Maaf Ku Harus Pergi

Maaf Ku Harus Pergi
Bab. 27


__ADS_3

Azam tidak suka dengan kehadiran pria yang menjadi mantan suaminya perempuan yang rencananya akan dilamarnya dalam waktu dekat. Hanya mencari momen yang tepat,ia akan mengutarakan keinginannya itu.


"Adina apa kamu lupa kalau kita akan ke rumah sakit, ingat papamu dalam keadaan kritis sepertinya tidak ada gunanya berlama-lama di sini apalagi bercanda bersama pria yang tidak tahu diri seperti mantan suamimu ini!" sarkasnya Azam yang sangat tidak menyukai Aksa mantan suaminya wanita yang sangat dicintainya itu.


"Saya tidak akan mengijinkan siapapun laki-laki yang akan mengusik hubunganku dan usahaku untuk mendapatkan Adina, apapun akan aku lakukan untuk menjadikan Adina sebagai istriku, walau statusnya sebagai seorang janda diceraikan oleh suaminya,tapi aku yakin pria brengsek itu sudah menyesali perbuatannya karena telah menyia-nyiakan dan membuang istri sebaik,sesholeha dan secantik seperti Adina Anulika Maheswari."


Azam menatap intens ke arah rival abadinya cintanya itu selama dia belum menikahi Adina secepatnya. Tapi,masa Iddah nya Adina yang belum genap tiga bulan itu sehingga tidak mungkin ia menikahi Adina.

__ADS_1


Azam segera menarik tangannya Adinda secepatnya agar terbebas dari pria yang wajahnya bonyok dan memar di sana sini akibat pukulan tanpa sengaja yang dilakukan oleh Adina yang menyangka, jika Aksa adalah orang yang berniat jahat padanya.


Adina sama sekali tidak kasihan pada Aksa laki-laki yang pernah hidup dengannya selama kurang lebih setahun itu. Mungkin rasa sakit,sedih dan kecewa yang membuat rasa cintanya Adina langsung pupus, lenyap dan menghilang tak berbekas begitu saja.


"Iya maaf yah mas Aksa Adinata saya tidak punya waktu untuk ladenin mas, kalau bisa mulai detik ini tolong jangan dekati saya lagi karena saya sudah punya calon suami baru, ini dia calon suamiku yang insya Allah lebih baik dari Mas Aksa," jelasnya Adina sambil menarik tangannya Azam Khair ke dekatnya.


Azam yang mendapatkan perlakuan seperti itu cukup terkejut melihat sikapnya Adina yang tidak seperti biasanya itu. Biasanya Adina akan menjaga jarak dari semua laki-laki yang bukan mahramnya, tapi detik ini, menit dan jam itu semuanya berubah dan terbalik hingga 180 derajat perubahannya.

__ADS_1


"Kamu jalan duluan ke parkiran, kamu tunggu saya di sana karena masih ada urusan yang sangat penting saya kerjakan dulu, ada Adit yang menunggumu di dalam mobil," pintanya Azam yang tidak lupa mengecup puncak hijabnya Adina.


Adina tidak menyangka jika pria yang dianggapnya sebagai bos dan atasannya tempat dia bekerja dan berpura-pura menjadi sepasang kekasih malah memperlihatkan dan mempertontonkan adegan yang cukup berani dan diluar ekspektasi dan dugaannya Adina sendiri.


Adina sampai tidak berkedip sedikitpun, Kedua matanya membelalak saking tidak percayanya dan keheranan dengan apa yang dilakukan oleh Azam.


"Astagfirullah aladzim kenapa Pak Azam malah mencium keningku, walaupun ada hijab yang melindunginya tapi, ini kan di tempat umum,di tempat sepi juga tidak boleh apa aku harus bersikap tegas terhadap Pak Azam Yah?" Adina membatin.

__ADS_1


Adina berjalan perlahan meninggalkan lobi bandara, internasional Soekarno Hatta dengan terus memegangi dadanya itu.


Azam tersenyum tipis melihat kepergiannya Adina dengan tatapan memuja," mulai hari ini saya akan


__ADS_2