
Keempat pria muda itu berangkat ke Korea Selatan dengan tujuan yang berbeda-beda. Azam ingin mendapatkan perempuan yang sudah membuat hidupnya menjadi berwarna dengan mimpi indahnya setiap malamnya.
"Saya juga Mbak, sudah sejak sekitar lima tahun lalu saya punya rencana setelah umroh tujuan negara kedua yang akan saya jabanin adalah ini nih negaranya Lee Min-ho," terangnya Adelia yang mengikuti apa yang dilakukan oleh Adina.
Apa yang keduanya lakukan mendapatkan tatapan tajam dengan arti yang berbeda-beda itu. Tapi kedua perempuan itu sama sekali tidak peduli dengan mereka, yang paling penting bisa menikmati sisa hidup mereka dengan baik itu sudah cukup bagi mereka.
Sedangkan Abidzar ingin bertemu dengan kekasihnya yaitu Adelia Mallya. Sedangkan Azhar dan Ameer hanya bertujuan liburan dan mencari perempuan yang mungkin bisa membuat mereka jatuh cinta.
"Kamu janda muda yang akan aku taklukkan dalam waktu tiga bulan, jangan panggil aku Azam Kaif Mahardika jika dalam waktu itu saya tidak bisa menikahimu," batinnya Azam.
"Adelia tunggu aku sayang, kita akan bertemu beberapa hari kedepannya jadi punya waktu beberapa hari sebelum aku balik ke Jakarta," gumam Abidzar sebelum memejamkan matanya itu menuju alam mimpinya seperti ketiga sahabatnya yang lainnya.
Sedang di tempat lain, tepatnya di Seoul, dua orang perempuan nampak gelisah dan mondar-mandir ke sana kemari menunggu jemputannya yang belum datang juga.
Adina melihat ke arah jam tangannya yang melingkar di pergelangan tangan kirinya itu," sudah hampir sejam kita menunggunya tapi, orangnya belum nongol juga, apa sebenarnya yang terjadi?" Kesalnya Adina yang memang tidak menyukai dengan orang yang tidak ontime dan menghargai waktu.
"Nomor hpnya susah dihubungi juga Mbak Adina, selalu saja diluar jangkauan dan menjawab hanya operator seluler saja," imbuhnya Adelia Mallya yang sudah berkali-kali menghubungi nomor supir yang akan menjemputnya di bandara.
__ADS_1
"Sebaiknya aku hubungi nomor kantor cabang disini, daripada menunggu kedatangan yang tidak pasti lebih baik kita telpon mereka dan menanyakan perihal mereka sudah sampai di mana," ucapnya Adelia.
"Kenapa enggak sedari tadi Mbak hubungi mereka," tukasnya Adelia.
Adina segera menghubungi nomor hp perusahaan cabang, untuk mengetahui apa sebenarnya yang terjadi sampai orang yang diutus oleh mereka tidak muncul juga.
"Halo, maaf supir pribadi yang Anda kirim untuk menjemput kami sampai sekarang belum muncul juga, kalau boleh tahu ada apa?" Tanyanya Adina yang langsung mengatakan tujuannya menelpon tanpa berbasa-basi sebelumnya.
"Dengan Ibu Adina Anulika Maheswari yah perwakilan dari perusahaan pusat Jakarta?" Tanyanya balik perempuan yang mengangkat telponnya Adina.
"Maaf supir yang kami perintahkan untuk menjemput Ibu Adina sudah sejak sekitar sejam lagi sudah berangkat Bu, mereka memakai mobil hitam dan mereka dua orang memakai jas hitam lengkap dengan potongan rambut *******," jelasnya perempuan itu lagi.
Adina saking terkejutnya mendengar perkataan dari orang diseberang telpon, langsung membelalakkan matanya dan melotot melihat dua pria yang sejak tadi mondar mandir ke sana kemari berjalan di depannya tanpa mengucapkan sepatah kata pun untuk bertanya.
Adina segera mematikan sambungan teleponnya kemudian berjalan ke arah dua pria asli Korea Selatan itu. Adina pun menyapa keduanya dengan menggunakan bahasa Korea Selatan dengan fasih. Kedua pria itu terkejut karena tiba-tiba ada seorang perempuan cantik memakai hijab menghadang jalan mereka.
"Maaf apa Anda Pak Sing Taehyun?" Tanyanya Adina dalam bahasa Korsel dengan tatapan matanya intens dan senyuman ramahnya Adina.
__ADS_1
Pria itu saling bertatapan satu sama lainnya mereka mengetahui dari atasannya jika perempuan yang akan mereka jemput dua-duanya tidak memakai hijab. Padahal kenyataannya semuanya memakai hijab dengan warna dan motif serta model yang berbeda pula.
"Maaf apa Anda mengenal kami?" Tanyanya Park Yong Ha seraya menunjuk ke arah dada bidangnya mereka berdua.
Adina menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan perkataan dari keduanya itu," tepat sekali saya mengenal Anda berdua orang yang diutus perusahaan Sains Global Ones Tbk yang akan menjemput kami yang baru nyampe dari Jakarta Indonesia," jelas Adina.
Keduanya langsung tertawa cengengesan menanggapi perkataan dari Adina sembari menepuk kening mereka karena terlalu gegabah ketika akan berangkat ke bandara tanpa mendengarkan dengan baik petunjuk dan arahan dari atasan mereka langsung.
Keduanya langsung menundukkan kepalanya tanda permohonan maafnya,"maafkan kami tidak sengaja membuat Anda harus menunggu terlalu lama, ini disebabkan oleh kesalahan dan keteledoran kami sendiri," imbuhnya Pak Park.
"Sebagai ganti ruginya karena membuang waktu Anda, bagaimana kalau kami mentraktir Anda berdua untuk makan, kebetulan sudah hampir lewat makan siang soalnya," pintanya Pak Sing sambil melihat ke arah jam tangannya dan kebetulan sudah lapar juga.
"Ohh itu ide bagus sekali, kebetulan kami berdua juga belum makan gara-gara kalian berdua," sahutnya Adelia Mallya.
Mereka kemudian berjalan bersama menuju mobil yang sudah sejam lebih lalu terparkir di depan lobi bandara Incheon Airport Korea Selatan. Mereka segera menuju ke salah satu restoran yang letaknya tidak terlalu jauh dari bandara.
Mereka sama-sama tidak sungkan untuk saling bercengkrama satu dengan yang lainnya. Tawa bahagia terdengar dari meja mereka. Park dan Shin sama-sama memiliki kemiripan dengan kedua perempuan asal Indonesia itu. Seperti layaknya kawan lama.
__ADS_1