
"Sepertinya ada yang sangat penting, sehingga kami bertiga dipanggil ke sini," tebaknya Ameer.
Arabela langsung tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan dari mulut Ameer Khalid," kamu cukup pintar dan lihai melihatnya, aku salut padamu tapi sayangnya saya tidak akan menyerah sebelum mendapatkan Azam seperti dulu lagi, ingat dan camkan baik-baik!" Gertaknya Arabela yang kemudian berjalan ke arah dalam lift setelah terbuka lebar.
"Saya tidak akan berhenti dan lengah untuk menjaga hubungan mereka dari ancaman wanita ular sepertimu yang sangat berbahaya!" balasnya Ameer yang hanya tersenyum penuh kemenangan ke arahnya Ara yang sudah tidak kelihatan batang hidungnya lagi terhalang dari pintu lift.
Azhar dan Abi saling bertatapan satu sama lainnya dengan perkataan dari CEO mereka.
Azam duduk sambil memainkan ballpoint nya itu, "Tujuan saya memanggil kalian ke sini adalah agar salah satu dari kalian bisa menggantikan posisi aku sebagai CEO perusahaan Sains Global Ones Tbk," ucapnya Azam.
"Gantikan posisi kamu!" Beonya Ameer Khalid.
"Woooo apa kamu sudah bosan jadi orang nomor satu!" Imbuhnya Azhar Sungkar.
"Abang apa kamu sehat, baik-baik saja kan?" Tanyanya Abizar Atalarik Syah yang keheranan dengan sikapnya Azam Khair.
"Siapa yang nolak gantikan kamu, lagian orang-orang pada lomba-lomba pengen gantikan kamu loh, pasti semua orang akan tergila-gila menjadi orang kaya," ucapnya Azhar.
Azam tersenyum penuh arti melihat reaksi ketiga sahabat terbaiknya itu. Sedang ketiganya semakin kebingungan melihat tanggapan Azam yang sangat santai.
"Hahaha kalian terlalu cepat mengambil kesimpulan dan memotong pembicaraanku padahal aku belum melanjutkan perkataanku," tukasnya Azam.
"Maksudnya apaan sih!?" Kesalnya Azhar.
__ADS_1
"Gini saya akan menunjuk salah satu dari kalian untuk berpura-pura menjadi CEO sedangkan saya akan menyamar menjadi kalian ini hanya sementara saja kok, sampai aku mendapatkan hatinya perempuan yang aku sukai, kedua perempuan itu sama sekali belum mengenal dan mengetahui nama CEO kan, jadi aku bisa mengambil kesempatan dan memanfaatkan peluang besar ini," jelasnya Azam panjang lebar.
"Terus diantara kami bertiga yang menurut kamu siapa yang pantas dan cocok? Kalau saya, itu tidak mungkin karena Adina sudah mengenaliku sebagai direktur keuangan," timpalnya Azhar.
"Adina! Maksudnya?" Tanyanya Ameer lagi.
Abidzar menatap ke arah sahabatnya itu," Adina adalah perempuan yang disukai oleh CEO Muda kita ini, iya kan Abang, apa perkataanku ini salah!?" Tebaknya Abi.
"Ternyata dugaanku benar adanya, aku kira hanya feelingku yang keliru ternyata pimpinan tertarik sama janda kembang," ujarnya Azhar.
"Mantap kamu memang yang paling pengertian denganku Azhar tapi, yang paling teliti dan matanya jeli adalah Abi yang mengerti dengan apa yang saya akan lakukan, aku salut pada kalian," pungkas Azam.
"Kalau begitu siapa yang cocok menjadi ceo boongan adalah Ameer karena hanya dia yang tidak diketahui oleh Adina jika dia juga bekerja disini,kalian berdua sudah sering bertemu dalam rapat, gimana menurut kau Amier apa bisa gantiin saya untuk beberapa waktu?" Pintanya Azam.
"Kalau masalah itu is't okey saja lah masalah seperti itu hanya masalah kecil saja, jadi aku akan melaksanakan titah dan aku perintah Abang tapi," ucap Ameer yang tersenyum penuh arti ke arahnya Azam.
