Maaf Ku Harus Pergi

Maaf Ku Harus Pergi
Bab. 16


__ADS_3

Adina berjalan mendahului yang lain ketika pintu lift terbuka. Dia tidak ingin berlama-lama bersama beberapa orang yang tidak dikenal dekat dengannya, apalagi ada beberapa pria yang sejak tadi memperhatikannya.


"Abizar Atalarik Syah tidak perlu repot-repot untuk meminta kami tutup mulut, insya Allah kami akan jaga rahasia kalian kok, dijamin aman terkendali dan dijamin kerahasiaannya kok," terangnya Ameer Khalid Basalamah.


"Semoga kalian bisa dipercaya dan kedua jangan coba-coba digodain Mbak Adina Anulika Maheswari Gunawan karena dia sudah punya seorang pria yang serius dalam kehidupannya siap menikahinya tiga bulan dari sekarang," ungkap Abi yang mengultimatum kedua sahabatnya itu sebelum atasannya bertindak.


"Mbak Adina tunggu aku!" Teriaknya Adelia Mallya yang berusaha mengejar dan menyanyajarkan langkah kakinya itu.


Adina hanya menolehkan kepalanya ke arah Adelia yang sudah ngos-ngosan berjalan cepat.


"Kamu sih ngomongnya asal, lihat tuh gadis cantiknya pergi begitu saja padahal belum mendapatkan nomor hpnya lagi," ketusnya Azhar yang juga berjalan mengikuti langkah kaki temannya yang lain.


Azam segera menolehkan kepalanya ke arah Azhar dengan tanpa menghentikan langkah kakinya itu.

__ADS_1


"Kalau kamu tertarik padanya kenapa enggak minta nomor hpnya langsung kepada orangnya," ketusnya Azam.


"Tepat sekali apa yang kamu katakan, apalagi mungkin dia masih single sehingga kamu punya banyak kesempatan untuk mendekatinya, kemungkinan besarnya kamu bisa mendapatkan hati dan cintanya," imbuhnya Ameer.


Azam tersenyum tipis," kalau kamu sanggup aku tidak akan menentang dan menghalangi keinginanmu sobat, aku hanya berdoa semoga langkah dan tujuanmu itu dikabulkan oleh Adina Anulika Maheswari perempuan keras dan tangguh itu," batinnya Azam.


"Bagaimana tanggapannya tuan muda Azam jika dirinya mendapatkan saingan dari sahabat sekaligus adik sepupunya sendiri, tapi sepertinya layak ditunggu aksi keduanya bakal siapa yang akan berhasil mendapatkan kepercayaan dan cintanya Adina perempuan yang pendiriannya kuat dan sedikit keras kepala," Abidzar membatin dengan senyuman smirk terbit dari sudut bibirnya itu.


"Ini ruangan Anda Bu Adina semoga Anda suka dan betah bekerja bersama kami," imbuhnya Park setelah menjelaskan tentang apa jabatan dan tanggung jawab apa yang harus diemban nya selama berada di perusahaan itu.


"Makasih banyak Pak Park, saya sungguh merasa terhormat dengan sambutan dari kalian semua, begitu bahagianya aku diperlakukan dengan sangat baik dari mereka," ucapnya Adina.


"Anda layak mendapatkannya Bu Adina, karena Anda sungguh sudah memajukan perusahaan dengan dedikasi dan loyalitas yang sungguh luar biasa," pungkasnya Kim.

__ADS_1


"Kalian berdua sungguh memujiku padahal saya merasa hanya menjalankan dan memenuhi tugas dan tanggung jawab aku sebagai karyawan perusahaan sesuai dengan jabatan aku saja," sanggahnya Adina seraya mendudukkan dirinya di atas kursi kebesarannya itu.


"Anda terlalu merendah,kalau begitu saya akan memperkenalkan Anda pada seluruh staf di divisi marketing officer, semoga Mbak Adina bisa berkerja sama dengan mereka secara baik," ujarnya Pak Kim yang berdiri di sampingnya Adina yang tidak habis pikir jika pak Kim dan Park sungguh memperhatikan kedatangan mereka pertama kalinya di perusahaan Global Ones Tbk.


Adina dan ketiga yang lainnya berjalan ke arah luar menuju kantor khusus staf di divisi pemasaran. Mereka sedang sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Di perusahaan itu sungguh dilarang berbincang-bincang santai sambil bekerja.


Jika waktunya bekerja yah harus totalitas dan serius bekerja, tidak akan ada waktu untuk bergosip ria dengan para emak-emak lainnya seperti yang terjadi di lingkungan masyarakat.


Adina kagum melihat keuletan dari beberapa karyawan yang bersungguh-sungguh untuk menyelesaikan kewajiban mereka tanpa terganggu dengan kedatangan beberapa orang yang melakukan sidak dadakan.


"Pagi semuanya, saya harap kepada kalian untuk sementara waktu menghentikan kegiatannya, karena hari ini kepala direktur marketing sudah berada di tengah-tengah kita ini," ucapnya Tuan Park yang meminta kepada bawahannya untuk berhenti sejenak dari rutinitasnya.


Mereka pun mengikuti apa yang dikatakan oleh Tuan Park dengan memperhatikan kedua perempuan yang memakai hijab dengan anggun dan cantiknya berdiri dengan tatapan mata yang sulit untuk terintimidasi oleh beberapa orang yang sepertinya meragukan kemampuan keduanya tersebut.

__ADS_1


__ADS_2