman dan pasti betah tinggalnya di sini," ujarnya Adina.
"Masalah keamanannya,disini daerahnya sangat aman,Bu Adelia dan Bu Adina tidak perlu merisaukan masalah itu sesuai dengan petunjuk dari CEO khusus untuk rumah ini," jelas Kim.
"Kalau begitu kami permisi, selamat istirahat yah," Kim ikut berbicara.
"Selamat sore semuanya,kami balik dulu ke kantor," pamitnya Park.
Setelah kedua pemuda utusan dari kantor tempat bekerjanya, Adina bukannya beristirahat melainkan mengatur beberapa barang bawaannya. Sedangkan Adelia malah memilih untuk berbaring saja dan tidak lama sudah menuju alam mimpinya.
Adina segera menyelesaikan pekerjaannya itu mengepak semua barang-barangnya ke dalam lemari setelah memilih kamar khusus untuknya.
__ADS_1
"Lumayan capek juga, enggak sempat istirahat tapi malah serasa bahagia banget karena sudah berada jauh dari orang-orang yang pernah menorehkan luka dan menyakitiku, aku berdoa semoga kalian bahagia,sehat selalu dan yang paling penting Allah SWT membukakan pintu hati kalian untuk segera berubah dan bertaubat kepada Allah SWT meminta ampunan padanya," gumamnya Adina seraya membuka jendela kamarnya itu agar udara segar masuk ke dalam kamarnya sebelum menyalakan ac ruangannya.
Keesokan harinya, mereka sudah berangkat ke kantor dengan memakai mobil fasilitas perusahaan yang sudah dipersiapkan oleh perusahaan khusus untuknya.
"Mobilnya lumayan bagus yah mbak, malah sepertinya mobil baru, lihat fasilitasnya sesuai dengan kesukaannya Mbak yang sering balapan," pujinya Adelia yang sesekali memeriksa teknologi mutakhir mobil itu yang diciptakan khusus untuk perempuan yang bersifat energik.
"Iya ini namanya rezeki anak sholehah loh," pungkasnya Adina yang bercanda bersama Adelia sambil mulai melajukan mobilnya menuju lokasi daerah perusahaan yang akan menjadi tempatnya mencari nafkah.
Adina optimis untuk menjalani kehidupannya di Korsel,dia tidak boleh terus hidup dalam bayangan masa lalunya.
"Mbak Adina selama hampir empat tahun bekerja,apa sudah pernah melihat wajahnya CEO kita?" Tanyanya Adelia yang menatap tajam ke arah Adina.
Adina tanpa membalas tatapannya ke arahnya Adelia menjawab pertanyaan dari sahabatnya itu yang hanya berbeda usia dua tahun saja dengannya yang serius menyetir, karena daerah yang mereka lewati daerah yang belum pernah mereka datangi sebelumnya. Keduanya mengandalkan google maps untuk sampai ke tempat tujuan keduanya.
"Kalau masalah wajahnya kagak pernah juga walaupun hanya sepintas doang yang sering aku lihat itu anak buah kepercayaannya yang selalu mewakilinya itu," terangnya Adina Anulika Maheswari Gunawan yang tidak mengalihkan perhatiannya dari kemudi mobilnya itu.
"Asistennya, apa maksudnya itu Abang Abidzar yang menjadi asistennya karena setiap kali mau ketemu dengan CEO Azam pasti yang muncul adalah Abizar," gumamnya Adelia.
__ADS_1