"Bos memang yang terbaik deh, aku semakin bersemangat kerjanya kalau begini," ujarnya Ameer yang segera meraih kunci itu.
Azam pun tidak mau kalah dengan apa yang dilakukan oleh Ameer dan tergesa-gesa mengambil kembali kunci mobilnya yang baru dua hari yang lalu dibelinya itu yang limited edition tahun ini.
"Kok diambil kembali! bukannya itu hadiah plus gajiku jadi CEO palsu," terkanya Ameer.
"Ini kunci mobil bukan hadiah untuk kamu tapi, saya berikan sebagai alat transportasi kamu jika tiba-tiba bepergian masa pakai mobil itu-itu saja sedangkan pekerjaan kamu sebagai CEO," sarkasnya Azam.
__ADS_1
Apa yang dikatakan oleh Azam membuat semangatnya Ameer mulai menciut dan menguap terbang begitu saja. Sedangkan Azhar dan Abi hanya tertawa terbahak-bahak melihat tingkah laku keduanya itu.
"Makanya jangan biarkan mimpinya terlalu ketinggian,kalau begini jatuhnya pasti akan buat sakit banget," sarkas Abizar yang baru kali ini ikut menjust temannya itu dengan tertawa santai.
"Iya nih,mana ada gaji sebagus,seenak dan semudah itu dengan hanya bekerja sebagai CEO pura-pura saja," sindirnya Azhar yang sudah tertawa terpingkal-pingkal.
Azam menepuk pundaknya Ameer," saya memilih kamu karena menurut aku yang paling cocok jadi CEO dari wajah, bentuk tubuh dan karakter kamu lebih cocok mengantikan aku hanya butuh beberapa hari saja sebelum saya kembali ke Jakarta Indonesia, apa sudah siap dengan semua itu?" ungkap Azam.
"Insha Allah… aku akan selalu siap siaga dan lahir bathin membantu Abang kok tanpa imbalan pun saya sudah jamin akan membantu Abang, kalau ada sih itu tidak apa-apa, itu namanya rezeki anak sholeh," ujar Ameer.
"Abi apa masih ada tiket ke Afrika!"
"Banyak Abang,butuh berapa?" Tanyanya Abi yang ingin tertawa terbahak-bahak melihat reaksinya Ameer yang mulai ketakutan dan nyalinya menciut.
"Aku tidak akan mengungkit dan meminta imbalan lagi, aku enggak mau ke benua Afrika Selatan lagi cukup sekali dah sudah kapok," ucapnya Ameer yang pernah mengalami rasanya dimutasi ke daerah pedalaman Afrika karena kesalahannya yaitu menghamili anak gadis orang lain tapi, enggan untuk bertanggung jawab.
Ke empat pria itu menyepakati apa yang sudah diputuskan oleh Azam. Sedangkan di tempat lain, Adina baru selesai menyelesaikan pekerjaannya setelah selesai shalat isya.
Adina Anulika merenggangkan kedua tangannya karena cukup kaku saking lamanya mengerjakan pekerjaannya itu. Bahkan kakinya kram otot dan bokongnya sedikit ngilu.
"Saking seriusnya kerja sampai-sampai jam makan malam aku sampai lewatkan, apa Adelia sudah balik?" Gumam Adina seraya mencari obat salep yang sering dipakainya ketika mengalami kondisi seperti sekarang ini pemberian dan atas rekomendasi dari mamanya Bu Citra.
Adelia sudah pulang terlebih dahulu, karena sedang mengalami keluhan datang tamu bulanannya.
__ADS_1
"Enaknya yah kalau kekasih sendiri yang menjadi atasan sendiri,tapi ngomong-ngomong apa Mbak Adina baca pesan chat aku," cicitnya Adelia Mallya.
Abizar mengelus puncak hijab kekasihnya itu," kamu tidak perlu khawatir dengan Adina, saya yakin dia akan aman-aman saja dan ada orang yang akan selalu sedia setiap dia butuh bantuan kok," timpalnya Abi yang menatap penuh kelembutan ke arah pacarnya.