Maaf Ku Harus Pergi

Maaf Ku Harus Pergi
Bab. 17


__ADS_3

"Selamat datang Bu Adina semoga betah bekerja bersama kami," ucapnya seorang perempuan yang postur tubuhnya yang cukup tinggi dan ideal bak artis Korea Selatan.


"Makasih banyak atas sambutannya dan mohon kerjasamanya yah," imbuhnya Adina sambil menundukkan kepalanya seperti yang dilakukan oleh pegawai perusahaan lainnya.


"Pagi semuanya, saya harap kepada kalian untuk sementara waktu menghentikan kegiatannya, karena hari ini kepala direktur marketing sudah berada di tengah-tengah kita ini," ucapnya Tuan Park yang meminta kepada bawahannya untuk berhenti sejenak dari rutinitasnya.


Mereka pun mengikuti apa yang dikatakan oleh Tuan Park dengan memperhatikan kedua perempuan yang memakai hijab dengan anggun dan cantiknya berdiri dengan tatapan mata yang sulit untuk terintimidasi oleh beberapa orang yang sepertinya meragukan kemampuan keduanya tersebut.


Setelah perkenalan dengan tim worknya dan tim inti dari bagian divisi marketing, Adina segera berjalan ke arah dalam kantornya untuk memulai pekerjaannya. Adelia pun seperti halnya dengan apa yang dilakukan oleh Adina, mereka kembali sibuk dan tenggelam ke dalam pekerjaan mereka.


"Abizar bagaimana dengan kinerja Adina dan sekretarisnya?" Tanyanya Azam sambil memeriksa beberapa dokumen penting yang ada di perusahaan cabangnya.

__ADS_1


"Alhamdulillah mereka bekerja dengan giat dan tekun sampai detik ini mereka masih belum menemukan kesulitan yang berarti dan mereka juga cukup cepat dalam beradaptasi dengan pekerja lainnya," jelas Abizar.


"Baguslah kalau begitu," Azam tersenyum tipis mendengar perkataan dari sahabat sekaligus anak buah kepercayaannya itu.


Abizar hendak keluar dari dalam ruangan kantor Azam,tapi belum sempat memutar kenop pintu itu sudah terbuka dari luar.


"Azam!" Sapanya seorang perempuan yang berjalan masuk ke dalam ruangan itu bagaikan model yang berlenggak-lenggok di atas catwalk saja.


Abizar menatap perempuan itu dengan tatapan matanya yang tajam," kenapa sampai perempuan ini datang lagi, apa jangan-jangan hubungan mereka berlanjut lagi?" Desisnya Abizar Attar Syah.


Abizar segera menghentikan langkahnya itu lalu membalas perkataan dari perempuan yang menjadi mantan kekasihnya atasannya itu.

__ADS_1


"Tidak apa-apa aku hidup seperti ini, aku sangat bahagia walaupun saya belum menikah asalkan tidak seperti kamu yang sudah punya suami tapi masih berusaha untuk memanjat ranjangnya mantanmu, benar-benar aku tidak menyangka jika perempuan kaya dan berpendidikan seperti sifatnya masih seperti dulu tidak berubah sedikitpun," sarkasnya Abizar yang menatap mencemooh ke arahnya Ara.


Ara yang mendengar perkataan dari Abi membuatnya mengepalkan tangannya sekuat tenaga dan berusaha untuk meredam emosinya yang sudah berada dipuncak ubun-ubunnya Ara. Sedangkan Azam malahan tersenyum simpul mendengarkan pertengkaran keduanya yang memang mampu membuatnya menghentikan kegiatannya. Padahal dia sedang sibuk-sibuknya memeriksa begitu banyak berkas dokumen penting yang harus dia selesaikan secepatnya sebelum pulang ke Indonesia.


Azam menumpukan kedua tangannya tepat di bawah dagunya itu sambil memperhatikan perdebatan mereka berdua yang seperti kucing dan tikus saja.


"Abi Kamu perlu mengetahui jika walopun hubungan kami sudah lama berakhir, tapi aku sangat yakin jika Abang Azam itu begitu setia padaku sampai-sampai kami masih punya kesempatan untuk bersatu seperti dulu lagi dan aku juga sudah menggugat cerai suamiku yang tidak becus dan tidak bisa diandalkan itu!" Tuturnya Arabela.


Abizar yang mendengar perkataan dari Ara mantan kekasihnya Azam hanya tertawa terpingkal-pingkal mendengar penuturan dari Ara yang begitu yakin dan percaya dirinya jika dirinya masih disayang oleh Azam ataukah tidak.


"Ya elah… Mbak Ini terlalu kepedean apa Anda sudah diterima kembali dan dimaafkan ataupun hanya mimpi anda yang ketinggian mungkin sehingga main ngaku-ngaku saja," cibirnya Abidzar yang tumben bersikap seperti orang yang terlalu cerewet saja.

__ADS_1


"Terserah apa katamu yang penting itu persepsi dari kamu saja yang hanya menganggap aku seperti itu sedangkan Abang Azam malah hanya terdiam dan santai saja," ketusnya Ara yang semakin meningkat rasa percaya dirinya itu.


"Abi,apa kamu lupa dengan apa yang aku perintahkan tadi? Atau mungkin masih punya banyak waktu meladenin wanita tidak jelas seperti dia!" Sindir Azam yang sebenarnya ilfil melihat mantan kekasihnya itu yang meninggalkannya ketika belum mengetahui jika Azam adalah pemilik perusahaan yang cukup terbesar dan sukses di Asia itu.


__ADS_2